Favorite Sin

Favorite Sin
PREGNANCY


__ADS_3

AUTHOR POV


"Ngapain kamu disini, Nad?" tanya Adrian yang baru masuk ke kamar mandi.


Adrian menaruh rasa curiga melihat Nadine yang hanya duduk terdiam diatas kloset hanya mengenakan bathrobe. Rambut Nadine masih basah sehingga tetesan air diujung surainya terlihat jelas.


"Aku baru selesai mandi," Nadine mendongakkan kepala sembari diam-diam menaruh testpack di balik punggungnya.


"Benda apa itu?"


"M--mm--maksud kamu?"


"Aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan, benda apa yang ada di belakangmu?" selidik Adrian.


"It's nothing," jawab Nadine pelan.


"Kenapa gugup? Kalau bukan apa-apa harusnya kamu terus terang sama aku!"


Nadine memalingkan wajahnya agar tak menatap Adrian. "Aku sudah bilang, ini bukan apa-apa!"


"Berhenti menguji kesabaranku Nadine, berikan!" Adrian mendesak.


Karena tak kunjung-kunjung menjawab pertanyaannya, Adrian segera menyahut paksa benda yang sedang Nadine sembunyikan.


"Testpack??" kedua alis Adrian terangkat.


Nadine menundukkan kepala sembari memejamkan matanya. Kedua tangannya diletakkan di pangkuan.


"Untuk apa kamu testpack?" tanya Adrian curiga.


"Jangan berakting seolah-olah kamu enggak tahu Adrian...you know it so well!" Nadine memainkan jari-jarinya.


Mulut Adrian ternganga. Testpack yang ada di tangannya lalu diangkat dan dipandangi baik-baik oleh Adrian dari dekat.


"It says positive...are you pregnant Nad?" tanya Adrian dengan tangan yang gemetar.


Nadine mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, sedangkan Adrian mengusap wajahnya kasar kala mengetahui jawaban yang tidak diinginkannya.


Entah harus merasa bahagia, senang atau sedih, Adrian tak bisa menggambarkan keterkejutannya. Dia tak pernah mengira kalau Nadine akan hamil. Semuanya benar-benar diluar dugaan, tidak sesuai rencana.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?!"


Nadine terkekeh pelan, "Bagaimana bisa kamu bilang? Tentu aja bisa! Janin yang ada didalam perutku saat ini bisa ada ya karena kita berdua telah melakukannya!"


"Aku pikir kamu sedang dalam birth control!?!! Lalu kenapa bisa hamil?"


"Aku sudah pernah bilang kan sama kamu, aku tidak pernah pergi ke dokter untuk mengikuti program itu! Aku tidak menginginkannya!"


"Dan lihat sekarang..kamu jadi hamil kan karena kecerobohan kamu!" bentak Adrian.


"Aku? Kenapa harus aku yang disalahkan? Kenapa bukan kamu? Sekarang aku balik, saat kamu melakukannya denganku, kenapa kamu tidak pakai pengaman?" Nadine menyerang balik.


Adrian terhenyak. Nadine telah membuat sebuah poin yang membuat Adrian sadar jika dia ikut andil dalam kesalahan yang mereka buat.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" lirih Nadine pelan.


Air mata yang sudah tertahan sejak tadi akhirnya tumpah juga ke permukaan pipi merah Nadine.


"Kenapa kamu diam Adrian? Jawab pertanyaanku..apa yang harus kita lakukan?" Nadine berdiri lalu berjalan mendekat kearah Adrian.


"Jawab Adrian!! Jawab aku..." Nadine sedikit berteriak didepan wajah Adrian yang mengeras.


"Dengan kata lain, kamu ingin aku untuk menggugurkann janin ini?" Nadine tersenyum miris.


"Kalau memang harus, maka lakukanlah!"


Duarr....


Hati Nadine bagaikan tersambar petir mendengar kalimat yang barusan keluar dari mulut Adrian. Sungguh, Nadine tidak mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam kepala Adrian sehingga dia bisa berpikiran untuk melenyapkan bayi yang dikandungnya.


PLAKKK..


Sebuah tamparann keras mendarat di pipi Adrian. Saking kerasnya, terdapat bekas merah yang ter-cap menempel di wajah Adrian.


"Tega kamu...tega!!!" Nadine menarik maju-mundur kerah kemeja yang dikenakan Adrian.


"Anak ini enggak bersalah Adrian, tapi kita! Kita yang menghadirkannya ke dunia! Kalau bisa memilih...bayi ini juga enggak akan mau punya seorang Ayah yang memiliki kelakuan seperti kamu!" Nadine berteriak kencang di telinga Adrian. Perasaan Nadine benar-benar kecewa.


Sedangkan Adrian, dia memilih bungkam. Adrian masih berusaha untuk memproses semuanya. Berita tentang kehamilan Nadine membuat dirinya shock. Tubuhnya pun masih menegang.

__ADS_1


Bayi.


Nadine sedang mengandung seorang bayi sekarang. Kehadirannya tentu akan merubah segala rencana hidup Adrian.


Menjadi seorang Ayah? Adrian belum siap akan hal itu. Dia tidak memiliki pengetahuan bagaimana menjadi seorang ayah yang baik.


Bertahun-tahun yang lalu, Adrian pernah merasakan kehilangan bayinya yang dikandung oleh Naomi. Adrian trauma. Dia takut jika Nadine akan mengalami hal yang sama.


Terlebih jika hidup berada di lingkungannya yang keras, Adrian tak bisa menjamin keselamatan Nadine setiap saat kala musuh mengincar. Menangkap Galih saja masih dalam tahap proses.


"Aku belum siap untuk menjadi seorang Ayah," ungkap Adrian jujur.


Adrian segera pergi meninggalkan Nadine yang masih duduk tergeletak dan menangis terisak di lantai kamar mandi.


Dengan cepat, Adrian melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil. Adrian ingin menenangkan diri. Berjauhan dengan Nadine saat ini adalah jalan yang akan dia ambil.


***


"Bos, saya mendapatkan info jika Adrian datang kemari membawa istrinya!" ucap seorang pria bertubuh kekar yang bekerja sebagai bodyguard.


"Benarkah?" pria paruh baya yang sedang memegang cerutu memutar kursinya.


"Iya Bos, mereka menginap di Hotel Sixth Senseless di pusat kota Rio."


"Wow...Adrian..Adrian..tidak kusangka dia itu tidaklah cerdas! Membawa istrinya kemari, itu sama saja seperti masuk ke dalam kandang buaya.." pria paruh baya itu tersenyum menyeringai.


"Apa yang harus kami lakukan Bos?" tanya sang bodyguard.


"Kita ubah rencana ke Plan B, kita culik istrinya Adrian saja...lakukan sekarang dan jangan membuat kesalahan!" perintah Galih.


Ya Galih, pria tua yang rambutnya mulai beruban itu adalah Galih. Meskipun sudah tergerus oleh usia, tak membuat akal jahat Galih surut. Sampai detik ini, dia masih berusaha untuk membuat Alan dan Adrian menjadi hancur hingga berdebu.


"Lihat saja Adrian..mari kita bermain-main sejenak...." Galih menyunggingkan sudut bibirnya.


***


Jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up nya 😊


Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Om Duda I'm Coming", di apk ini juga kok. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2