Favorite Sin

Favorite Sin
CHRONOLOGY


__ADS_3

...ADRIAN...


📱


"Sudah kami temukan orangnya Bon?"


^^^"Sudah bos, mereka sudah kami tangkap dan diamankan. Selanjutnya apa bos?"^^^


"Paksa dia untuk buka mulut tentang siapa yang menyuruhnya! Sisanya, kamu tahu apa yang harus dilakukan..seperti biasa, jangan kasih ampun!"


^^^"Baik bos, segera kami laksanakan!"^^^


Aku mematikan sambungan telponnya dengan kekesalan yang memuncak. Baru saja aku menelpon anak buahku yang kutugasi untuk mencari tahu siapa pelaku dan dalang dibalik upaya penculikan Athena dan Fiona.


Siapapun orangnya, berani sekali mereka mengusik macan yang sedang tidur! Siap-siap saja mereka akan berurusan denganku. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku untuk memberi hukuman untuk mereka tanpa ampun. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.


Aku memang punya perasaan yang tidak enak sejak awal. Setelah aku dan keluarga pergi makan siang bersama, kedua adik perempuanku bilang kalau mereka ingin keliling-keliling sekitaran Beach House.


Awalnya aku memerintahkan 4 bodyguards untuk mendampingi mereka, tapi karena dasarnya Athena dan Fiona itu keras kepala..mereka menolak. Dengan alasan, mereka risih kalau kemana-mana diawasi. Sekali-kali mereka ingin seperti orang normal yang saat jalan-jalan tidak perlu diikuti.


Karena itu keinginan mereka, ya sudah aku biarkan saja. Aku bebaskan mereka jalan-jalan tanpa pengawasan bodyguards. Tapi bukan berarti aku lepas tangan dengan mereka. Aku tetap menyuruh bawahanku mengawasi dua anak itu dari kejauhan, karena mereka tidak sepenuhnya bisa menjaga diri menurut yang kupercaya.


Benar saja dugaanku, belum satu jam mereka pergi..sudah ada yang mengincar keberadaan mereka. Bawahanku menginformasikan bahwa ada mata-mata yang sedang menguntit Athena dan Fiona saat mereka sedang berbelanja di salah satu factory outlet dekat Beach House.


Untungnya, kedua adikku itu pintar! Mereka sadar diri kalau mereka sedang diikuti oleh orang asing. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengendap-ngendap kabur dari pengawasan mata-mata itu.


Saking cepatnya mereka kabur, anak buah yang kusuruh untuk mengawasi mereka juga ikut kehilangan jejaknya. Mama jadi ikutan panik karena kedua adikku susah dihubungi. Karena Athena dan Fiona hilang dari peredaran.. akhirnya aku, papa, dan adik-adik yang lain berpencar untuk mencari mereka.


Tapi aku sudah lega sekarang! Sebelum aku menelpon anak buahku, Papa mengabari kalau Athena dan Fiona sudah kembali ke Beach House. Kata Papa, Athena dan Fiona sempat terluka meski tidak parah.


Tadinya aku berniat memberi pelajaran kepada mereka yang sudah berani berpikir untuk menculik adikku, tapi karena Athena dan Fiona sudah kembali..aku putuskan tidak jadi. Aku mau kembali saja ke Beach House melihat keadaan mereka.


Lagipula, aku sendiri sedang tidak mood untuk menghajar orang sekarang. Biar jadi urusan anak buahku saja. Yang terpenting, para mata-mata itu sudah berhasil dibekuk oleh anak buahku, jadi secepatnya mereka akan langsung diinterogasi.

__ADS_1


***


Dengan tidak sabaran, aku membuka pintu dengan kasar. Dan ternyata, kedatanganku sudah disambut oleh Arjuna dan Arga yang duduk di sofa ruang tamu.


"Mana Athena dan Fiona?" tanyaku pada dua adik laki-lakiku.


"Ada di dalam kak..sama Mama dan Papa. Barusan aja habis diperiksa dokter, udah pulang juga dokternya" jawab Arga.


Tanpa menunggu lama, aku langsung masuk ke dalam kamar mereka dengan diikuti Arjuna dan Arga yang mengekor di belakangku.


"Kak Ian...." lirih Athena yang menyadari kehadiranku. Aku bisa melihat ketakutan di wajahnya, Fiona juga...mereka sepertinya takut emosiku tidak terkontrol.


"Gimana keadaan kalian? Mana yang sakit? Ini kenapa bisa gini?" Aku langsung memberondong mereka dengan pertanyaan.


Mama dan Papa langsung beralih dari duduknya di tepian kasur dan membiarkanku duduk untuk lebih mendekat pada dua adik perempuanku.


"Kakiku kena tusuk bulu babi kak..ini agak bengkak dan nyeri. Rasanya lemas dan panas dingin sekarang...tapi udah mendingan!" Fiona menjelaskan apa yang dirasakannya.


"Jawab kakak dengan jujur, kalian dari mana aja? Kenapa bisa sampai ceroboh?"


"Jangan berani bohong, Kakak sebenernya udah tahu kenapa..tapi kakak pengen denger penjelasan itu semua dari mulut kalian sendiri!"


Sepertinya mereka takut dengan gertakanku. Karena keringat yang ada di dahi mereka nampak dengan jelas, sampai tangannya pun ikut bergetar.


"Aku sama Fiona kan lagi jalan-jalan mau beli accesories dan souvenir di salah satu factory outlet..kayak local store gitu! Pas mau bayar ke kasir, aku sadar kalau ada yang merhatiin gerak-gerik kita dari belakang sejak kita keluar dari Beach House. Saat itu aku sama Fiona memutar otak, gimana caranya supaya bisa lari dari kejaran mereka.."


"...Akhirnya kita lari aja ke pantai, sebelum bisa pergi jauh..ternyata mereka udah ngehadang kita duluan. Aku udah mau telpon kakak waktu itu..tapi si penjahat kunyuk itu udah nodong pisau ke arahku, ya karena panik akhirnya aku pukul deh kepala botaknya pakai handphone-ku. Saking kerasnya, jadi pecah dan retak hp aku...pas habis aku pukul, dia jadi kesakitan dan lengah. Makanya kita bisa kabur!!" Athena menjelaskan.


Fiona yang hanya diam sedari tadi ikut menambahi, "Untuk lari dari kejaran mereka, kita sembunyi di gua yang ada di tepi pantai kak sementara, agar penjahat itu enggak bisa nangkep kita. Pas situasi belum kondusif, tiba-tiba aja ada ular di gua itu..karena kaget kita lari kebawah dasar pantai. Gara-gara itu, kakiku kena tusuk bulu babi dan Kak Athena kepleset kegores terumbu karang."


Aku menutup mataku sambil menghembuskan nafas dengan kasar. Hari ini, keberuntungan sedang bersama kedua adikku. Hampir saja mereka diculik oleh orang asing. Ini adalah alasan kenapa aku tidak membiarkan adik-adikku keluar tanpa pengawasan. Bahkan Arjuna dan Arga yang sejatinya laki-laki saja, aku tetap menyuruh orang mengawasi mereka.


"Gimana rasanya, enak? Enak pergi tanpa pengawasan?"

__ADS_1


"Kakak kan udah sering kasih tahu, kalau mau pergi itu harus pake bodyguards. Tapi apa? Kalian keras kepala dan gak mau dengerin omongan kakak. Sekarang lihat akibatnya, ini karena kalian gak nurut!"


Mereka langsung menundukkan kepalanya saat aku mulai mengomeli mereka satu persatu.


"Jangan keras-keras Adrian, mereka lagi sakit...masa langsung dimarahin?"


"Ya ini akibat Papa terlalu memanjakan mereka dan gak bisa tegas. Hampir aja mereka mau diculik atau dibawa pergi entah kemana..."


"Yang penting sekarang udah ketemu dan kembali dengan selamat dan sehat Adrian." Papa masih saja membela.


"Sehat apanya? Ini buktinya luka-luka kan? Mereka itu bisa selamat karena anak buah Adrian sudah menangkap mata-mata itu. Meski Athena sama Fiona menolak, tadi aku tetap menyuruh bodyguards mengawasi mereka. Makanya aku tahu.."


"Besok-besok nurut kalau dikasih tahu..suka gak suka kalau pergi-pergi harus ada bodyguards! Ini menyangkut keselamatan kalian sendiri. Kita ini Keluarga Natadipura, banyak diluar sana yang mencoba untuk menghancurkan kita. Jangan sampai kejadian tadi terulang. Ini berlaku juga untuk Papa, Mama, dan kalian berdua!" Aku menunjuk Arjuna dan Arga.


"Mulai detik ini, kakak akan perketat lagi pengawasannya..jangan ada yang membantah!"


Aku melangkahkan kakiku keluar menuju teras balkon dan melampiaskan amarahku disana.


"ARGHHH.....!!!", Aku berteriak sekencang mungkin. Mood ku benar-benar hancur hari ini. Sudah tidak ingin liburan dari awal, malah sekarang ada tambahan masalah. Kapan Tuhan aku bisa hidup dengan tenang tanpa ada orang yang mengusikku?


***


"Mah..aku takut sama Kak Ian, kayaknya dia marah banget tadi!" kata Fiona.


"Aku juga mah, pah..lihat nih sampe keringet dingin tangan aku. Takut!!" sahut Athena.


"Itu karena Kak Ian sayang sama kalian, makanya dia marah...maksudnya baik kok! Udah ya jangan dipikirkan lagi, yang penting kalian cepet sembuh."


Arjuna mencoba menenangkan Athena dan mengelus rambutnya. Sedangkan Arga yang lebih dekat dengan Fiona, menggenggam tangan adiknya itu.


"Nanti Mama dan Papa akan coba ngomong sama Adrian yah! Kalian tenang saja, disaat-saat seperti ini kita harus saling menguatkan satu sama lain. Jangan sampai lengah dan tetap berdoa pada Tuhan untuk diberi keselamatan. Kalian sekarang tiduran dulu, nanti Mama akan bangunin kalau sudah waktunya makan malam."


"Okay Mah..." jawab Athena dan Fiona bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2