
AUTHOR POV
Nadine sibuk memilah-milah pakaian di walk in closet Adrian yang sekiranya cocok untuk dipakai sementara, karena tube dress miliknya tadi sudah terlanjur kotor dan basah.
Dan pilihan Nadine jatuh pada kemeja Adrian yang berwarna soft blue, karena size-nya sudah yang paling kecil diantara lainnya. Itu pun saja sebenarnya masih kedodoran jika dipakai di tubuh mungil Nadine.
Saking panjangnya, kemeja tersebut batasnya pas diatas lutut bagaikan mini dress. Harap dimaklumi karena memang baju itu bukan miliknya. Perbandingan ukuran tubuh Nadine dengan Adrian sangat berbeda jauh.
Ketika sudah selesai berganti pakaian dan hendak kembali, Nadine mendapati Adrian tidur terlelap dengan tenangnya. Rasanya tak tega kalau dibangunkan, sehingga Nadine membiarkan suaminya itu beristirahat. Apalagi belakangan ini Adrian seringkali sibuk bekerja sehingga jarang punya waktu luang untuk rehat sejenak.
"Kamu pasti kecapekan! Tidur yang nyenyak ya..." ucap Nadine berbisik walaupun Adrian tak bisa mendengar karena dia sedang masuk kedalam alam mimpi.
Cupp...
Nadine mendaratkan kecupannya di pipi Adrian seraya menyugar rambut tebal Adrian.
Sebelum turun ke bawah, Nadine tetap harus kembali ke kamarnya terlebih dulu untuk mengambil dalamaann miliknya. Tapi dia tidak mau berganti pakaian karena terlanjur nyaman dengan kemeja oversized Adrian.
***
Kali ini Nadine ingin membuat masakan yang simple dan cepat jadi, sebab perutnya sudah keroncongan. Macaroni cheese dan chicken strips adalah menu pilihan yang tepat karena proses memasaknya mudah. Nadine juga akan membuat caesar salad kesukaan Adrian.
Dari kejauhan, Adrian yang baru saja menuruni anak tangga mengamati Nadine sedang asyik berkutat dengan peralatan dapur.
Suasana hati Nadine sedang bagus, karena Adrian bisa melihat betapa bahagianya Nadine ketika memasak. Bahkan dia sampai berputar-putar dan berjinjit menari memegang spatula.
Greppp...
Adrian datang menghampiri dan memeluk tubuh Nadine dari belakang.
"Heyyy.." bisik Adrian di telinga Nadine.
"Aaaaahhh!! Kamu bikin kaget aja!" Nadine hampir memukul kepala Adrian dengan spatula yang dipegangnya.
"I'm sorry," Adrian terkekeh pelan sambil mengecup bahu Nadine yang terekspos karena kemeja yang longgar.
"Kamu kok udah bangun aja? Masakannya belum selesai padahal! Aku niatnya tadi bakal bangunin kamu kalau makanan udah siap."
__ADS_1
"Tidurku sudah cukup kok..enggak perlu lama-lama! Terus..ini kamu bikin apa?" Adrian mengintip sekilas masakan Nadine.
"Macaroni and cheese with chicken strips, sama aku tadi bikin caesar salad kesukaan kamu," jawab Nadine sambil menggoreng chicken strips ala deep fried.
"That looks appetizing," mencium aroma masakan Nadine membuat perut Adrian berbunyi kelaparan.
"Hmm..Adrian, ini kenapa kamu belum pakai baju atasan dan cuman pakai celana training aja..?!" protes Nadine.
Melihat Adrian dengan tampilan shirtless selalu membuat Nadine salah tingkah.
"Biarin, aku nyaman seperti ini. Kamu sendiri juga cuman pakai kemejaku yang oversized! Kenapa belum ganti, padahal tadi kamu balik ke kamarmu kan?" Adrian semakin mengeratkan pelukannya.
"Sama kayak kamu, aku juga nyaman pakai baju ini. Kemeja kamu baunya harum, aku suka. Pasti waktu dicuci pakai pewangi yang melimpah sampai awet baunya...pakai apa aja sih?" selidik Nadine penasaran.
Wewangian yang menempel pada tubuh Adrian selalu membuatnya candu dan ingin menghirupnya terus-menerus.
"Kamu tanyalah sama Bibi dan pelayan yang lain, mereka yang mengurus laundry-nya..aku mana tahu!"
"Nanti aku tanya..sekarang kamu lepasin dulu nih pelukannya, aku jadi susah gerak pas masak! Nanti enggak selesai-selesai.."
"Kamu aneh deh..kenapa tiba-tiba jadi agak manja begini? Kemana Adrian yang biasanya jutek?"
"I don't know, aku hanya ingin memeluk kamu saja. Lagian siapa suruh kamu masak? Seharusnya ini jadi tugasnya Ratri dan Maria untuk mengurusi konsumsi kita, tapi kamu lebih memilih untuk menyusahkan diri sendiri!" sindir Adrian.
"Just like I said, aku pingin masakin kamu sesuatu dari hasil tanganku sendiri! Enggak ada salahnya dong kalau aku takeover urusan dapur?!"
Nadine sengaja meminta para pelayan dan karyawan lain untuk kembali ke paviliun agar mereka bisa beristirahat. Itu sebabnya mengapa rumah utama terlihat sepi dan kosong.
"Suka-suka kamu sajalah! Yang penting aku tetap tidak mau melepaskannya!" Adrian tetap kekeuh dengan pendiriannya.
Adrian terus mengabaikan permintaan istrinya itu dan malah semakin menggoda Nadine, dengan membenamkan kepalanya di ceruk leher Nadine seraya menciuminya bertubi-tubi hingga Nadie kegelian.
Cupp...cupp...cupp
"Adrian stop...ini geli.." Nadine tertawa kecil dan berusaha melepas tangan Adrian yang betah melingkar di pinggangnya.
"I don't care.."
__ADS_1
Nadine akhirnya pasrah, tak sanggup lagi membujuk Adrian yang sulit untuk ditentang. Nadine tetap melanjutkan kegiatan memasaknya meski tangan Adrian tak mau lepas.
***
"Adrian..soal tiket liburan ke Los Angeles untuk Mama, Papa dan adik-adik gimana? Tadi kan kita enggak jadi kasih karena ada insiden...you know.." kata Nadine yang sedang menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Aahhh..iya, aku lupa memberitahu! Kamu tenang aja, semuanya udah aku handle. Mama dan Papa akan kesini sebentar lagi, sekalian kita akan bicarakan soal itu."
"Loh, keluarga kamu mau kesini? Kenapa kamu enggak bilang? Aku belum siap-siap tapi, terus aku juga belum menyiapkan jamuan makan untuk menyambut mereka! Gimana dong?" Nadine panik.
"Relax..siap-siapnya bisa nanti setelah kita selesai makan. Nanti biar urusannya para pelayan disini yang menyiapkan hidangan untuk keluargaku," ucap Adrian santai.
Dia tampak tenang dan tidak terlalu repot memikirkan keluarganya yang akan datang ke rumah. Berbeda dengan Nadine yang heboh sendiri.
Adrian mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya dan segera menghubungi para chef dan pelayan yang berada di paviliun.
"Sebentar lagi orang tua saya akan datang ke rumah, kamu dan yang lain tolong siapkan semua yang diperlukan untuk menjamu mereka."
"Iya..kalian urus secepatnya!"
Adrian berceloteh sendiri, lalu menutup panggilan teleponnya.
"See, simple kan..yang kita butuhkan cuma calling karyawan rumah. Mereka yang akan handle, kita cuman tinggal duduk manis!"
"Aku udahan aja makannya, mau siap-siap dulu di kamar dan sekalian dandan!" Nadine mengelap mulutnya yang belepotan dengan sapu tangan di meja makan.
"Mereka datangnya masih 2 jam lagi,"
"Kamu pikir dandan itu enggak butuh waktu lama? Aku enggak mau kelihatan jelek di depan keluarga kamu...bye!!" Nadine beranjak dari kursinya dan mengecup pipi Adrian.
Dengan segala kecepatan yang Nadine punya, dia berlari menuju tangga untuk naik keatas. Adrian hanya bisa menyunggingkan senyumnya dan menggeleng melihat kelakuan Nadine.
"Kamu memang lucu...Nadine. Hanya dalam beberapa bulan, saya bisa terhipnotis dengan kehadiran kamu," batin Adrian dalam hati.
***
Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Kritik dan saran yang membangun juga akan sangat membantu dan diperlukan. Terima kasih.
__ADS_1