
AUTHOR POV
Semakin hari kondisi Nathan semakin membaik. Luka lebam yang terdapat dalam tubuhnya mulai memudar. Leher serta kakinya yang sempat cedera patah tulang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, meskipun Nathan masih harus menggunakan crutch sebagai penopang tubuhnya.
Kini, Adrian, Nadine, dan Nathan tengah mempersiapkan diri mereka untuk kembali pulang ke tanah air. Seperti yang telah dijanjikan Adrian, dia benar-benar menyewa seorang dokter untuk menemani perjalanan mereka kali ini. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan pada Nathan saat penerbangan berlangsung.
Berbeda dengan Nadine yang kelelahan, dan memilih untuk tidur di kamar yang tersedia dalam pesawat, suami dan kakaknya malah masih betah untuk duduk di kursi penumpang untuk mengobrol.
"Saya masih tidak menyangka kalau kamu menikahi adik saya. 3 bulan menghilang, saya sudah kehilangan banyak momen dan langsung dapat kabar mengejutkan," ucap Nathan yang sudah lancar berbicara.
"Kejadiannya memang begitu cepat. Saya bahkan tidak memiliki waktu untuk memejamkan mata sejenak, dan boom...kami sudah sah sebagai pasangan suami istri!" sarkas Adrian.
"Sebenarnya apa motif kamu menikahi adik saya?" Nathan penasaran.
Agaknya Nathan sedikit tidak suka karena adiknya tiba-tiba sudah menikah tanpa sepengetahuannya bahkan tanpa izinnya sama sekali. Hal itu sungguh mengganggu. Bukan karena Nathan tak terima telah dilangkahi, hanya saja dia merasa haknya sebagai kakak tidak dihargai.
Dari dulu Nathan selalu memiliki angan-angan untuk menyaksikan pesta pernikahan adiknya akan digelar dengan mewah. Dia selalu memimpikan Nadine memakai gaun putih yang cantik menawan, sedang berjalan di altar dan didampingi oleh sang ayah. Kemudian Nathan akan sibuk menyibak white veil Nadine yang menjuntai panjang.
"Saya dan adik anda sudah lama mengenal satu sama lain dengan baik. Kita melakukan pernikahan ini atas dasar suka sama suka dan kesepakatan bersama. Sehingga dalam waktu yang singkat kami memutuskan untuk menikah. Tepatnya 1 setengah bulan yang lalu.." ungkap Adrian.
Dengan modal mengarang bebas, Adrian berharap ucapannya tadi bisa meyakinkan Nathan. Bukan tanpa sebab, Adrian dan Nadine sengaja menyembunyikan alasan dibalik pernikahan mereka dari Nathan, yaitu untuk mencegah amukan dahsyat dari sang kakak.
Nadine bisa menjamin 100% kalau Nathan dipastikan murka saat tahu jika dirinya dan Adrian hanya menikah kontrak. Bukan tidak mungkin akan ada pertengkaran hebat nantinya. Dan Nadine tidak mau itu terjadi.
Disamping itu, setelah mengadakan rapat video conference beberapa hari yang lalu, ada fakta baru yang terungkap didalam hardisk milik Harun yang dapat membahayakan kelangsungan hidup Nathan. Itulah mengapa pasutri yang pernikahannya masih seumur jagung itu memilih untuk merahasiakan alasan dibalik pernikahan dadakan mereka.
"Secepat itu? Saya jadi ragu..." Nathan menopang dagunya dengan tangan yang tidak di gips.
__ADS_1
"Ragu bagaimana?" tanya Adrian.
"Di hari dimana Ayah saya meninggal dan saya diculik, adik saya itu baru saja 4 bulan putus dari Sean, mantan pacarnya. Dan saya tahu betul kalau Nadine belum sepenuhnya move on dari lelaki brengsekk itu. Tapi sekitar satu bulan setelahnya, kalau saya tidak salah hitung, kamu langsung menikah sama Nadine.." Nathan menjeda ucapannya.
"Pernikahan kalian terkesan mendadak! Lagipula, mana mungkin Nadine menerima ajakanmu untuk menikah tanpa seizin saya yang posisinya masih hilang? Belum lagi, sikon saat itu Nadine masih dirundung duka karena kematian Ayah kami. Jadi bagaimana dia langsung menikah? Apa kamu memaksanya?" lanjut Nathan.
Skak mat! Pernyataan Nathan sangat menyerang Adrian dan menohok ulu hatinya hingga ke dalam. Semua yang dibeberkan Nathan, membuktikan kecurigaannya yang besar terhadap pernikahan Adrian dan Nadine yang terdengar tidak masuk akal.
"Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saya mengenal Nadine sejak lama. Perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan milik teman saya, yang mana saya menjadi salah satu investor disana. Saya tahu Nadine bekerja sebagai akuntan karena ruangannya tidak jauh dengan ruangan teman saya. Sekelebat, kami sering bertemu di lorong."
"Karena saat itu dia memiliki kekasih, saya tidak mungkin melakukan pendekatan. Baru setelah tahu mereka putus, saya mengambil langkah untuk mengambil hati Nadine. Saya berusaha keras untuk meyakinkannya agar mau menikahi saya. Namun sayang, disaat yang bersamaan..Nadine harus dihadapkan dengan masalah yang bertubi-tubi."
"Mulai dari ayahnya yang meninggal, kakaknya yang menghilang, kemudian pengkhianatan sahabatnya. Nadine begitu terpuruk hingga saya hadir dalam hidupnya. Ditengah-tengah badai masalah, saya tidak mau Nadine merasa sendiri dan kesepian karena tidak punya siapa-siapa. Apalagi saat itu dia diincar banyak musuh yang dulunya punya problem dengan mendiang Pak Harun."
"Berkali-kali dia hampir celaka dan hanya saya pelindungnya saat itu, hanya saya yang bisa dia andalkan. Akhirnya saya mengamankan Nadine dan kami tinggal bersama. Dari intensitas pertemuan kami yang sering itulah, timbul percikan kasih sayang. Hingga akhirnya kami cepat-cepat menikah, karena saya tidak mau kehilangannya."
"Tapi Nadine bukanlah tipe orang yang mudah jatuh cinta..." Nathan masih menyangkal.
"Perasaan orang bisa berubah dengan cepat bukan? Tidak ada satupun di dunia ini yang tahu karena Tuhan maha membolak-balikkan perasaan seseorang. Terkadang, pasangan yang berpacaran lama pun tidak menjamin bisa berakhir bahagia bersama. Terbukti dari kisah saya dan Nadine, tanpa perlu berpacaran kami sudah langsung menikah tanpa bertele-tele!" sahut Adrian tegas.
Adrian menarik sudut bibirnya keatas membentuk senyuman tipis. Dia cukup salut akan kegigihan Nathan yang tidak begitu saja percaya dengan bualannya.
"Maaf, kalau perkataan saya terlalu kritis dan menyinggung anda. Saya hanya bersikap protektif terhadap adik perempuan saya, karena hanya dia satu-satunya orang yang saya punya sekarang. Rasa sayang saya begitu besar hingga saya takut dia terluka atau jatuh ke tangan orang yang salah.."
"Tidak masalah. Saya paham itu, karena saya juga punya adik perempuan, 2 malah. Mereka cukup merepotkan, tapi saya sangat sayang mereka. Yang anda lakukan itu wajar."
Adrian bersyukur karena kecurigaan Nathan mulai mengendur. Dari raut wajahnya, Nathan terlihat sedikit melunak dan mampu mencerna penjelasan Adrian dengan baik.
__ADS_1
"Kenapa anda tertawa?" Adrian keheranan melihat Nathan yang terkekeh.
"Ini efek dari keterkejutan saya yang menyadari kalau Nadine tidak lagi melajang. Dan kalau dipikir-pikir, ini sangat random! Saya memang memiliki bayangan kalau Nadine akan menikah nantinya. Hanya saja, masih terasa aneh kalau secepat ini. Apalagi menikahnya dengan orang yang besar seperti anda, Adrian Natadipura."
"Anda terlalu memuji.."
"Jangan besar kepala, itu bukan pujian!"
Keduanya tertawa pelan dan menatap satu sama lain.
"Saya belum menikah, jadi saya tidak bisa memberi wejangan apa-apa karena belum pengalaman. Tapi saya berpesan satu hal, tolong jangan sakiti perasaan adik saya! Berikan dia kasih sayang dan cinta yang melimpah agar dia dapat merengkuh kebahagiaan. Kalau kamu berani macam-macam, kamu akan berhadapan dengan saya!" Nathan memberikan sebuah ultimatum.
"Kita lihat nanti..." Adrian memberikan sebuah jawaban yang samar-samar.
"Meski tangan saya belum sembuh sempurna, bogem mentah saya tetap berfungsi dengan baik. Kamu tidak mau kan berakhir di rumah sakit seperti Sean? Saat dia selingkuh dari Nadine, saya menghajarnya habis-habisan sampai dia menginap 2 hari di rumah sakit!" seru Nathan bersemangat.
"Sean memanglah pecundang! Dengan ayahnya saja ia tidak berani, jelas menciut kalau berhadapan dengan anda tentunya!" balas Adrian.
"Kamu mengenal Sean?"
"Ya, saya cukup mengenal dirinya dan seluk beluk keluarganya. Dan faktanya, ada sesuatu hal yang perlu anda tahu mengenai Sean.."
Nathan mengernyitkan alisnya penasaran, "Apa maksud kamu?"
Adrian lalu mulai bercerita tentang huru-hara yang menimpa Nathan dan Pak Harun. Ia juga menjabarkan secara detail, bagaimana keterkaitan keluarga besar Sean Malik-Santoso didalamnya dan apa saja huru-hara yang ditimbulkan terhadap Nadine selama Nathan tidak ada.
***
__ADS_1
Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya teman-teman..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Terima kasih.