
...ADRIAN...
Cinta.
Apa sebenarnya definisi dari arti kata cinta itu sendiri? Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai.
Jika kalian bertanya apakah aku pernah jatuh cinta, maka jawabannya adalah iya. Aku pernah jatuh cinta.
Tapi sayang, terakhir kali aku merasakan indahnya cinta, perempuan yang kukira akan menjadi pendamping hidupku malah memilih untuk pergi meninggalkanku selama-lamanya.
Tidak banyak orang yang tahu tentang kebenaran hubunganku dengan Naomi saat itu. Ketika banyak orang yang menuduhnya bermain api di belakangku, faktanya Naomi tidak begitu.
Waktu itu, Valerie--perempuan yang menyukaiku, sengaja menjebak Naomi dengan menyewa pria untuk datang ke apartemenku disaat aku sedang di luar negeri untuk perjalanan bisnis. Selama aku dan Naomi berpacaran, kami memang sudah tinggal bersama.
Awalnya pria tersebut hendak berbuat sesuatu yang jahat pada Naomi atas suruhan Valerie. Tapi karena Naomi bukanlah perempuan yang mudah dikelabui, dia membalasnya balik dengan menyewa seorang perempuan untuk ikut serta bermain mengikuti alur permainan Valerie.
Sekalian saja, Naomi memanfaatkan situasi ini untuk membebaskan diri dari belenggu orang tuanya yang kerap mengekang kehidupan Naomi.
Mereka selalu menganggap Naomi sebagai mesin pencetak uang, bukan sebagai Naomi--putri mereka yang pantas untuk dihormati dan dihargai dengan nilai yang tinggi.
Naomi memiliki ide brilian dengan sengaja membuat skenario perselingkuhan sekalian, untuk membuat citra keluarganya memburuk di mata masyarakat karena memiliki anak gadis yang berkelakuan buruk.
Kemudian Naomi mengedit video perempuan yang disewanya sedang melakukan affair dengan Aaron--pria suruhan Valerie, menggunakan aplikasi canggih seolah-olah perempuan yang ada di rekaman itu adalah dirinya.
Aku bisa memastikan kebenaran itu karena aku mengecek CCTV apartemenku sendiri dari jauh.
Dan benar saja, keinginan Naomi tercapai. Setelah video amatir yang di setting olehnya tersebar ke media, semua bisnis keluarganya hancur lebur dalam hitungan jari. Ayah dan ibunya malu sejadi-jadinya melihat berita buruk tentang Naomi di berbagai media cetak dan media sosial.
Mendengar kabar tersebut, aku ingin sekali kembali pulang dan menemui Naomi secara langsung. Tapi dia menolak usulanku. Naomi menyuruhku untuk tetap tinggal di Paris hingga urusan pekerjaanku selesai. Naomi yakin dia bisa mengatasi masalah ini sendiri.
Karena dasarnya aku adalah orang yang tidak bisa diam, aku pun ikut turun tangan menghancurkan bisnis keluarga Naomi dari jauh. Alasannya, karena mereka telah membuat Naomi--perempuan yang dulu aku cintai menderita.
Sejujurnya ketika aku masih menjalin hubungan dengan Naomi, aku tidak pernah tahu kemelut masalah di keluarganya. Naomi adalah perempuan yang tidak terlalu banyak bicara ataupun bersikap terbuka padaku. Sehingga aku baru tahu jika selama ini keluarganya memperlakukan dia dengan buruk.
Naomi selalu terlihat baik-baik saja dan tampak bahagia kala membahas tentang keluarganya. Aku pun beberapa kali kerap bertemu dengan mereka untuk sekedar makan bersama dan melakukan kesepakatan bisnis. Jadi aku tidak pernah menaruh rasa curiga.
__ADS_1
Tapi ternyata, aku kecolongan waktu itu. Usiaku yang masih muda membuatku terlalu naif dan tak bisa membaca situasi yang menimpa kekasihku. Aku terlalu arogan dan sibuk dengan duniaku hingga mengabaikan Naomi.
2 bulan setelah berita tersebar, aku baru bisa pulang dari Paris dan segera menemui Naomi yang berada di kediaman orangtuanya. Keadaan Naomi begitu mengkhawatirkan. Naomi yang kulihat adalah sosok perempuan yang berbeda dari biasanya. Wajahnya tampak lesu, kantong hitam dibawah matanya terlihat jelas, tubuhnya juga tak terawat dan kusam.
***
-Flashback On-
"Adrian...bawa aku pergi ke luar negeri, aku mau pergi dari sini! Aku benci keluargaku!" Naomi menangis meraung-raung di pelukanku.
"Iya, aku akan bawa kamu pergi..kamu ikut aku sekarang dan aku akan persiapkan keberangkatan kita menuju London, kota yang kamu selalu impikan..benar kan?" ucapku menenangkannya.
Naomi hanya mengangguk tapi dia menolak pergi bersamaku.
"Aku tunggu disini saja, kamu pulang dulu untuk urus dokumen dan mengepak beberapa barang. Nanti kamu kembali kesini untuk jemput aku.." lirihnya pelan.
"Kenapa kita tidak pergi bersama? Akan lebih aman kalau kamu ikut denganku Naomi!!"
"Please Adrian...turuti aku kali ini, pergilah! Nanti juga kita akan ketemu lagi kan..aku hanya ingin sendiri saat ini sebelum kita berdua pergi ke London.."
-Flashback Off-
***
Dan ketika aku hendak kembali untuk menjemput Naomi di rumahnya, tampak di depan mata, Naomi terlihat berlarian keluar dari sana sambil membawa koper besar dan tergesa-gesa masuk ke mobilnya.
Mobil kami berdua sama-sama berpapasan. Tapi sepertinya Naomi tak menyadari hal itu karena terlanjur pergi terburu-buru. Dan akhirnya kuputuskan untuk membuntutinya dari belakang.
Saat itu aku curiga karena Naomi menyusuri jalanan sepi yang berada di tengah-tengah hutan. Aku telah membunyikan klakson dan mencoba menyalip mobilnya agar berhenti, namun Naomi tak mau mendengar. Dia tetap terus melaju mengabaikan kehadiranku.
Sampai suatu momen, mobil yang dikendarai Naomi oleng dan menyerempet pembatas jalan.
Duaarrrrr.....
Kecelakaan tunggal tak bisa terhindarkan lagi.
__ADS_1
Mobil Naomi terpelanting jauh hingga suara percikan body mobil yang tergesek aspal masih terdengar jelas di telingaku.
Naomi dinyatakan sudah tak bernyawa di tempat kejadian oleh pihak medis.
Aku berteriak kencang. Tubuhku luruh ke jalan. Genangan air mata membasahi pelupuk mataku. Dalam hati, aku berharap jika perisitiwa yang baru kulihat adalah sesuatu yang tidak nyata. Sesuatu yang hanyalah bunga tidur sesaat.
Satu yang paling kusesali saat itu hingga membuat hatiku sesak, yaitu ketika aku mengetahui fakta bahwa Naomi meninggal dalam keadaan mengandung usia 8 minggu. Setidaknya itulah yang dikatakan dokter.
Deghhh....
Hatiku benar-benar remuk dan hancur. Pikiranku kacau dan linglung. Bisa kalian bayangkan sendiri bukan? Tak hanya satu, tapi aku kehilangan dua orang yang aku sayangi sekaligus di hari yang sama.
Naomi dan calon anakku.
Ya, bayiku. Naomi tengah mengandung buah hati kami namun sayangnya dia telah pergi selama-lamanya dari dunia ini. Meninggalkanku terpuruk dalam lautan penyesalan.
Andai aku bisa mengulang waktu, aku tidak akan meninggalkan Naomi dan kembali ke rumah. Mungkin dengan begitu nyawa Naomi bisa terselamatkan. Takdir Tuhan tidak ada yang pernah tahu.
Dalam penyelidikan, dinyatakan terdapat sebuah kejanggalan pada mobil yang dikendarai Naomi, mobil tersebut telah di sabotase dan rem-nya dibuat blong.
Berdasarkan penemuan detektif yang menelisik kasus Naomi lebih dalam lagi, disebutkan bahwa pelaku utama yang menyabotase mobil Naomi adalah Valerie.
Ironisnya, Valerie bekerja sama dengan Galih untuk memisahkan aku dan Naomi. Mereka berdua lah yang telah merenggut Naomi dan calon bayiku.
Alasan kenapa Naomi memutuskan pergi dariku waktu itu, karena Galih dan Valerie telah mengancam akan melenyapkan kandungannya jika ia tak segera meninggalkanku.
Mulai detik itu, aku membuat perhitungan pada Valerie dan menjebloskannya ke dalam penjara. Aku mengakuisi perusahaan keluarganya dan mengambil alih semua aset pribadinya. Aku membuat hidup Valerie terlunta-lunta hingga dia tak memiliki tempat berlindung.
Hanya Galih yang belum mendapatkan balasannya...dan sebentar lagi, dia akan menerima balasannya dari tanganku sendiri.
***
Perjuangan sekali bikin chapter ini karna bolak balik revisi, entah kenapa 😠So, jangan lupa untuk kasih like, komen, hadiah, dan vote nya ya teman-teman..supaya Author lebih semangat untuk up nya 😊
Sempatkan juga untuk membaca karya author yang lain ya, judulnya "Om Duda I'm Coming", di apk ini juga kok. Terimakasih.
__ADS_1