Favorite Sin

Favorite Sin
AN AFFAIR


__ADS_3

AUTHOR POV


"Sebelum Mama memberitahukan kamu, Mama harap kamu bisa berpikir jernih dan tidak berburuk sangka dulu ya..semuanya yang akan Mama ceritakan hanyalah seonggok masa lalu dari Adrian.."


Mama Diana menangkup kedua tangan Nadine dengan erat, kemudian meletakkannya diatas pahanya.


"Iya Mah..apapun itu Nadine siap mendengarkannya.." jawab Nadine dengan perasaan yakin.


"Tepat sekitar 8 tahun yang lalu, Adrian pernah dihadapkan pada suatu peristiwa yang cukup kelam. Kekasih hatinya yang bernama Naomi, kedapatan berselingkuh dengan laki-laki lain. Orang itu adalah anak dari rekan bisnis Papanya Naomi. Parahnya, mereka ketahuan melakukan hubungan badan di apartment milik Adrian."


"Adrian pernah diselingkuhi?" batin Nadine dalam hati.


"Kamu bisa membayangkannya sendiri, bagaimana hancurnya hati Adrian saat itu. Dia begitu sakit hati hingga terpuruk dan depresi. Penyakit mental Adrian yang belum lama sembuh pasca meninggalnya Imelda--ibu kandungnya, kembali muncul kala mendapat pengkhianatan dari Naomi."


"Memangnya seberapa jauh Mah..hubungan Naomi dengan Adrian?" Nadine rasanya gatal apabila tidak bertanya.


Dia ingin mengorek informasi sebanyak mungkin, mumpung ada Mama Diana sebab Nadine tak mungkin mendapatkan jawaban ini dari Adrian.


"Mereka berdua hampir menikah."


DEGHH....


Hati Nadine cukup tersentak mendengar hal tersebut. Adrian hampir saja menikah dengan Naomi, yang berarti..Adrian sangat cinta dan serius dengan perempuan tersebut.

__ADS_1


Entah kenapa hati Nadine sedikit cemburu ketika mengetahui fakta jika Adrian pernah mencintai seseorang. Hatinya diliputi rasa iri karena Naomi sangat beruntung bisa dicintai oleh seorang Adrian yang hatinya dingin dan beku bagaikan es.


"Adrian berencana untuk melamar Naomi setelah menyelesaikan pendidikan S2 nya di Oxford. Tapi ternyata, realitanya tak sesuai dengan ekspektasi. Hubungan yang 5 tahun telah terjalin harus kandas karena ternodai oleh perselingkuhan. Adrian adalah tipe orang yang sangat terorganisir dan paling tidak suka jika planning-nya berantakan, jadi peristiwa itu cukup mengganggu mentalnya."


"Aku penasaran sama apa yang dilakukan Adrian saat itu Mah? Aku yakin dia enggak akan tinggal diam saat ada orang yang berani mengkhianatinya," kata Nadine.


"Tepat sekali! Kamu ternyata mengenal baik watak dari suami kamu." Mama Diana sejenak tertawa pelan. "Adrian merasa tidak terima karena dikhianati oleh Naomi.


Tidak salah. Tinggal bersama Adrian selama beberapa bulan, Nadine sedikit tahu bagaimana sikap dan perilaku Adrian hanya dengan membaca situasi.


"Adrian membuat bisnis percetakan milik selingkuhan Naomi bangkrut hingga ke akarnya hanya dalam hitungan jari. Semuanya habis tak bersisa hingga hancur. Tak hanya itu, Adrian juga mengusik ketenangan laki-laki tersebut beserta keluarganya. Sampai-sampai mereka cukup stress dan ketakutan karena hukuman dari Adrian tak main-main."


"Karena tidak kuat dengan teror yang diberikan, laki-laki tersebut dan keluarganya memutuskan pergi dari sini dan pindah ke kota lain. Mereka akan membangun kerajaan bisnis lagi mulai dari 0."


"Hal yang sama berlaku pada Naomi sekeluarga. Perusahaan mereka juga dihancurkan Adrian habis-habisan. Papanya Naomi terkena serangan jantung dan stroke berat karena kehilangan sumber keuangan mereka. Naomi sendiri juga ikut linglung karena selingkuhannya pergi meninggalkan dia dalam keadaan hamil muda."


"Lalu, Naomi sekarang dimana Mah? Dan apa hubungannya dengan Valerie?"


Rasa keingintahuan Nadine membuncah mendengar perihal kabar terkini tentang Naomi.


"Naomi..sudah..meninggal sayang.." ucap Mama Diana dengan ragu-ragu.


Nadine sangat terkejut hingga melepaskan genggamannya dari Mama Diana. Matanya terbelalak lebar sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan.

__ADS_1


"Mama..serius?!" Nadine memekik tak percaya.


"Iya, Naomi meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Waktu itu, dia berusaha kabur dari Adrian yang sudah bersumpah untuk membalaskan dendamnya pada Naomi. Karena tergesa-gesa ingin melarikan diri, Naomi menyetir dengan keadaan kalut hingga menabrak pembatas jalan. Dia dinyatakan meninggal di tempat."


Mama Diana menerangkan dengan matanya yang mulai sembab. Tisu yang ada diatas meja langsung diraihnya untuk mengusap buliran air mata yang jatuh di pipi tanpa disadari.


"Untuk Valerie, dia adalah orang yang membantu Naomi untuk kabur. Bahkan Valerie yang mengatur perselingkuhan Naomi dengan kekasih gelapnya itu--Aaron. Dia yang menghasut mereka berdua untuk bermain serong," lirih Mama Diana.


"A--aapaa alasannya Mah?" Nadine sedikit tercengang.


"Valerie jatuh cinta dengan Adrian. Dia tak terima kalau Adrian dan Naomi hidup bahagia. Dan satu lagi Nadine...Valerie juga ikut andil dalam kecelakaan Naomi. Rem mobil yang dikendarai Naomi sudah disabotase oleh Valerie beberapa jam sebelum kejadian."


Nadine begitu emosional mendengar kisah pilu Adrian yang cukup menguras emosi. Masa lalu suaminya begitu kelam dan gelap. Pantas saja Adrian membentengi hatinya dengan lapisan ratusan baja. Semua itu bukan tanpa sebab karena Adrian telah berulang kali dikecewakan oleh orang-orang sekitarnya.


Saat ini, yang Nadine inginkan hanyalah pulang. Dia ingin pulang untuk menemui Adrian dan memeluknya dengan erat. Mendekapnya dengan hangat dan mengatakan pada suaminya itu, bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Mulai hari ini, di jam ini, dan di detik ini pula..


Nadine akan berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakan Adrian dan membuatnya terlepas dalam belenggu kesedihan. Dia bertekad kuat untuk membangkitkan semangat hidup Adrian kembali.


Apakah Nadine bisa? Belum tentu. Dia tidak memiliki jawabannya untuk saat ini karena hidup Adrian sudah terlampau berantakan.


Tapi bukankah tidak ada salahnya untuk mencoba?

__ADS_1


***


Mohon kesediaannya untuk teman-teman agar memberi like, vote dan hadiah ya..agar author lebih semangat dalam berkarya 😊 Kritik dan saran yang membangun juga akan sangat membantu dan diperlukan. Terima kasih.


__ADS_2