Favorite Sin

Favorite Sin
SOMEONE FROM THE PAST


__ADS_3

AUTHOR POV


Adrian dan Nadine tiba di bandara Turin pada pukul 2 siang waktu setempat. Didampingi oleh 4 bodyguard yang telah menanti, mereka berjalan menuju private lounge.


"Kenapa kita ke lounge?" tanya Nadine kebingungan. Dia pikir setelah mendarat di Turin, maka mereka akan langsung cepat-cepat menemui Nathan, kakaknya.


"Saya harus bertemu dengan seseorang dulu, jadi kamu harus temani saya!" ucap Adrian seraya berjalan cepat.


Nadine mendengus kesal karena tak bisa mengimbangi langkah kaki Adrian yang terlalu cepat, "Bisa enggak kamu menungguku sebentar? Jalannya pelan-pelan aja dong! Emang buru-buru banget?"


"Bukan saya yang terlalu cepat, tapi kamu saja yang lambat!" ejek Adrian.


"Ish..aku enggak lambat, kamu tuh yang kecepetan!" protes Nadine.


"Stop untuk berisik Nadine, tinggal jalan cepat apa susahnya sih? Lagipula bagasi juga udah ada yang bawain! "


"Ya kalau mau cepat kenapa kita enggak pakai golf car assistant aja?! Kan biasanya ada di bandara, duit kamu kan banyak..sewa lah!"


Adrian melirik ke arah Nadine sejenak, "Jangan manja! Dari terminal ini ke lounge jaraknya tidak jauh,"


"Alternatif lain ya istrinya itu digandeng kalau jalan, enggak gentleman banget sih! Jalan pelan-pelan kam enggak ada ruginya buat kamu.."


Adrian terpaksa menghentikan langkahnya sejenak, "Pertama, saya tidak pernah mengaku sebagai gentleman. Kedua, saya rugi..rugi waktu karena mendengar ocehan kamu! Kalau kamu terus mengomel seperti ini, kita enggak akan sampai-sampai!"


Keempat bodyguard Adrian cukup bingung melihat bos-nya yang sedang berseteru dengan istrinya di tempat umum. Biasanya pasangan suami istri pasti saling bersikap mesra satu sama lain, tapi bos-nya kali ini berbeda. Alih-alih perlakuan manis yang ditampakkan, keduanya malah berdebat layaknya kucing dan tikus.


Rombongan Adrian masih terus berjalan menyusuri bandara. Nadine yang jalannya agak sedikit tertinggal, tak sengaja tiba-tiba ia bertabrakan dengan seorang perempuan yang usianya hampir sebaya dengannya.


"Awwww..." Nadine meringis kesakitan saat tubuhnya jatuh ke lantai.

__ADS_1


Salah satu bodyguard Adrian yang menyadari itu langsung dengan sigap membantu Nadine untuk berdiri, "Nyonya tidak apa-apa?"


"Saya enggak apa-apa kok.." jawab Nadine seraya menebas-nebaskan tangannya.


Bodyguard itu segera memberikan Nadine selembar tisu basah dan hand sanitizer untuk sanitasi. Sedangkan Adrian, batang hidungnya tak terlihat sama sekali. Saking tidak pedulinya pada Nadine, Adrian sudah berjalan jauh meninggalkannya begitu saja tanpa tahu kalau istrinya baru saja jatuh.


Perempuan yang menabrak Nadine tadi menyampaikan permohonan maafnya, "I'm really sorry, I didn't mean to hit on you. I didn't do it on purpose!" (Aku minta maaf ya, aku enggak sengaja menabrak kamu)


Nadine tersenyum tipis, "It's okay.. I'm fine, are you okay?" (Aku enggak apa-apa kok, kamu baik-baik saja kan?)


"Yes, I'm fine too... only my coffee is the victim here. But it's totally fine, the blame is one me! I didn't see it clearly while walking around," perempuan itu menoleh pada segelas kopi miliknya yang tumpah ke lantai.


(Ya, aku baik-baik saja..hanya kopi yang menjadi korbannya. Tapi tak apa, memang kesalahan ada padaku yang tak melihat saat berjalan)


"Please be careful, next time! It's better to get focus during the walk, so it don't harm other people!"


Bodyguard Adrian menegur perempuan itu dan membuat wajahnya berubah jadi canggung.


"Sudahlah biarkan saja...namanya juga accident, siapa yang tahu?!" Nadine menengahi.


Bodyguard itu pun mengangguk dan memberi kabar pada rekan lainnya atas insiden jatuhnya Nadine lewat earpiece yang terkoneksi. Meski kejadian ini sepele, dia tetap harus lapor pada Adrian yang sudah melenggang jauh sejak tadi.


"Kamu bisa bahasa?" tanya perempuan itu.


"Iya, saya orang Indonesia."


"Ahh..dunia sempit juga ya! Sama dong sepertiku..aku juga dari Indonesia. Sekali lagi aku minta maaf ya atas kekacauan ini, untung kopi-nya tidak tumpah banyak ke baju kamu!"


"No problem, ini kena sedikit! Sering terjadi sepanjang waktu..santai saja! Aku pergi dulu ya..soalnya buru-buru," bodyguard Adrian telah memberi kode pada Nadine untuk bergegas menyusul Adrian.

__ADS_1


"Eh tunggu, ini punya kamu jatuh tadi..untung enggak ikut basah pas jatuh!" perempuan itu memberikan scarf Nadine yang jatuh.


"Uhhmm ya, ini scarf milikku. Terima kasih."


"Motif scarf kamu mengingatkanku pada seseorang!" perempuan itu tersenyum-senyum sendiri seperti mengingat suatu memori.


"Benarkah? Sebenarnya scarf ini milik suamiku, aku tidak tahu dia membelinya dimana!" ucap Nadine.


Tak lama Adrian pun datang dari kejauhan dan mulai mengomeli Nadine, "Nad, kenapa lama banget sih..ayo cepat saya sudah terlanjur ditunggu orang di lounge!"


"Iya maaf, tadi aku habis jatuh terus ini kakiku agak sakit..mana ini kotor lantainya kena tumpahan kopi!" Nadine sedikit menepuk-nepuk bajunya.


"Selalu aja ceroboh.." Adrian membantu Nadine mengelap tangannya dengan tisu basah dan mengecek kaki Nadine.


Perempuan yang menabrak Nadine tadi mulai bersuara lagi, "Maaf..itu bukan kesalahan dia, tapi aku! Aku yang sudah menabraknya secara tak sengaja!"


DEGHH...


Adrian yang merasa familiar dengan suara yang keluar dari mulut perempuan itu langsung menolehkan kepalanya.


"Adrian..?!!"


"Valerie..??"


Keduanya saling berucap bersamaan menyebutkan nama masing-masing.


***


Mohon maaf agak slow update, karena author sedang tidak enak badan! jangan lupa kasih like, hadiah, dan beri vote agar author lebih semangat lagi ya up nya.. terimakasih 😁

__ADS_1


__ADS_2