Gemilang Ku

Gemilang Ku
10 ~ Lebih cantik jika tersenyum


__ADS_3

Gemilang masih melongo atas apa yang dilakukan oleh gadis itu, harga dirinya sudah habis terinjak-injak.


Apa? gadis ini memberi nya selembar uang seratus ribuan.


Seorang Gemilang Galaxio Kusuma diberi uang hanya karena memberikan dia tumpangan, memang nya ia pikir dirinya supir taksi.


Masa bodoh lah, biar saja gadis itu disana sampai malam , karena jalanan sepi ini sangat jarang taksi lewat jika tidak memesan taksi online itu pun jika ada yang mau ke jalan ini.


.....


Mou melihat langit yang memang sudah tidak bersahabat, rintikan hujan mulai turun membasahi bumi, ia berlari kecil menuju sebuah halte yang sepi itu.


Pikirannya menerawang kemana-mana, memikirkan takdir yang memang tidak pernah berpihak kepada nya.


Kini ia pasrah, benar-benar pasrah karena ponselnya telah mati sedari tadi. . .


"Ma, Mou kangen" ucapnya menatap langit dengan awan yang menggumpal, setetes air mata membasahi pipi mulusnya.


Kepergian Mama nya semenjak ia sekolah menengah membuatnya benar-benar kehilangan segalanya, tidak ada lagi Papa yang menyayanginya, tidak ada lagi Abang-abang nya selalu berkumpul di rumah.


Mou duduk dibawah dengan memeluk kedua kakinya, ia benamkan wajahnya disela-sela lututnya.


Isakan demi isakan lolos pada bibir mungil itu, tubuhnya bergetar naik turun , suara rintik hujan sore ini menemani kesendiriannya.


ia mengabaikan tubuhnya yang mulai basah karena tetesan air yang berjatuhan dari langit. Tubuhnya mulai diterpa oleh dinginnya hujan.


Begitu merasa ada sesuatu yang menyelimuti tubuhnya Mou mendongak, wajah nya langsung bersitatap dengan Gemilang , lalu beralih pada jaket yang melingkupi tubuhnya.


Mou berdiri dan hendak melepaskan jaket Gemilang "aku nggak butuh" ucapnya dengan bibir yang bergetar karena tangis dan juga kedinginan.


"maafin aku" ucap Gemilang mendekap erat tubuh Mou yang rapuh itu, pasti gadis ini menangis karena ketakutan telah ia tinggalkan, rasa bersalah menyeruak di dalam dadanya.


Tangis Mou semakin pecah ketika Gemilang memeluknya dengan erat, entah kapan terakhir kali ada yang memeluknya dan mencemaskan dirinya seperti ini.


Mou tidak mengingatnya. . . .


"ayo aku anter pulang, jangan membantah lagi" ucap gemilang menepuk-nepuk punggung Mou yang terus bergetar.


Mou menatap Gemilang sejenak , lalu mengangguk dengan wajah yang beruraian air mata.


"jangan nangis terus" ucap Gemilang mengusap air mata yang berjatuhan pada wajah Mou.


Gemilang membantu Mou untuk masuk kedalam mobilnya. . .


Melihat Mou dengan baju yang basah dan kedinginan itu membuatnya tak tega.


"lepas baju kamu yang basah" ucap Gemilang yang membuat dahi Mou berkerut.


"pakek jaket aku aja, nanti kamu masuk angin , aku nggak bakal lihat kok" ucap Gemilang mengalihkan pandangannya membelakangi Mou.


Mou menurut begitu saja, karena sebenarnya ia juga sangat kedinginan, bibirnya pun sudah mulai memucat, ia melepaskan baju nya lalu memakai jaket Hoodie milik Gemilang yang begitu hangat dan nyaman.


"sudah" ucap Mou.


Gemilang menggaruk tengkuknya, kenapa ia bisa jadi sok keren seperti ini "i-iya".

__ADS_1


"kamu tinggal dimana?" tanya Gemilang yang sudah mulai melajukan mobilnya.


"di Munaj Hotel's, cabang satu"


Gemilang nampak mengangguk, tempat yang dimaksud Mou searah dengan arah rumahnya. dan tidak terlalu jauh.


Setelahnya hanya keheningan yang membentang begitu lama, sebelum akhirnya Gemilang menghentikan mobilnya tepat di depan Munaj Hotel's.


"udah samp--" Gemilang terdiam ketika gadis cantik disebelah ini tertidur.


Niat Gemilang ingin menggendongnya sampai kamarnya, namun baru saja Gemilang membukakan pintu mobil untuk Mou , Mou sudah membuka matanya.


"sudah sampai ya" ucapnya sambil mengerjapkan matanya yang belum terbuka sempurna.


"iya".


Mou keluar dari mobil, sedangkan Gemilang mengambil paper bag Mou di bagasi nya.


"ayo biar aku bawakan" ucap Gemilang yang sudah menenteng beberapa paper bag.


"nggak usah Gem, makasih ya".


Gemilang tercengang dibuatnya, baru kali ini Mou memanggil namanya.


"iya Mou" ucap Gemilang ikut menyebutkan nama yang cantik dan cukup unik itu.


"maaf ya nggak bisa ngajak kamu mampir, aku tinggal sendiri soalnya" ucap Mou mengambil alih paper bag nya.


"iya gapapa Mou".


Gemilang mengangguk begitu saja dan terus mengamati langkah kaki Mou yang mulai menjauhinya.


"Mou!" panggil Gemilang.


"iya" jawab Mou lalu menoleh.


"kamu lebih cantik jika tersenyum daripada menangis" ucap Gemilang lalu pergi begitu saja.


Sungguh malu bukan kepalang, kenapa mulutnya berubah menjadi manis seperti ini hanya karena melihat gadis itu terus menangis.


Sedangkan Mou masih saja mematung mendengarnya, pipi begitu merona saat dipuji seperti itu.


"dasar" gumam Mou dengan bibir yang terus melengkung.


.


.


.


Ceklek. . .


Mou membuka pintu kamarnya, dia berada di kamar VVIP, kamar yang luas dan juga ada dapur nya, lebih mirip seperti apartemen sih.


kamar ini dikhususkan hanya untuk keluarga nya saja. . .

__ADS_1


"Dek" panggil seseorang yang sudah menunggu Mou sedari tadi.


Mou menjatuhkan paper bag nya karena kaget.


Lalu menghela nafasnya setelah tahu siapa yang sedang duduk disana.


"Abang" ucap Mou lalu mendekat dan mencium tangannya.


Roman memperhatikan penampilan Mou dari atas hingga bawah "darimana? , jaketnya siapa?" tanya nya beruntun.


Mou ikut duduk di sofa "abis dari mall bang, terus kehujanan di pinjemin jaket sama teman" jawab Mou.


"cowok ya" goda Roman yang membuat pipi Mou kembali bersemu.


"Abang ih apaan".


Tapi jika dilihat-lihat Roman tidak asing dengan jaket itu, tapi entah lah ia lupa. . .


"Abang seneng dek kalo kamu udah move on dari Bara" ucap Roman kembali serius.


"pelan-pelan Abang".


"iya dek, selama kamu disini kamu adalah tanggung jawab Abang" ucap Roman mengusap rambut adiknya.


Mou mengangguk "tapi Mou nggak mau ngerepotin Abang".


"ssstt, nggak repot kok , Abang udah sediain supir buat kamu biar Abang nggak khawatir".


"nggak usah bang".


Roman menggeleng "kamu pilih supir atau tinggal sama Abang" ucap Roman dengan tegas.


"iya , supir aja" ucap Mou pasrah.


"kamu tenang aja Papa nggak bakal ganggu kamu kok" ucap Roman yang sudah tahu dengan kejadian siang tadi.


"iya bang".


"kamu nggak mau magang di hotel aja Mou?" tanya Roman lagi.


"nggak bang, Mou mau dikantor aja"


"nanti Abang cariin ya" ucap Roman dan dibalas anggukan oleh Mou.


"mandi dulu gih, abis itu makan Abang udah masak tumis kangkung sama cumi kesukaan kamu".


"beneran" ucap Mou bersemangat "makasih Abang" lanjutnya lalu memeluk sosok Abang yang sangat ia rindukan kehadirannya.


.


.


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋

__ADS_1


__ADS_2