Gemilang Ku

Gemilang Ku
39 ~ Khawatir


__ADS_3

Mata Mou mengerjap perlahan saat mendengar seorang memanggilnya, ia membuka matanya yang terasa berat itu.


Matanya bersitatap langsung dengan mata teduh Gemilang yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.


Tidak!


khawatir kan saja Ilona mu itu!


"mana yang sakit?, kita kerumah sakit saja ya" ucap Gemilang menggenggam tangan Mou.


Mou melepaskan tangan Gemilang, lalu menatapnya dengan tajam "saya mau istirahat pak, lebih baik bapak pergi darisini" ucap Mou lalu membalikkan badannya membelakangi Gemilang.


Gemilang bisa melihat sendiri, punggung wanita itu bergetar, Mou pasti menangis itu adalah hal yang tidak bisa ia sembunyikan dari Gemilang, Gemilang tahu betul bagaimana cengengnya wanita itu.


Gemilang segera melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Bukan untuk pergi, melainkan untuk meminta kompres perut pada dokter, dan tak lupa menyuruhnya untuk membelikan makanan untuk Mou.


Beberapa saat Gemilang kembali keruang itu, menatap Mou yang masih diposisi yang sama.


"makan dulu ya" ucap Gemilang lembut, ia tahu wanita itu tidak sedang tidur "kalo aku salah, aku minta maaf" hanya itu kata yang ada dipikiran Gemilang.


Tidak ada jawaban..


Gemilang mendekati Mou, duduk disisi ranjang lalu menaruh kompres itu pada perut Mou dan tidak ada penolakan.


"tidur aja sebentar, nanti kalo udah enakan baru makan" ucap Gemilang yang seolah berbicara sendiri.


Ingin sekali rasanya ia tidur disamping Mou dan memeluknya, rasa ingin menikahi wanita ini semakin kental, bahkan semakin ia mengenal Mou dan semakin tahu semua kekurangannya semakin besar pula rasa sayang Gemilang padanya.


Sudah hampir satu jam lamanya Gemilang menemani Mou dalam diam diruangan itu, ia terlihat gelisah sembari menatap kearah jam tangan mewah nya.


Ia ada rapat penting siang ini, dan ia harus bersikap profesional bukan?


Ceklek..


Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dan membuat Gemilang sedikit kaget melihat sosok Ibel yang membukanya.


"Gem" ucapnya menatap Mou dan Gemilang secara bergantian.


"bel. . . Lo kok bisa ada disini" ucap Gemilang menatap heran pada Ibel.


Ibel juga bingung sebenarnya, kenapa bisa Gemilang yang menemani Mou , namun ia segera duduk disamping Mou.


"dia tadi hubungin aku" ucap Ibel mengusap rambut Mou dengan lembut "katanya lagi nggak enak badan".


Namun dahi Ibel mengernyit ketika merasakan tubuh Mou bergetar "loh. . . Lo kok nangis sih" ucap Ibel kemudian menyingkirkan rambut Mou yang menutupi wajahnya.


Mou bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Ibel, ia tumpahkan semua tangisnya pada Ibel, ia menangis tersedu-sedu dipelukan ibel.


Ibel menatap Gemilang untuk mencari jawaban, namun Gemilang hanya menggeleng lemah, dan sangat terlihat sekali jika ia juga terluka saat melihat Mou seperti itu.


Ibel mengusap-usap punggung Mou "kenapa?, mana yang sakit, magh kamu kambuh?" tanya Ibel bertubi-tubi.


"bel bentar aja" ucap Mou terisak sembari mengeratkan pelukannya pada Ibel.

__ADS_1


ia tak butuh apa-apa saat ini, kecuali pelukan. ia selalu merasa sendiri ketika sakit dan sebenarnya ia sungguh tidak ingin sendirian di dunia ini, ia tak memiliki siapa-siapanya lagi.


Bahkan laki-laki yang katanya mengajaknya menikah itu merangkul wanita lain didepan matanya sendiri.


Terserahmu saja lah Gem!


"kita kerumah sakit ya?" ucap Ibel setelah Mou sedikit tenang.


Mou menggeleng, masih dalam pelukan Ibel "aku mau pulang" lirihnya dengan suara berat.


"biar aku anterin ya" ucap Gemilang yang sedari tadi berdiam diri di tempatnya.


"nggak mau!" ucap Mou mengerucutkan bibirnya lalu menatap galak pada Gemilang.


Oh sungguh Gemilang malah gemas dan ingin sekali mengacak-acak rambut wanita itu saat ini.


"kalian ada masalah?" tanya Ibel saat melihat Mou sedang merajuk pada Gemilang.


"nggak bel, aku mau pulang aja" ucap Mou kembali menangis.


"iya-iya, jangan nangis ayo pulang" ucap Ibel ngeri sendiri melihat sahabatnya yang aneh ini.


Tok. .tok. .


"Pak Gem, sudah ditunggu dituang rapat" ucap Yohan dibalik pintu.


"saya segera kembali Han" ucap Gemilang masih menatap Mou dengan khawatir.


"Kalian pulang saja, biar aku suruh supir yang anterin" ucap Gemilang lalu berdiri dan membenarkan dasinya.


Ibel menganga melihat betapa gagahnya laki-laki itu dengan raut wajah yang serius seperti itu.


Sedangkan Mou masih tidak mau menatap Gemilang.


Pergi saja, menyebalkan!


"aku pergi" ucap Gemilang lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


Mou menatap kosong pada jendela kamar, memeluk kedua lututnya . . . langit mulai menggelap, bintang-bintang bertaburan dengan indahnya diatas sana.


ia tidak pulang sedari tadi melainkan ke rumah Bang Roman, karena Ibel ada urusan pekerjaan dan tak bisa menemaninya jadi Mou mengatakan keadaan nya pada bang Roman dan Abangnya langsung menyuruh Mou kerumahnya saja agar ada yang mengurus.


"Mou" panggil Jen memasuki kamar.


"iya kak" jawab Mou lalu menoleh, tubuhnya terbalut dalam kungkungan selimut tebalnya.


"udah mendingan belum?" tanya Jen lalu duduk disebelah Mou.


"udah kok kak, udah nggak sakit lagi" ucap Mou tersenyum samar.


"yaudah kalo gitu, biar bibi anterin makan kesini ya" ucap Ibel mengusap lembut rambut adik iparnya.


"masih kenyang kak" ucap Mou lemah.


"dikit-dikit harus makan, gimana nggak sakit orang pms sama magh barengan gini" tutur Jen menasehati.

__ADS_1


Mou menghela nafasnya kemudian mengangguk.


Sedangkan disisi lain laki-laki yang masih mengenakannya jasnya itu gusar mencari Mou kesana-kemari.


Wanita itu tidak bisa dihubungi semenjak tadi, Ibel juga begitu, dan ia sudah mencari di hotel namun tidak ada.


Kemana dia?


Oh sungguh khawatir sekali Gemilang, namun ia merasa kesal saat Yohan terus membuntuti nya kesana-kemari.


"pak sudah jam tujuh, kita penerbangan jam delapan, lebih baik kita berangkat sekarang" ucapnya gusar karena bosnya tidak mau diajak berangkat dari tadi.


Sial! sial! sial!


Disaat seperti ini pun bertepatan dengan jadwalnya keluar negeri, ia sungguh kesal dengan Papii nya, karena ia harus menggantikan Papii nya di acara besar itu.


Jika seperti ini terus bagaimana ia bisa cepat menikah, mengurusi perusahaan seorang diri. Papii nya hanya kadang kala saja menggantikan.


Alhasil ia selalu menghadapi bapak-bapak yang ingin menikahkan putrinya dengan dirinya, hahaha Gemilang sungguh sangat tahu itu semua tak lebih karena harta saja.


Siapa yang tidak mau menjadikan dirinya menantu jika sudah kaya raya begini, yah. . kecuali Papa Mou.


Gemilang kembali menatap kesal pada Yohan "ayo" ucapnya kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil.


Diperjalanan ia terus menggerutu sembari sibuk menelepon seseorang, Yohan sendiri sampai heran pada bos nya yang tak jelas itu.


"bel!" ucap Gemilang tak santai ketika wanita itu berhasil ia hubungi.


"apa Gem?" tanya Ibel diseberang sana.


"Lo dimana?, gimana Mou?" tanya nya yang tak bisa menyembunyikan lagi rasa khawatirnya.


"ini gue lagi ada urusan diluar kota, Mou udah gue anterin di rumah Abang nya tadi" jawab Ibel sedikit bingung, kenapa juga Gemilang seperduli itu pada Mou.


"dia udah sembuh?" tanya nya lagi.


"udah kok Gem, udah mendingan tadi" jawab Ibel tersenyum kecut diseberang sana.


Bahkan berteman bertahun-tahun dengan Gemilang, tidak sekalipun Gemilang perhatian seperti ini padanya.


"oh yaudah" ucap Gemilang bernafas lega "emang dimana rumah abangnya?" tanya nya.


"tadi gue cuma nganterin sampai depan komplek aja sih karena juga lagi buru-buru, pokoknya satu komplek sama---".


Tut..


"Halo bel, bel" panggilan itu terputus, Gemilang mendengus kesal saat melihat baterai nya ternyata habis.


Yasudah lah yang penting Mou baik-baik saja...


Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku secepat mungkin Mou, tunggu aku selama tiga hari kedepan...


YANG BILANG UP NYA SEDIKIT MON MAAP KALIAN TERLALU MENIKMATI, KARENA AUTHOR SELALU UP LEBIH DARI SERIBU KATA HAHAHA...


JANGAN LUPA LIKE LIKE KOMENTAR DAN VOTE GAESSS 💋

__ADS_1


__ADS_2