Gemilang Ku

Gemilang Ku
31 ~ Mimpi indah my moon


__ADS_3

"pak Ji tunggu sini saja ya" ucap Mou segera keluar dari mobil.


"beneran nggak papa non?" tanya pak Ji khawatir.


Mou tersenyum "cuma sebentar kok pak".


"kalau begitu nona hati-hati ya" ucap pak ji lalu memarkirkan mobilnya didepan pintu gerbang.


"Nona" sapa seorang kepala satpam yang sangat mengenali Mou.


"halo pak, bunda sama ayah ada?" sapa Mou sopan.


"ada semua nona, den Bara juga ada" ucap satpam itu membukakan pintu gerbang.


Mou dengan ragu memencet bell pada pintu kayu besar itu.


Dan tak lama kemudian, pintu itu dibuka oleh sosok wanita paruh baya yang masih saja cantik di usianya yang terbilang matang.


"Mou" ucapnya lalu memeluk Mou begitu saja, pelukan yang begitu erat.


"bunda" ucap Mou membalas pelukan hangat itu.


"Mou, maafin Bara" ucapnya dengan suara yang tercekat.


Mou mengusap punggung wanita itu yang tengah bergetar, ia tahu betul pasti bunda Bara kecewa dengan Bara karena ia penyebab gagal nya pernikahannya dengan Bara.


"Bunda jangan nangis" ucap Mou menghapus air mata Bunda "Mou nggak mau bahas masalah itu lagi".


"ayo masuk cantik" ucap Bunda segera mengajak Mou masuk dan duduk pada sofa besar ruang tamu itu.


Bunda menggenggam kedua tangan Mou, matanya mengisyaratkan banyak kerinduan pada gadis cantik yang sudah ia anggap sebagai Putrinya itu.


Tangannya mengusap rambut Mou begitu lembut "gimana kabar kamu?" tanya nya dengan sendu.


Senyuman Mou merekah karena itu "Mou baik bunda" jawabnya menenangkan.


"Bunda kira kamu udah nggak mau kesini lagi" lirihnya bersamaan dengan air mata yang mengalir "kemarin ayah mau nemuin Papa kamu, tapi beliau menolak".


Mou hanya mengangguk lemah, memang nya orang tua mana yang tidak kecewa jika anaknya diperlakukan seperti itu.


"bunda. . bunda. . " panggil dua laki-laki yang membuat mereka menoleh.


Bara dan ayah terlihat masih mengenakan pakaian olahraga, mereka saling berpandangan ketika melihat Mou berada disana.


"Mou" panggil ayah setelah mereka dekat.


Mou menghampiri ayah lalu mencium tangan nya, namun ayah segera memeluk tubuh Mou karena rasa bersalahnya.


"ayah apa kabar?" tanya Mou melepaskan pelukannya.


Laki-laki paruh baya yang rambutnya sudah putih itu melemparkan tatapan membunuhnya pada Bara "semua karena anak kurang ajar ini Mou" ucap ayah kemudian menampar dengan nyaring anak laki-lakinya itu.


Plak!


"ayah udah" ucap bunda mengusap pipi Bara yang memerah, bahkan dulu ayah menghajar Bara habis-habisan setelah tahu apa yang ia lakukan pada Mou.


"ayah jangan kayak gitu, Mou udah maafin Bara" ucap Mou menenangkan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia meninggalkan sosok wanita yang sempurna seperti mu Mou, mau cari dimana lagi wanita yang hatinya seperti malaikat ini, dasar anak bdoh!" ucap ayah emosi.


Katakanlah Bara memang sangat bodoh, bahkan bertahun-tahun Mou tahan dengan sikapnya yang kasar itu dan bertahun-tahun Mou mencintainya apa adanya..


namun apa balasannya?


"ayah jangan emosi terus, nggak baik untuk kesehatan" ucap Mou mengusap-usap lengan laki-laki paruh baya itu, ia memang sangat dekat dengan keluarga Bara sejak kecil , dan inilah yang membuatnya mati-matian mempertahankan Bara.


"ayah , bunda , Mou mau berbicara sebentar dengan Bara" ucap Mou hati-hati.


Ayah dan bunda mengangguk secara bersamaan "bicaralah dengan laki-laki bodoh ini Mou, jika ia melakukan apapun padamu, bilang sama ayah".


Mou tersenyum sekilas lalu mengangguk.


.


.


.


Mou dan Bara duduk berdampingan di samping kolam renang yang lumayan besar itu.


"masih sakit?" tanya Mou menatap pipi sebelah Bara yang memerah.


Bara menggelengkan kepalanya "masih sakitan waktu aku masuk rumah sakit dan terbangun tanpa kamu" ucapnya yang membuat Mou mengalihkan pandangannya.


"mungkin kata maaf saja tidak cukup untuk mu Mou, atau malah kamu sudah bosan mendengar kata itu berkali-kali dari mulut ku".


"aku maafin kamu bar, tapi tidak tentang Gemilang" ucap Mou.


Bara tersenyum mengejek "sudah ku bilang, tidak ada yang boleh memiliki mu kecuali aku".


"tidak semudah itu Mou".


"aku paham, pelan-pelan bar, kita akan terbiasa dengan sendirinya" ucap Mou.


Bara mendengus kesal karena itu...


"Bar, jika kamu melukai Gemilang hanya karena aku, lebih baik kamu sakiti aku saja secara langsung".


"nggak gitu Mou!"


"aku selama ini selalu diam bar, atas semua perlakuan kamu ke aku kalo lagi marah, tapi kini aku nggak akan segan-segan mengungkapkan semuanya pada ayah, bunda, papa dan abang-abang aku, kalo kamu masih saja berniat mencelakai Gemilang" ucap Mou begitu serius.


"kamu ngancem aku" ucap Bara mengepalkan tangannya.


"iya, maka dari itu daripada kita terus bersiteru lebih baik kita berpisah secara baik-baik, mari berdamai dengan masa lalu Bar"..


"aku nggak bisa".


Mou berdiri begitu saja "aku tunggu sebisa mu, bukankah berdamai lebih indah Bar?" ucapnya melangkahkan kaki


"Mou" panggil Bara.


Mou menoleh "jika kita berdamai, hati kita akan sama-sama nyaman dan tenang bar" ucap Mou menepuk-nepuk dada nya.


.

__ADS_1


.


.


Malam ini, Mou menatap bintang-bintang yang bertaburan di atas sana, gemerlap nya mulai nampak pada jendela kaca itu.


Senyum tipis nampak pada bibirnya, mengingat betapa hangatnya genggaman tangan kekar itu...


Getaran di ponselnya membuatku menoleh, senyumnya merekah saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


ia segera membaringkan tubuhnya dan mengangkat panggilan itu.


"halo" ucapnya dengan lembut.


"belum tidur?" tanya laki-laki itu sama lembut nya.


"belum bisa".


"jangan tidur malem-malem, kan besok udah mulai kan magangnya" ucap Gemilang yang membuat Mou mengangguk malas, meskipun Gemilang tidak bisa melihat itu.


Mengingat Gemilang masih belum bisa bekerja membuatnya tidak bersemangat dihari pertama magangnya.


"yang seharusnya cepet tidur itu kamu, kan kamu lagi sakit" ucap Mou sembari menatap langit-langit kamarnya.


"aku udah sembuh kok, besok juga udah pulang" ucap Gemilang diseberang sana.


"beneran?, udah sehat betul ini?"


"iya , besok udah kerja, mau aku jemput?" tawarnya.


"Gem, kamu itu masak baru keluar dari rumah sakit langsung kerja sih, istirahat dulu aja" ucap Mou khawatir.


"aku beneran udah nggak papa Mou, dan langsung pengen kerja aja besok".


Mou hanya mendengus kesal karena itu "emang keras kepala ya".


"kan aku mau ketemu sama kamu besok" ucap Gemilang yang membuat Mou tersipu, Mou memegangi pipinya yang terasa panas.


Ah, bisa saja laki-laki ini..


"pipi kamu pasti lagi merah kan" ucap Gemilang terkekeh.


"Gemmm, apaan sih" elaknya yang merasa malu, karena itu benar.


"yaudah cepet bobok, udah malem ini"


"iya , kamu juga"


"iya , mimpi indah my moon" ucap Gemilang yang langsung mematikan panggilannya.


"apa?" gumam Mou yang tak paham dengan kata-kata Gemilang, Mou menggeleng pasti ia hanya salah dengar saja.


Mou meletakkan ponselnya pada nakas lalu mengganti lampu nya dengan lampu tidur, ia meraih obat dalam laci lalu meminumnya dengan air putih, ia menghela nafas panjang nya. . .


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS, BIAR AKU SEMANGAT NULISNYA 💋


__ADS_2