
Mou tak henti-hentinya tercengang ketika Mila mengajaknya untuk berkeliling rumahnya. Tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata memang kekayaan keluarga Gemilang.
Menyusuri satu lantai saja sudah membuatnya engap, apalagi jika berkeliling rumah ini.
Tidak sanggup.
Semuanya serba mewah dengan tanaman hias yang tersusun rapi di setiap sudut ruangan.
"Mau ganti baju?" tawar Mila ketika mereka sudah kembali di ruang tengah.
"nggak usah tante" ucap Mou yang melihat sekitar, mencari sosok yang katanya tadi hendak mandi namun mengapa begitu lama sekali.
Kangen.
Haha apakah jatuh cinta selebay ini, bahkan dengan jarak yang cukup dekat pun tetap selalu memikirkannya.
"kamu istirahat dulu aja di kamar Gemilang" ucap Mila dengan santainya namun Mou membulatkan matanya seketika, bagaimana bisa seperti itu.
"nggak usah Tante, Mou mau bantu masak aja".
"Eh, kok masak, nggak usah sudah ada koki" ucap Mila segera menggandeng tangan Mou mengajaknya menaiki tangga.
Mila membuka pintu kamar itu perlahan. . .
"Ini kamar Gemilang" ucap Mila setelah mereka memasukinya.
Kesan dari kamar Gemilang adalah gentle, semuanya bernuansa laki-laki hanya perpaduan warna gelap saja yang memenuhi seisi ruangan.
"Kamu tunggu aja, dia lagi mandi" ucap Mila ketika mendengar suara percikan air.
Mou menahan lengan Mila yang hendak pergi "Tante mau kemana, Mou nggak bisa di kamar laki-laki berduaan saja" ucap Mou khawatir.
Mila tersenyum kecil karena itu "Kamu tenang saja, Gemilang gak gigit kok" candanya "Tante percaya sama Gemilang, jadi kamu santai saja Tante mau lihat Papii nya Gem udah pulang apa belum".
"i-iya deh gan kalau begitu" ucap Mou melepaskan tangannya perlahan.
Mou menyusuri seisi ruangan, melihat foto Gemilang sewaktu kecil yang menggemaskan juga banyak piala yang tersusun rapi di lemari khusus.
Otak Gemilang benar-benar cerdas, pialanya satu lemari penuh dan kebanyakan juara satu dua.
Kemudian Mou melangkahkan kakinya menuju balkon, menghirup udara segar dalam-dalam. Matanya menelisik pemandangan indah yang terlihat dari atas sana.
Bibirnya tersenyum tatkala merasakan pelukan dari belakang, aroma maskulin sehabis mandi menyeruak pada indera penciuman nya.
"Suka?" ucap Gemilang mengunci tubuh Mou dengan pelukan hangatnya.
Mou mengangguk, lebih tepatnya ia sangat suka dipeluk seperti ini, sangat nyaman.
"Bagus jika kamu suka" ucap Gemilang yang terus melengkungkan bibirnya, kecupan mesra sesekali ia labuhkan pada rambut wangi Mou.
"Rumah Abang terlalu mewah" ucap Mou menggenggam tangan Gemilang yang berada di perutnya.
"Bukankah seharusnya para wanita menyukai itu" ucap Gemilang memejamkan matanya merasakan kenikmatan tersendiri diposisi seperti ini.
"Mou tidak terlalu" ucap Mou begitu jujur.
__ADS_1
Gemilang tertawa kecil mendengarnya "Mulai sekarang kamu harus suka dan terbiasa dengan hal mewah".
Mou menggelengkan kepalanya "Sewajarnya saja".
"Bayangkan jika setiap pagi kamu selalu terbangun dipelukan ku, memasak untukku, memakaikan dasi ku setiap hari dan berpelukan seperti ini setiap saat. Bayangkan saja dulu" ucap Gemilang.
Mou tersenyum tipis, ikut membayangkan apa yang Gemilang ucapkan, pasti sangat indahkan. Tapi apakah boleh ia berharap terlalu lebih seperti ini.
.
.
.
"Abang ih" ucap Mou kesal ketika Gemilang terus mencubit pipinya. Mereka menuruni tangga dengan sedikit pertengkaran gemas itu.
"pipi kamu kayak bakpao sih" sahut Gemilang santai.
"nggak ya bang" ucap Mou mendelik tajam.
"Udah-udah sini, kok malah pada berantem" ucap Mila yang sedang menata berbagai hidangan dimeja makan.
Sedangkan Elang tersenyum melihat tingkah laku mereka.
Mou segera menyalami Elang ketika melihatnya sudah duduk di meja makan "Sore om" ucap Mou sopan.
"Sore Mou, duduk" ucapnya mempersilahkan.
"iya om".
"Makanannya nggak kurang banyak ini" ucap Gemilang menggelengkan kepalanya melihat satu meja makan itu begitu penuh, tidak seperti biasanya.
"biar Mou ambil sendiri Tante".
"udah, biar Mamii aja" ucap Mila tersenyum "ingat panggil Mamii ya" lanjutnya meletakkan sepiring nasi putih dihadapan Mou.
"Mamii?" ucap Mou penuh tanya.
"Iya dong, bentar lagi kan juga harus gitu panggilan nya".
"Santai saja Mou, senyaman kamu" ucap Elang yang merasa istrinya terlalu berlebihan.
"Iya, panggil Mamii juga nggak papa kok" ucap Mou yang tidak ingin mengecewakan Mila.
"Nah gitu dong, Mamii sama Papii" ucap Mila menunjuk Elang.
Gemilang tersenyum mendengar itu, lalu mengambilkan sepotong daging rendang untuk Mou.
"makan" ucapnya setelah itu.
Mou mengangguk "Terima kasih".
"Mau aku pisahin durinya? tanya Mou ketika Gemilang memilih memakan ikan laut yang telah dibakar itu.
"boleh" ucap Gemilang seraya menggeser piringnya.
__ADS_1
"Mou perhatian ya" ucap Mila tersenyum.
"Ah, nggak biasa aja kok Tante, Eh. . . Mamii maksudnya".
"Gemilang suka sikap kamu yang penuh perhatian katanya" ucap Elang dengan santai sambil terus mengunyah.
"Papii!" ucap Gemilang kesal, kan tidak harus dijelaskan seperti itu.
"Mou udah tahu kok om, Eh Papii" ucap Mou menutup mulutnya kenapa susah sekali membiasakan diri.
"Hahahaha tahu darimana?" sahut Elang.
"ya abisnya Abang kadang suka manja banget biar Mou perhatikan kan bang?" ucap Mou menoleh pada Gemilang.
Uhuk. . uhuk. .
Mou segera mengambilkan air putih untuk Gemilang, ia terkekeh melihat itu dan disusul oleh semua orang.
"Gem. . .Gem".
.
.
.
Pagi hari yang hangat dengan sinar matahari yang menerangi seisinya. Minggu ini Gemilang sudah berjanji untuk mengantarkan Mou menjenguk Ibel di rumahnya.
"Abang" ucap Mou yang sedari tadi terdiam.
"apa?" sahut Gemilang yang tengah mengemudi, ia senang sekali setelah pertemuan Mou dengan keluarganya Mou semakin dekat dengan semuanya dan langsung akrab tidak membutuhkan waktu lama.
"Mou takut, Abang yakin mau bilang sama Ibel?" ucap Mou gugup.
Gemilang mengangguk "biar aku yang bilang, kamu cukup diam dibelakang aku". Gemilang menggenggam tangan Mou yang menjadi dingin karena takut.
"Nanti kalo Ibel marah gimana?" ucap Mou mengingat kekecewaan Ibel beberapa hari yang lalu.
"Kita kasih tahu pelan-pelan, lagian aku juga nggak pernah ada rasa sama dia, kenapa kamu harus sesungkan ini" ucap Gemilang menatap Mou sekilas.
"Tapi Ibel suka sama kamu bang, dia sayang sama Abang dan mungkin melebihi Mou karena Ibel sudah sejak dulu menyukai Abang" ucap sendu.
"Yang terpenting adalah perasaan kita sama, aku yakin cinta mu lebih besar darinya saat ini".
Mou terdiam tidak mampu membalas kata-kata Gemilang "Abang jangan terlalu berkata kasar padanya nanti" ucap Mou takut-takut Gemilang akan mengeluarkan kata-kata yang menusuk.
"siap nyonya" canda Gemilang mencairkan suasana.
"Oh ya bang" ucap Mou setelah teringat sesuatu "Abang besok mau nemenin Mou ke acara pernikahan Bara nggak?" ucap Mou dengan ragu.
"Oh jadi besok" ucap Gemilang tersenyum kecil "Aku harus ikutlah, tidak mungkin aku membiarkan mu pergi kesana sendirian ntar kamu peluk-pelukan lagi sama Bara" sindir Gemilang jengkel mengingat hal itu.
.
.
__ADS_1
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS BAGI TIP SEIKHLASNYA 💋