
Sudah satu minggu ini, Mou dibuat gundah oleh sesuatu yang semakin ia minati. Namun takut jika Gemilang akan marah kepadanya. Sudah mencoba menguburnya dalam-dalam namun kata-kata akting dan film selalu melintas di kepalanya.
"Mau ke rumah sakit lagi?" Satu suara yang membuyarkan lamunannya.
"Ini akhir pekan loh Mou," ucap Gemilang, tersirat nada tidak suka jika Mou selalu kesana setiap harinya. Sudah satu minggu ini istrinya bolak-balik rumah sakit.
"Tadi Ibel minta di masakin bubur ayam, Bang. Kamu nggak mau ikut?" tawarnya, lalu tangannya beralih untuk menaburkan bedak pada wajahnya.
Mendesah malas dan menghempaskan tubuhnya pada ranjang. Selalu kesal jika Mou berdandan cantik untuk keluar rumah.
"Nggak, aku capek mau istirahat," jawabnya ketus. Seharusnya di akhir pekan begini kan enaknya manja-manja dengan istrinya. Namun Mou tidak peka sama sekali.
"Oh, yasudah." Tuh kan nyebelin.
Segera beranjak saat wajahnya sudah di penuhi oleh polesan make up. "Kalau begitu Mou berangkat dulu ya." Mengulurkan tangannya dan tidak di gubris oleh Gemilang.
"Abang.." duduk si samping Gemilang dan membelai lembut rambut laki-laki itu. "Nanti Mou cepat pulang."
"Cium dulu," ujar Gemilang enggan untuk beranjak.
Satu kecupan manis Mou tinggalkan pada pipi suaminya. Tapi Gemilang malah menarik tubuhnya hingga menindih tubuh laki-laki itu.
"Kalau ngijinin harus ikhlas, nanti kalau ada apa-apa di jalan gimana. Langkah istri harus dengan ridho suami. Kalau Abang nggak kasih ijin Mou nggak pergi"
Mendekap erat tubuh Mou tanpa ingin melepaskannya. "Oh, ya.." Berpikir sejenak, tapi tidak mungkin juga kan ia melarang Mou untuk pergi. Nanti istrinya pasti akan uring-uringan seharian.
"Ya sudah, cepat sana pergi." Merenggangkan pelukannya dan menatap netra sipit favoritnya.
"Pulangnya jangan malam, aku capek banget nggak bisa nemenin kamu ke sana."
Mou mengangguk dan meraih tangan Gemilang untuk di kecup. "Mou berangkat ya."
"Hem."
.
.
__ADS_1
.
Mou menghela napasnya saat memasuki rumah besar ini. Sekarang langit sudah menggelap diiringi hembusan angin yang dingin menusuk dalam tubuhnya.
Melangkah dengan pelan saat melihat rumah begitu sepi. Tadi ia ketiduran di rumah sakit, ponselnya mati dan tidak bisa mengabari suaminya. Jadi siap-siap saja kena semburan dari laki-laki itu.
"Darimana saja larut begini baru pulang." Dinginnya malam terkalahkan oleh tatapan mata yang seolah-olah ingin menerkamnya hidup-hidup.
"Abang." Sedikit terkejut saat Gemilang sudah menunggu di balik pintu.
"Aku beri ijin kamu bawa mobil dan keluar bukan untuk keluyuran ya, Mou." Tidak ada senyuman hangat dan suara lembut yang biasanya di berikan pada Mou.
"Abang... tadi Mou-"
Melangkah pergi tanpa ingin mendengar alasan Mou, seharian ini ia di buat khawatir. Baru saja ingin mencari istrinya dan ternyata sudah pulang. Apa Mou tidak tahu jika ia rindu dengan sentuhannya, seminggu sudah ia lembur dan pulang malam.
Tapi apa, istrinya malah mementingkan sahabatnya. Menjengkelkan.
Menyusul langkah panjang Gemilang menuju kamarnya. Laki-laki itu malah tidak bergeming dan terus sibuk dengan ponselnya.
"Tadi Mou ketiduran," jujurnya.
Segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah keluar darisana pun Gemilang masih acuh padanya.
"Mou minta maaf ya, Bang." Menatap pada Gemilang yang tidak menoleh sama sekali.
Menghela napasnya dan segera keluar dari kamar, sedari siang belum makan apapun dan sekarang ia lapar.
Tujuannya adalah dapur yang sudah begitu sepi. Mengambil mangkuk dan menuangkan bubur kacang hijau yang ia beli di jalan tadi. Tidak lupa memberi es batu di sana. Jika sedang panas begini memang enaknya yang dingin-dingin.
"Mou!" teriak Elang terkejut saat melihat Mou ternyata yang berada di depan kulkas. Duduk di bawah dengan kulkas yang terbuka.
"Papii," ucap Mou kemudian nyengir kuda saat membuat Elang terkejut.
"Kamu ngapain di situ?" Mengusap-usap dadanya yang masih kaget, tadi yang kelihatan hanya rambut panjang Mou, jadi ia berpikir macam-macam dengan hal itu.
"Panas, Pap." Menjawab dengan santai dengan mulut yang terus mengunyah.
__ADS_1
"Panas?" ulang Elang yang tidak merasakan hal itu.
"Iya, Pap. Panas banget, apalagi di dalam kamar," gumam Mou pelan. Gemilang memercikkan api peperangan yang membuat dirinya begitu panas dan lebih baik menghindar daripada meledak nantinya.
"Ada-ada saja kamu itu." Meraih satu botol minuman dingin rasa mangga di sana.
....
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, tidak membuat Mou beranjak dari depan kulkas. Membiarkan kulkas terbuka dan memainkan ponselnya di sana. Rasanya enggan untuk kembali ke kamar, jika Gemilang masih seperti tadi.
Sampai akhirnya terdengar langkah kaki yang semakin mendekat padanya. Mendongak menatap wajah Gemilang yang sepertinya tengah emosi.
"Ke-kenapa?" ucapnya begitu gugup saat mata Gemilang berapi-api.
"Nggak ada yang ingin kamu bicarakan denganku?"
"Maksud Abang?"
"Apa maksud ini semua, Mouresa!" Menyerahkan tumpukan kertas yang ia remas kuat sedari tadi.
Mata Mou membulat melihat kertas itu. Segera berdiri dan merebutnya dari Gemilang.
"Kamu mau bohongin aku diam-diam? apa jangan-jangan selama ini kamu nggak kerumah sakit tapi ikutan casting?!" Dada laki-laki itu sudah naik turun menahan sesuatu yang ingin meledak.
"Abang, nggak gitu." Hati Mou seperti teriris saat Gemilang terus membentaknya. Bukankah semuanya bisa di bicarakan baik-baik. Mou tidak pernah membohongi suaminya. Ia hanya senang membaca kertas naskah itu tanpa berharap menjadi pemainnya.
Sudah ia kubur dalam-dalam harapan dan impiannya demi sang suami. Tapi kenapa Gemilang selalu emosi dan menyalahkan dirinya atas segalanya.
"Mau kamu apa sih Mou, kamu sudah buat aku emosi terus hari ini. Aku suami kamu loh, dan aku kan sudah bilang kalau apa-apa ngomong bisa nggak sih!" Rasa trauma mendalam saat dulu Mou meninggalkannya dengan cara seperti ini.
Membuat dirinya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Lalu di tinggalkan begitu saja.
"Abang bisa nggak sih nggak usah teriak-teriak, nggak enak kalau Mamii sama Papii dengar." Mengusap air mata yang tumpah jua saat ia mati-matian menahannya agar tidak jatuh.
.
.
__ADS_1
.
LIKE, KOMEN, AND VOTE GAES 💋