Gemilang Ku

Gemilang Ku
S2 124 ~ Malam pertama


__ADS_3

Warning!


Bagi yang belum cukup umur lebih baik lewati dulu part ini. Jangan coba-coba bagi yang masih di bawah umur!


18++++++++++++++++


Gemilang membukakan pintu kamarnya untuk Mou. "Silahkan masuk," ucapnya menjadi sangat canggung.


Mou segera memasuki kamar milik laki-laki itu, menatap takjub pada desain kamar ini. Semuanya berubah total, dari yang tadinya mainly berubah menjadi romantic.


Bunga-bunga mawar tampak memenuhi seisi kamar, harumnya menyeruak menusuk hidung.


"Kita nggak salah masuk kamar kan?" ucap Mou menoleh.


Gemilang menggeleng, lalu memeluk tubuh Mou dari belakang. "Mulai sekarang kamarku seutuhnya milikmu. Desain sesukamu, Istriku."


"Benarkah?" Mou tampak berbinar mendengar hal itu. Memberikan kecupan kecil pada rahang laki-laki itu.


Gemilang mematung saat benda kenyal tiba-tiba menghampiri rahangnya. Berkali-kali menghela napasnya untuk mengontrol sesuatu di bawah sana.


"Iya, sekarang semuanya milikmu. Termasuk semua uangku akan aku berikan padamu." Gemilang mempererat pelukannya menyandarkan kepalanya pada ceruk leher Mou yang begitu menggoda.


"Abang, tidak perlu seperti itu. Beri Mou uang belanja saja sudah cukup." Mou merasa tidak enak, memikirkan uang Gemilang pasti tak terhitung angkanya.


"Keputusanku sudah bulat, istriku yang akan mengatur keuangan rumah tangga. Karena aku termasuk orang yang boros."


"Baiklah," ucap Mou melepaskan rengkuhan Gemilang. "Mou mau mandi dulu."


"Iya, cepat mandi sana. Aku mandi di bawah saja, sekalian mau buat susu hangat." Mengusap rambut panjang Mou dengan lembut.


"Biar Mou saja ya, yang bikin."


"Nggak usah sayang, kamu mandi dulu saja." Gemilang meninggalkan kecupan manis pada pipi Mou sebelum meninggalkan kamar.


.


.


.


Gemilang memasuki kamar dengan wajah yang sudah fresh. Segelas susu hangat baru saja ia letakkan di atas nakas.


Senyumnya mengembang tatkala menatap tubuh Mou yang sudah berbalut selimut berbaring memunggunginya.

__ADS_1


"Sudah tidur ya," ucap Gemilang sembari mengusap rambut Mou.


"Belum," sahut wanita itu menoleh. Tersenyum manis pada Gemilang yang tengah mengusap pipinya.


"Minum susu dulu?" tawar Gemilang.


"Mou nggak haus, buat Abang saja."


Gemilang mengangguk, segera menandaskan susu hangat itu.


"Abang.." ucap Mou saat Gemilang hendak berbaring di sampingnya.


"Iya?"


Mou menggigit bibirnya dan merasa gugup dengan hal ini.


Gemilang tersenyum karena itu. "Aku tidak akan meminta hak ku sekarang. Kalau kamu sudah siap saja. Lagi pula pasti capek kan seharian berdiri terus."


Mou malah menggeleng, menatap Gemilang dengan ragu saat akan mengucapkan sesuatu.


"Kenapa sayang? kalau kamu belum siap aku nggak masalah kok."


Mou menghela napasnya menatap mata tajam itu dengan lembut. "Mou sudah siap, ayo melakukannya sekarang."


Gemilang masih mematung mendengar kata-kata Mou. Mengerjap-ngerjapkan matanya masih berpikir bahwa yang di katakan Mou adalah benar.


"Kamu serius?" tanya Gemilang meyakinkan.


Moh mengangguk, perlahan membuka selimutnya yang menampilkan pemandangan indah luar bisa.


Kulit putih dan halus itu hanya berbalutkan lingerie tipis berwarna merah menyala yang begitu menggoda. Namun malah menutupinya dengan tangan saat Gemilang terperangah tanpa melakukan apa pun.


Segera meraih tangan Mou, Gemilang menyatukan jemari keduanya. Mengecup kening wanita itu dengan sayang, lalu kecupan pada kedua kelopak mata dan juga bibir.


Tanpa melepaskan pautan bibirnya Gemilang segera mendidih tubuh Mou bertumpu pada lengannya.


"Kamu yakin?" tanya Gemilang menghentikan ciuman panas itu.


Mou mengangguk dengan napas yang tersengal. "Mulai sekarang, semua yang ada pada Mou adalah milik Abang."


Gemilang tidak bisa menahan diri. Kembali meraup bibir tipis itu dengan penuh kelembutan. Tangannya mulai bergerilya di dalam balutan kain tipis itu.


Darah Mou berdesir saat tangan dingin Gemilang masuk dalam tubuhnya. Menggeliat geli saat Gemilang mulai menyentuhnya dengan penuh nafsu.

__ADS_1


"A-abang... ssshh..sh." Satu desahan kecil lolos dari bibirnya.


Gemilang segera membuka kausnya, hingga otot-otot seksi menyembul di sana. Kembali menindih tubuh Mou dengan tangan yang sudah bebas mengeksplor miliknya.


Kecupan pada telinga Mou, berhasil membuat Mou terpejam merasakan geleyar aneh di dalam tubuhnya.


Saat bibir Gemilang sudah puas dengan sesuatu yang dari dulu ia dambakan. Kembali menatap Mou yang menahan untuk tidak bersuara.


"Jangan di tahan," ucap Gemilang dengan suara beratnya. Segera melucuti pakaian wanita itu hingga lekuk tubuh sempurna itu benar-benar membuatnya gila detik ini juga.


Tangan Mou terus menutupi tubuhnya karena begitu malu, ditatap seperti itu oleh Gemilang.


"Aku akan pelan," ucap Gemilang kembali menciumi leher Mou.


"Mou takut," jujur Mou meremas lengan Gemilang.


"Tatap mataku, jangan melihat apapun. Hanya pikirkan aku di dalam hatimu."


"Aaakkhhh..."


Tanpa Mou sadari Gemilang sudah menyatukan tubuh mereka. Laki-laki itu bersusah payah menghancurkan pelindung dibawah sana. Tanda bahwa wanita ini masih tersegel dengan rapi. Dirinya yang pertama dan hanya akan Gemilang saja.


Menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Mou saat berhasil memasuki wanita itu seutuhnya. "Aku mencintaimu, Mouresa." Suara berat bercampur erangan yang mengurangi rasa sakit Mou.


Mou menikmati hal itu meskipun air mata terus mengalir dengan derasnya. Membiarkan tubuh Gemilang bergerak di atasnya.


Tangan Mou terus melingkar pada leher laki-laki itu. Matanya terpejam dengan bibir yang terus mendesah.


"A-abangssshhh.." Mou seperti akan gila saat sesuatu akan meledak di bawah sana. Rasa ngilu, perih, nikmat yang bercampur menjadi satu akhirnya melebur bersamaan dengan kehangatan dari Gemilang yang memenuhi rahimnya.


Laki-laki itu mendesah puas, saat apa yang di tahan selama bertahun-tahun akhirnya terpecahkan. Nikmatnya malam ini adalah hasil dari penantian panjangnya.


Memeluk tubuh Mou yang terus terisak. "Maaf," ucapnya saat merasa tidak bisa menahan dirinya tadi.


"Apakah sesakit itu?" tanya nya khawatir mengingat darah yang sempat ia lihat.


Mou menggeleng, membalas pelukan Gemilang tak kalah erat. "Mou hanya sedang bahagia dan lega, setelah berhasil menyerahkan semuanya pada seseorang yang sangat Mou cintai."


Mengecup kening Mou dengan sayang. "Terimakasih, sudah menjadi wanita baik. Menjaga hak ku sebagai suami mu."


.


.

__ADS_1


.


Kalo masih kurang hot, tambahin aja boncabe level 18++++++++++++++


__ADS_2