
"Kalian memutuskan untuk bersama lagi?" tanya Toro yang entah mengapa malah ragu.
"Wah, pantas tadi pakai kaus couple." Sam mengatakannya dengan bersemangat, sampai-sampai semua orang menoleh padanya.
"Kaus couple?" ulang Mila terkekeh, pasalnya laki-laki seperti Gemilang ini biasanya malu mengenakan pakaian itu.
"Sudahlah, kita dengarkan penjelasan mereka dulu." Elang memegang tangan Mila yang hendak berbicara lagi.
"Iya, Pa. Kita memutuskan untuk bersama." Gemilang tersenyum kecil menatap kearah Mou.
Bukan senyuman itu yang Mou harapkan, senyuman yang dulu begitu tulus Gemilang tujukan padanya yang hilang entah kemana.
Berarti Gemilang melakukan ini semua tidak tulus kan, hanya untuk citra perusahaannya yang sudah ia coreng nama baiknya karena bekerja sama dengan pelakor.
Mou menghela nafasnya pelan, ajakan nikah yang bagaikan mimpi ini adalah simalakama baginya.
Bagaimana jika Gemilang akan tetap dingin padanya setelah menikah, bagaimana jika ini hanya untuk keuntungan saja.
"Semuanya papa serahkan pada Mou, Gem." Toro menggenggam erat tangan putrinya. "Apa pun jawaban Mou, asalkan dia bahagia, papa akan setuju."
"Gimana dek, kamu mau nggak?" tanya Roman saat Mou hanya menunduk dan terdiam.
Mou beralih menatap Gemilang lalu mengangguk dengan mantap. "Mou mau menikah dengan Abang," ucapnya yang membuat semua orang bernafas lega dan tersenyum.
Entah rumah tangga yang seperti apa ke depannya yang pasti agar tetap bersama Gemilang, ia rela melakukan semuanya. Asalkan Gemilang tidak menikahi wanita lain Mou rela, meskipun Gemilang sudah tidak cinta lagi padanya. Biar saja ia yang tersiksa karena mencintai sendirian.
"Terimakasih sayang," ucap Mila yang terharu dengan jawaban itu.
"Kalau begitu kita tinggal membicarakan tanggalnya saja, Pak Toro." Elang tersenyum.
"Secepatnya lebih baik," ucap Mila yang membuat semua orang terkekeh.
"Gimana, kalian mau tunangan dulu atau langsung menikah?" tanya Roman menatap bergantian keduanya.
"Lebih baik langsung menikah saja, juga untuk berita di luar sana agar segera hilang," ucap Gemilang angkat bicara.
Benarkan, Gemilang menikahinya hanya untuk itu. Mou tersenyum hambar, "Mou setuju dengan Abang."
Tidak apa-apa Mou, yang penting sebentar lagi Gemilang akan menjadi milikmu.
"Besok, aku akan mengadakan konferensi pers, untuk mengumumkan berita bahagia ini." Gemilang terus menatap sosok cantik yang malah terlihat sedih saat dirinya mengajak menikah.
"Kalau Mou nurut sama Abang saja."
.
.
__ADS_1
.
"Mamii pulang dulu ya cantik," ucap Mila mencium kedua pipi Mou. Saat ini mereka sudah berada di teras rumah bersiap untuk pulang. Atas persetujuan semuanya, pernikahan di adakan dua minggu lagi. Mengingat berita di luar sana semakin mendunia.
"Hati-hati Mam," ucap Mou mencium tangan Mila bergantian dengan tangan Elang.
"Kalau mau ngobrol berdua nggak papa, biar Gemilang pulang sama Roman nanti," ucap Elang.
"Iya, Pap."
Menatap punggung kedua orangtuanya sampai tidak terlihat. "Ada yang mau kamu tanyakan?" Gemilang beralih menatap Mou.
"Berarti Abang berbohong kan." Mou tidak berani menatap laki-laki itu, membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Maksudnya?"
"Abang tidak bertunangan dengan Jasmine kan." Terlihat jelas kekesalan Mou ketika mengatakan hal itu.
"Besok, aku putuskan dia," ucap Gemilang dengan santainya.
Mata Mou mendelik saat mendengarnya. Bagaimana semudah itu mengatakan berpisah.
"Sebenarnya kenapa sih Abang mendadak ingin menikahi Mou begini?"
"Jangan bilang hanya untuk reputasi perusahaan?" Memejamkan matanya sejenak dan membuang nafasnya.
"Bukankah ini juga bagus untuk reputasi mu sendiri," jawab Gemilang yang membuat Mou terdiam sesaat.
"Sudah belum?" tanya Roman yang tiba-tiba muncul di balik pintu. "Abang dulu juga gitu kalau mau nikah, bawaannya pengin berduaan mulu."
"Oh iya, pantas Mou juga begitu." Menatap Gemilang dengan senyuman kecil.
Roman mengusap-usap kepala Mou. "Sebentar lagi adek Abang bakalan jadi istri orang."
.
.
.
Suara kamera yang bersahutan memenuhi lobby Elang Group. Media tanah air berbondong-bondong datang ke sana untuk acara konferensi pers Resa Moon, yang entah mengapa di laksanakan di perusahaan itu.
"Kamu gugup?" tanya Gemilang saat melihat Mou terus menghela nafasnya.
Mou menggeleng. "Hanya wartawan saja kan?" tanyanya.
"Iya, aku memilih di sini karena ini tempat paling aman untuk kamu." Gemilang meraih tangan Mou lalu memasangkan cincin berlian pada jari manisnya.
__ADS_1
Mou menutup mulutnya tak percaya.
"Buat gerakan yang tidak sengaja, yang akan memperlihatkan cincin ini." Setelah itu Gemilang juga menunjukkan cincin yang melingkar pada jemarinya.
"Kamu tidak perlu mengatakan apa pun, biar aku yang menjawab semuanya." Menggenggam tangan Mou lalu menuju kursi yang sudah di siapkan.
Gemilang dengan sigap memundurkan kursi untuk Mou, lalu dirinya menghempaskan tubuhnya pada kursi.
"Selamat sore, semuanya." Gemilang menggenggam erat tangan Mou di bawah meja yang tengah berkeringat dingin.
"Saya di sini mengadakan konferensi pers untuk meluruskan berita tentang Resa Moon yang tengah beredar." Menoleh pada Mou dan tersenyum lembut.
"Bukan untuk citra perusahaan, melainkan untuk nama baik calon istri saya." Kembali menatap Mou.
"Siapa pak?" tanya wartawan bersahutan.
"Mouresa Munaj, atau seseorang yang biasa kalian panggil Resa Moon."
Suara riuh dari wartawan yang mulai heboh, berbagai pertanyaan mereka lemparan bersamaan.
"Satu-satu ya tanyanya."
"Bagaimana tanggapan Resa Moon tentang skandal itu, dan mulai dari kapan kalian bersama, atau ini hanya untuk mengalihkan isu itu." Salah satu wartawan angkat tangan dan berbicara.
"Untuk saat ini belum di ketahui siapa yang menyebarkan berita itu. Seperti yang kalian tahu nama Resa Moon melambung tinggi akhir-akhir ini, pasti banyak orang yang iri dan tidak suka. Sebenarnya selain agensi, Edwin juga teman dari Romanio Salendra Munaj, yang tidak lain adalah kakak kandung dari Resa Moon." Jelas Gemilang panjang lebar.
Para wartawan tampak mengangguk. "Lalu bagaimana dengan hubungan bapak dengan Resa Moon yang sebenarnya?"
"Kami sudah saling mengenal tiga tahun yang lalu dan karena suatu hal hubungan kami menjadi sedikit renggang. Setelah dia pulang ke Indonesia kami berhasil menyelesaikan masalah itu dan memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat." Gemilang mengatakan sembari sesekali melirik kearah wanita di sampingnya yang hanya tersenyum pada mereka.
Mou sengaja menyelipkan rambutnya pada telinga. Menampilkan berlian cantik yang begitu menyala dan tentunya hal itu menjadi sorotan mereka saat ini.
"Wah, sejak kapan kalian bertunangan? Mohon Resa Moon angkat bicara." Para wartawan menyorot cincin yang melingkar pada jari keduanya.
Gemilang menatap Mou, lalu berbisik di dekat telinganya. "Aku yang akan menjawab jika kamu tidak bi--"
"Aku yang akan menjawab," potong Mou cepat.
"Kami belum lama bertunangan, tetapi kemarin malam Gemilang sudah meminta saya secara langsung pada papa dan juga keluarga." Mou tersenyum saat Gemilang mengusap lembut rambutnya.
"Wah, manis sekali... benar-benar cocok."
"Bakalan jadi best couple nih."
.
.
__ADS_1
.
Maaf telat xixixixixi....