
Gemilang mengusap rambut nya yang masih basah sehabis mandi, handuk putih itu masih melilit di pinggang nya.
"Gem" panggil seseorang yang berada di kamarnya, Gemilang yang berada di walk in closet segera menghampiri sumber suara itu.
"Apa Mam" ucapnya sembari mengenakan kaos putih polos miliknya.
"coba ini" ucap Mila menyerahkan satu stell jas berwarna navy pada Gemilang.
"untuk apa Mam" tanya nya tak paham.
"udah, cobain aja, pakek kaos itu aja langsung dipakekin jas biar keren" ucap Mila sembari mendorong tubuh Gemilang ke walk in closet agar cepat berganti pakaian.
Setelah beberapa saat Gemilang keluar darisana, Mila tersenyum puas melihat jas yang melekat sempurna pada tubuh berotot Gemilang.
"Buat apa sih Mam, Gemilang ada keperluan malam ini" ucap Gemilang gusar ketika melihat jam sudah hampir pukul tujuh malam.
"Mamii tunggu dibawah, ada yang mau Papii kamu bicarakan Gem" ucap Mila yang terlihat serius, Gemilang paling tidak bisa membantah ketika raut wajah Mamii nya seperti itu.
.
.
.
"Ada apa Pap?" tanya Gemilang menatap heran pada orangtuanya yang sudah berpakaian rapi "ada acara kondangan dimana?" tanya nya terheran-heran.
"Pap, anak kamu tuh bilangin" ucap Mila kesal, lalu melangkahkan kakinya keluar rumah.
"Ada apa sih pap" tanya Gemilang semakin dibuat bingung.
"Malam ini kamu ikuti perintah Papii Gem" ucap Elang segera memberikan kode pada anak buahnya yang sudah berdiri dibelakang Gemilang.
"baik pak" jawab dua bodyguard itu serentak.
"Eh, eh . . kalian mau ngapain" ucap Gemilang meronta-ronta ketika mereka menarik tangan Gemilang untuk mengikuti Papii nya.
Gemilang dimasukkan secara paksa kedalam mobil, karena orangtuanya tahu betul sikap Gemilang yang keras, pasti anak itu akan menolak nya mentah-mentah.
"Mamii, Papii apaan sih" seru Gemilang meronta-ronta ketika terhimpit oleh kedua orangtuanya.
"kamu ikut kita dinner Gem" ucap Mila tampak acuh dan memainkan ponselnya ketika mobil itu melaju.
"duh, Mam nggak bisa kayak gini dong, Gemilang lagi ada urusan penting, tolong dong Pap" ucapnya bergantian menatap sang Papii.
"ini lebih penting Gem" sahut Elang santai.
"Papii, ini tuh menyangkut masa depan Gemilang" ucap Gemilang benar-benar panik, takut ia akan telat ke SA resto.
Namun Gemilang mengerutkan keningnya ketika mobil mereka berhenti disana, tapi sialnya Gemilang dikawal bodyguard itu menuju ruang VVIP kelas satu disana.
__ADS_1
"Kalau kamu keluar, siap-siap saja untuk menjadi malin kundang" ancam Elang yang sudah duduk dikursi.
Mendengus kesal Gemilang hanya bisa pasrah, karena sebenarnya hal yang paling ia takuti adalah ketika Papii nya marah, demi apapun laki-laki itu begitu menyeramkan ketika sedang marah.
Tak lama kemudian Roman dan Jen datang, Gemilang sudah paham ini adalah makan malam keluarga, tapi mengapa harus mendadak begini.
Pikirannya kacau ketika jam tangan nya menunjukkan setengah delapan malam.
Gemilang tampak mengabaikan percakapan omong kosong keluarga nya itu, ini waktu nya berjuang bukan menikmati makan malam seperti ini , huh!.
Apalagi ponselnya mati, mencoba menghidupkan nya meskipun sia-sia.
"Selamat malam pak Ela-"
Gemilang sontak menoleh, Namun begitu tak paham ketika melihat Mou dan Papa nya berdiri disana.
"Malam pak Toro" ucap Elang berdiri dan menjabat tangan laki-laki paruh baya itu.
"Silahkan duduk" ucap Mila tersenyum manis kearah Toro dan Mou.
"Gem sadar" bisik Mila menepuk paha Gemilang yang nampak tak berkedip sama sekali.
Mou mengikuti papa nya untuk duduk meskipun pandangannya tak lepas dari laki-laki itu, ia duduk dihadapan Gemilang.
"Mou" ucap Gemilang tampak tak memperdulikan semua orang yang berada disana.
"Ka-kamu ngapain disini" ucap Mou lirih, takut-takut Gemilang berbuat jahat pada seorang yang akan menjadi suaminya dan melakukan hal ini, oh jauh sekali pikirannya.
Mou dan Gemilang menatap penuh kebingungan pada Roman.
"bagus kalo kalian saling kenal" lanjut Roman.
"Bang kita nggak salah ruangan" tanya Mou dengan polosnya, bahkan ia tak paham dengan situasi ini.
"Bang?" ulang Gemilang semakin bingung.
"Dia adik Abang yang kamu tolak kemarin Gem" sahut Roman tersenyum.
Berbeda dengan Gemilang, ia membulatkan matanya tak paham dengan semua ini.
"A-adik?".
"iya, Mouresa Munaj satu-satunya adik perempuan Abang yang ingin Abang kenalkan sama kamu tapi kamu nolak terus".
Oh sial. . .
Sepertinya Gemilang benar-benar lengah sampai-sampai tidak mencari tahu tentang nama belakang Mou selama ini.
"Abang kok bisa kenal sama Gemilang?" tanya Mou yang sangat penasaran dengan hal itu "bukannya malam ini kita mau--".
__ADS_1
"pertemuan keluarga" sela Jen tersenyum.
"Dek, laki-laki yang Abang pilih untuk menjadi suami mu adalah laki-laki yang saat ini duduk di hadapan kamu" jelas Roman tak henti menyunggingkan senyumnya ketika melihat tingkah dua bocah remaja itu.
"Ge-gemilang maksud Abang" ucap Mou menutup mulutnya tak percaya.
"iya sayang" sahut Mila tersenyum hangat pada Mou.
Sedangkan Toro masih tidak percaya bahwa laki-laki yang dipilihkan oleh Roman adalah Gemilang, bocah tengil yang selalu menjengkelkan bahkan dengan beraninya ke hotel Mou dimalam hari belum lagi ketika di mall, ia dipermalukan oleh bocah tengik ini.
Roman selalu memuji Gemilang yang katanya sangat sempurna ini, sehingga Toro setuju dengan rencana Roman, apalagi ketika tahu ia adalah putra tunggal dari seorang Elang Suryo.
Tapi kenapa harus bocah ini, huh kesal sekali.
"Tolong deh bang kalo ngomong yang jelas" ucap Gemilang yang jantungnya sangat berdebar dan berharap hal ini adalah nyata.
"Gem" panggil Elang tersenyum kecil, kenapa putranya yang super jenius menjadi sebodoh ini ketika dihadapkan dengan wanita "Dengarkan Papii, tempo hari Papii sudah berbicara bahwa akan menjodohkan kamu jika kamu lambat mengejar wanita cantik yang berada dihadapan kamu".
Gemilang sontak menatap Mou dengan ketidakpercayaan.
Setelah itu Elang bergantian menatap Toro yang nampak terdiam "Semua ini atas persetujuan dua belah pihak keluarga, kalian bisa saling mengenal dulu dan untuk kedepannya kalian sendiri yang menentukan, tapi kami semua berharap perjodohan ini akan menuju ke pelaminan, bukan begitu pak Toro?".
"Ehmm. . iya pak Elang" sahut Toro tersenyum kecut.
"Manis banget sih kalian berdua" ucap Jen tersenyum.
"Mamii bilang juga apa Jen" sahut Mila.
Mou terus menggigit bibir bawahnya ketika ditatap seperti itu oleh semua orang, terlebih lagi Gemilang tidak berkedip. Ia sangat gugup sekali, rasa ini benar-benar terlalu sulit untuk diungkapkan.
Benarkah ia akan dijodohkan dengan Gemilang, laki-laki yang sangat ia harapkan.
"Kamu lihat Mou" ucap Gemilang lirih yang membuat Mou membalas tatapannya "sepertinya takdir memang milik kita berdua" ucap Gemilang tersenyum lembut.
Namun derap langkah kaki membuat mereka mengalihkan pandangannya.
oh sial!
Gemilang melupakan laki-laki sialan ini, musuh bebuyutannya.
"Loh" ucap Sam yang juga terlihat bingung "Lo ngapain disini" ucapnya begitu heran melihat Gemilang berada disini, dan tak memperdulikan orang-orang yang berada disana.
"Sam" tegur Roman menekankan kalimat nya, karena tingkah tidak sopan adiknya itu.
"maaf" ucap Sam segera menundukkan kepalanya pada semua orang, lalu ikut duduk disamping Mou sambil menatap tajam pada Gemilang.
.
.
__ADS_1
.
LIKE KOMEN DAN VOTE GAESSS 💋