Gemilang Ku

Gemilang Ku
16 ~ Terimakasih


__ADS_3

"Araaa..." panggil Mou ketika melihat keponakannya yang lucu sedang duduk di ruang tengah bersama kakak iparnya.


"Hay aunty" sahut Jen ketika melihat Mou dengan paper bag ditangannya.


Mou lalu mencium tangan Jen dan memeluk nya sesaat "ini kak buat Ara" ucap Mou mencolek dagu mungil itu.


"kamu tambah cantik ya Mou" puji Jen, mengingat mereka sudah lama tidak bertemu.


"kak Jen bisa aja" ucap Mou yang tampak malu.


"kakak siapin makan siang dulu ya, kamu ajak Ara"


"boleh. . boleh . ." ucap Mou berbinar, ia segera menggendong ponakannya yang cantik dan menggemaskan dengan bandana di kepalanya.


"Anak cantik ikut aunty ya, nggak boleh nakal" ucap Mou yang terus menciumi pipi bulat Ara, gadis mungil itu terus tertawa ketika Mou menggodanya.


"udah pantes kok" goda Jen yang baru saja datang membawa satu nampan berisi nasi dan juga lauk pauk tak lupa minuman.


"pantes apa kak hehe" ucap Mou malu ketahuan mendambakan memiliki makhluk kecil yang menggemaskan seperti Ara.


"kamu orangnya penyayang juga perhatian Mou, jadi menurut kakak kamu sudah pantas menjadi seorang ibu" ucap Jen yang sebenarnya juga kasihan melihat Mou hidup seorang diri.


"cari ayahnya dulu kak, baru anak hahaha" canda Mou.


"mau dicariin apa nyari sendiri aja?"


"aku sih masih santai kak" mengingat bahwa dirinya baru saja gagal dalam percintaan, membuat Mou tidak terlalu memikirkan pernikahan, padahal impiannya semenjak dulu adalah menikah muda dan memiliki keluarga kecil bahagia, tidak seperti keluarga nya sekarang.


"iya , yaudah makan dulu" ucap Jen mengambil alih Ara dari gendongan Mou.


"makasih ya kak" ucap Mou karena tidak enak telah dibuatkan makanan sebanyak itu.


"iya Mou, makan yang banyak tubuh kamu kurusan tuh" ucap Jen yang membuat Mou tertawa.


"Mou makannya banyak kak , tapi tetep aja segini badannya" ucap Mou.


"iya sih, udah cukup kok itu . . .pas".


"Abang pulang jam berapa kak?"


"maleman paling, katanya lembur hari ini".


.


.


.


Saat ini Mou sedang dalam perjalanan menuju hotel, ia senang sekali seharian bisa bermain dengan keponakan nya yang menggemaskan itu.


Senyuman terus tersungging di bibirnya.


"pak Ji, mampir mini market depan dulu ya" ucap Mou mengingat stok makanan nya menipis.

__ADS_1


"iya non".


Mou berjalan sembari membawa troli, memasukkan setiap belanjaan yang ia perlukan ke dalam troli.


Tangan nya hendak mengambil pembalut yang berada di rak atas "susah banget sih" gerutu Mou ketika tangannya tidak sampai.


"mau ngambil ini" ucap seorang laki-laki dengan tiba-tiba.


"Exel?" ucap Mou seolah tak percaya melihat laki-laki itu disana.


"ini" ucap Exel dengan santainya menyerahkannya pembalut bersayap itu pada Mou.


Mou langsung merebut nya dengan cepat dan memasukkan nya di dalam troli.


"santai aja" ucap Exel ketika melihat Mou yang tampak malu.


"makasih , aku duluan ya" ucap Mou tergesa-gesa.


"tunggu dulu, biar aku temenin" ucap Exel berusaha mengejar langkah cepat Mou.


"Eng-nggak usah"


"kenapa" tanya Exel tersenyum manis pada Mou.


Tapi kenapa Mou malah merasa tidak nyaman sekali.


"aku udah selesai kok" ucap Mou menuju kasir.


"nggak nggak usah" .


Mereka terus berdebat, dan alhasil Exel memenangkan nya karena mengancam akan memecat kasir itu jika tidak memakai kartu nya.


Huh, menyebalkan sekali. . . pemaksa!


Mou terus menggerutu sembari keluar dari mini market itu.


"udah , gapapa lagian aku kan emang pengen bayarin kamu, duit aku banyak kok" ucap Exel yang membuat Mou bertambah jengkel.


"aku punya uang kok, juga gak miskin miskin amat" ucap Mou yang membuat Exel tertawa.


Menggemaskan juga gadis ini.


"yasudah kembalikan saja dengan mengajakku makan siang lain kali, aku buru-buru" ucap Exel meninggalkan Mou.


Exel melambaikan tangannya sembari mengedipkan sebelah matanya.


Memang benar kata Ibel, ia ahlinya menaklukkan hati wanita.


.


.


.

__ADS_1


"biar saya bawakan non" ucap pak Ji yang keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Mou.


"terimakasih pak Ji"


"iya non, santai saja" ucap pak Ji karena Mou terlihat begitu sungkan.


"Mou!" panggilan dari seseorang yang sangat ia kenali membuat Mou menghentikan langkah kakinya, ia memejamkan matanya sesaat sebelum berbalik dan menatapnya.


"pak Ji masuk aja dulu ya" ucap Mou tersenyum , kemudian berbalik.


"iya" jawab Mou sebiasa mungkin.


"aku mau ngomong sama kamu" ucap Bara yang hendak menyentuh lengan Mou namun ditepisnya.


"don't touch me!"


"im sorry, we need to talk" ucap Bara memohon.


Mou mengangguk "di taman saja " ucap Mou kemudian melangkah menuju taman di belakang Munaj Hotel's.


Mou duduk dan menatap dengan datar laki-laki yang saat ini menatapnya penuh dengan kepedihan.


"Mou"


"Bar" ucap Mou memotong pembicaraan Bara.


"Yes by" panggilan sayang yang keluar dari mulut Bara membuat hati Mou mencelos.


"Apakah kamu bahagia tanpa aku? , apakah kamu bahagia ketika mengkhianati cinta ku yang sudah bertahun-tahun lamanya?" ucap Mou menghunuskan pertanyaan mencekam pada Bara.


"Mou---"


"ssssstttt" Mou mengibaskan tangannya tanda tak ingin dibantah.


"Aku yakin kamu bahagia" ucap Mou setelahnya "kamu bahagia karena bersama wanita yang tidak akan pernah membuat mu bosan" ucap Mou menahan sesak di dadanya " aku wanita yang paling membosankan, aku selalu mengatur mu, aku selalu posesif dan manja kekanak-kanakan,


Maafkan aku yang bertahun-tahun ini selalu menyusahkan mu".


Mou menghirup udara dalam-dalam "Terimakasih Bar, terimakasih untuk kehangatan yang telah kamu berikan dan juga keluarga mu, karena berkatmu aku bisa sedikit merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga sesungguhnya" ucap Mou mengingat kedekatannya dengan keluarga Bara selama ini.


"Beib" ucap Bara yang hampir menangis , ia membawa Mou dalam pelukannya.


"lepasin Bar, lepasin!" ucap Mou dengan tangis yang meronta-ronta.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE LIKE YA, KOMEN YANG PANJANG DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA.


LOPEYUALL 💋

__ADS_1


__ADS_2