Gemilang Ku

Gemilang Ku
35 ~ Nyaman nggak?


__ADS_3

"kebiasaan Lo aneh banget sih" ucap Ben lalu mengambil satu ayam goreng yang polos tanpa kulit itu.


"masih banyak kebiasaan aneh lainnya" ucap Ibel dengan mulut penuh.


"Ibel" gerutu Mou sungguh malu karena memiliki banyak kebiasaan aneh.


"nih ya" ucap Ibel yang membuat mereka semua menatap serius pada Ibel "dia itu sukanya makan mie goreng tapi dikuahin" ucap Ibel tak kuasa menahan tawanya.


"terus suka nyemilin wortel mentah kayak kelinci, nyemilin boncabe juga hahahahah".


Gemilang tersenyum samar mendengarnya.


"terus apa ya kalo cengeng sih nggak usah dibilang lagi, eh iya Ben jangan bentak dia meskipun dia salah, ngomong aja pelan-pelan, dia pasti nangis kalo lo ngomong nya pakek nada tinggi" ucap Ibel dengan serius.


Mengingat beberapa tahun yang lalu Mou menangis hanya karena diingatkan oleh satpam karena parkir sembarangan, ya mungkin bagi orang lain itu terkesan lebay, namun bagi Ibel yang sudah lama mengenalnya ia sangat tahu hati Mou selembut kapas, sangat berbeda dengan dirinya yang masa bodoh apabila dimarahi orang.


"gue orangnya sabar keles" ucap Ben lalu menatap Gemilang yang sepertinya menahan bibirnya untuk tidak tersenyum.


"you are so cute" ucap Juna tersenyum tipis sembari menatap Mou sekilas.


"orang aneh kok dibilang cute" ucap Mou dengan pipi memerah karena malu.


"disini semuanya punya kebiasaan aneh tersendiri kok Mou, santai" ucap Ben meneguk minumannya.


"bener gue setuju itu" ucap Juna mengangguk.


"Eh, ngomong-nya kalian nggak ajak Exel?" tanya Ibel yang masih sibuk mengunyah.


"dia ada urusan di Bandung sore ini" sahut Gemilang.


"Lo bawa rokok gak Gem?" tanya Ben yang sibuk mencari-cari benda kecil itu pada sakunya.


Mou menatap tak percaya pada Gemilang "kamu ngerokok?" tanya nya dengan nada tak suka.


dan itu membuat Gemilang menelan ludahnya kasar "kalo lagi ngumpul aja" kelakarnya.


"orang Ibel aja ngerokok apalagi Gemilang" celetuk Ben yang membuat Ibel segera menginjak kaki laki-laki itu.


"apa?" ucap Mou mengerjap-ngerjap kan matanya, masih mencerna kata-kata Ben.


"kamu ngerokok bel?" tanya Mou tak percaya, karena Mou tidak pernah melihat Ibel seperti itu, meskipun Ibel memang tomboi.


"cuma beberapa kali Mou" jawab Ibel nyengir kuda .


"bel kamu kan cewe, itu nggak bagus buat kesehatan, akhir-akhir ini kamu kan sering pusing, mungkin karena itu. . . jangan ngerokok lagi" ucap Mou begitu serius, karena khawatir dengan sahabat nya itu.


"iya Mou iya" ucap Ibel pasrah, karena pergaulannya yang mungkin salah , ia memang selalu berteman dengan laki-laki mungkin memang hanya Mou teman wanitanya selama ini, jadi Ibel sangat menyayangi Mou. Apalagi semua saudaranya juga laki-laki.


"Lo cocok kalo jadi emak-emak yang marahin anaknya" ucap Ben menertawakan Ibel yang tak berkutik saat dimarahi Mou.


"maaf ya kadang aku emang sedikit cerewet, tapi hanya untuk orang yang menurut aku penting kok, justru kalo aku nggak cerewet aku nggak perduli" ucap Mou bersamaan dengan helaan nafasnya.


"it's okay Mou, gue paham" ucap Ibel tersenyum pada Mou "justru dengan adanya Lo disini gue seneng banget, jangan balik Bali deh yayaya" ucap Ibel memohon.

__ADS_1


"emangnya Lo mau balik ke Bali lagi kalo udah selesai magang?" tanya Ben, namun Gemilang masih mematung mendengarnya, seolah tak rela Mou meninggalkan nya.


"rumahku disana Ben, emang mau kemana lagi" ucap Mou yang entah mengapa berubah menjadi sedih.


"kenapa nggak tinggal di sini aja?" tanya Juna.


"Papa aku tinggal sendirinya disana" jawab Mou tersenyum tipis.


"kalo udah punya suami kamu akan tetep disana" tanya Gemilang yang membuat Mou tercengang, namun sepertinya teman-teman nya menanti jawaban nya.


"aku ikut suami" jawab Mou tanpa menatap Gemilang.


"istri yang baik" ucap Gemilang tanpa sadar mengusap rambut Mou.


Mou membulatkan matanya seketika, bagaimana bisa laki-laki ini kelepasan didepan teman-temannya.


Sedangkan temannya yang lain menatap Gemilang dengan bingung kecuali Ben.


"sory" ucap Gemilang yang sebenarnya tidak merasa bersalah, ia berkata sembari mengangkat sudut bibirnya.


"Mou emang gemesin kok" sahut Ibel yang raut wajahnya berubah.


Mereka terus mengobrol santai sampai tak terasa waktu sudah tidak pukul setengah sembilan malam, mengobrol di tempat yang nyaman dan dengan para sahabat seperti ini memang sebuah kenikmatan tersendiri bagi mereka.


"Ben gue titip Mou ya" ucap Ibel , mereka saat ini sudah berada di lobby dan hendak pulang, Ibel biasanya pulang bersama Juna karena rumah mereka searah.


Dan hotel Mou searah dengan rumah Ben dan Gemilang.


"emang pantat panci nggak bisa diajak damai ya" ucap Ibel kesal.


"udah ayo bel" ucap Juna segera menarik tangan Ibel untuk memasuki mobilnya.


"duluan" teriak Ibel pada semuanya.


"iya"


Kini tinggal mereka bertiga disana, dan tentu saja Ben tau harus berbuat apa.


"Mou, biar Gemilang aja yang anterin Lo" ucapnya melihat pergelangan tangannya.


"loh, tadi katanya kamu mau nganterin aku" ucap Mou dengan mata yang sudah mengantuk.


"gue mau ke kontrakan Raisa dong" ucap Ben terkekeh "dan waktunya kalian berduaan" godanya tersenyum jahil.


"Ben" gerutu Mou malu.


"udah ayo" ucap Gemilang meraih tangan Mou untuk digenggamnya, ia membukakan pintu mobil untuk Mou.


"silahkan nyonya" candanya.


"terimakasih pak" sahut Mou tersenyum.


"Ngantuk ya?" tanya Gemilang saat melirik Mou yang terus menguap.

__ADS_1


Mou mengangguk, lalu menyandarkan kepalanya pada jok mobil.


Gemilang melepaskan jas nya, lalu menutupi paha Mou yang menggoda itu dengan jas nya.


"tidur aja , nanti aku bangunin kalo udah sampe" ucap Gemilang melajukan mobilnya.


"kamu nggak papa aku tinggal tidur" ucap Mou sungkan.


"nggak papa".


Namun bukannya tidur Mou malah sibuk memperhatikan wajah tampan disamping nya.


"emang Ben nginep di tempatnya mbak Raisa ya?" tanya Mou memecah keheningan.


"iya kali" jawab Gemilang tersenyum pada Mou sekilas.


"sebebas itu hubungan mereka?" tanya Mou lagi.


"mereka udah dewasa Mou, jadi sama-sama membutuhkan" jawab Gemilang ambigu.


"maksudnya?" tanya Mou dengan polosnya.


Gemilang tersenyum kecil karena itu "nanti juga tahu" jawabnya lagi.


"issshhh, ngeselin" ucap Mou mencebikkan bibirnya.


"jangan menggemaskan seperti itu" sahut Gemilang mencubit pipi Mou yang mengembang.


"Gem sakit" ucap Mou mengusap-usap pipinya.


"gemesh, pengen gigit tau" ucap Gemilang terkekeh karena Mou mendelik padanya.


"kamu nyaman tinggal di hotel?" tanya Gemilang berubah menjadi sedikit serius.


"nyaman" jawab Mou, bagaimana tidak nyaman itu hotel miliknya.


"jika kamu tidak nyaman kamu bisa tinggal di apartemen tadi" tawar Gemilang tanpa menatap Mou.


"nggak usah Gem, aku udah nyaman banget di hotel" jawab Mou.


"kalo sama aku, nyaman nggak?" tanya Gemilang yang membuat jantung Mou nyaris berhenti detik ini juga.


.


.


.


Mou(Nyaman nggak ya)


CERITANYA KELAMBATAN NGGAK SIH HAHAHAH.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋

__ADS_1


__ADS_2