
Mou gagal mencegah Sam untuk tidak menghampiri Gemilang. Dengan sangat terpaksa Mou segera mengikuti langkah kaki Sam dan buru-buru menghapus air matanya.
"Oh jadi ini cowok sialan yang kemarin katanya suka sama adek gue" ucap Sam yang membuat Gemilang dan Ilona menoleh.
"Sam, ngapain Lo" tanya Gemilang tak paham.
Sam tersenyum mengejek "seorang sampah kayak Lo emang gak pantes buat adek gue".
"Bang udah, ayo" ucap Mou yang baru saja datang, ia segera menarik lengan Sam meskipun itu tidak berpengaruh apa-apa.
"Ingat ya dek, jangan pernah lagi kamu berurusan sama laki-laki ini" ucapnya menunjuk Gemilang.
"Maksud Lo apa sih Sam".
"Lo udah buat adek gue nangis bangst!" umpat Sam mencengkeram erat kerah Gemilang.
Mou menggeleng "abang udah, Mou nangis bukan karena Gemilang" ucap Mou yang sudah jengah.
Tapi Gemilang tidak percaya, bahkan ia rela dipukuli oleh Sam jika Mou mengatakan bahwa ia menangis karena melihat Gemilang dengan Ilona.
"Kamu nggak bisa bohong dek" ucap Sam melepaskan cengkeramannya.
"Serius" ucap Mou memegangi perutnya lalu sedikit meringis.
"Asam lambung kamu naik lagi" ucap Sam khawatir.
"Iya, ayo pulang bang" ucap Mou memohon, ia tidak sanggup lebih lama lagi disini.
"ayo" ucap Sam segera merangkul Mou.
"Gue nggak akan pernah biarin lagi adek gue deket-deket sama Lo!" tegas Sam kesal.
Gemilang tidak peduli apapun perkataan Sam, matanya hanya tertuju pada wanita cantik yang terlihat pucat.
"Ada masalah apa sih Gem" tanya Ilona.
"gapapa kok, ayo" ucap Gemilang segera membukakan pintu ketika Mou dan Sam sudah jauh.
.
.
.
Mou mengetuk dengan ragu pintu yang berada dihadapannya. Sejak kemarin Ibel tidak membalas pesannya juga tidak menerima panggilan nya.
Mou sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu, ia tahu Ibel pasti sendirian.
"bel" panggil Mou dengan lirih ketika membuka pintu itu.
Ibel yang sedang memainkan ponselnya pun membuang pandangannya saat melihat siapa yang datang.
Jengkel sudah, jika mengingat kejadian kemarin hatinya masih sangat sakit.
"Bel" ucap Mou lagi segera mendekati Ibel.
__ADS_1
"kamu marah sama aku" tanya Mou karena Ibel tidak menatapnya.
Ibel tersenyum kecil melirik sekilas pada wanita cantik dihadapannya, ia memang tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan selebgram ini.
"Lo tahu kan Mou, gue paling nggak suka sama pengkhianatan" ucap Ibel menusuk.
"ma-maksud kamu?" ucap terbata, ia segera memegang lengan Ibel namun ditepisnya.
"Ada hubungan apa Lo sama Gemilang" ucap Ibel begitu menghantam dada Mou.
"bel-".
"Gue kira Lo sahabat gue Mou, tapi apa ini. . . Lo main dibelakang gue dengan seenaknya".
Mou menggeleng, matanya sudah memanas.
"Bukan gitu bel, aku bisa jelasin" ucap Mou tercekat.
"mau jelasin apa lagi, hah. Kalo kalian pacaran?" tanya Ibel menatap wajah Mou penuh kekecewaan.
"aku nggak pacaran sama Gemilang".
"jangan nangis!" sentak Ibel ketika pelupuk mata Mou sudah basah.
Mou memejamkan matanya sejenak, kemudian menghapus air matanya "Benar katamu bel, tidak akan ada wanita yang tidak suka pada sosok sempurna seperti Gemilang".
Ibel berdecih, kecewa sudah jika seperti ini.
"Aku mengangumi nya, aku kagum pada sikapnya yang sangat dewasa juga dia yang penuh perhatian, dia yang memiliki segalanya" Mou menarik nafasnya sejenak "aku wanita yang normal bel, tapi disisi lain aku mencoba menghargai perasaan mu sebagai sahabat ku, dan aku lemah tak bisa apa-apa, karena semakin aku menjauh darinya perasaan ku semakin kuat" ucap Mou menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak.
Ibel mengusap air matanya dengan kasar "Terserah mu Mou, kamu memang lebih pantas bersamanya" ucapnya tanpa menatap Mou.
Ibel tercengang mendengarnya "apa?, dijodohkan, dengan siapa?".
"Aku belum tahu, tapi minggu depan akan ada pertemuan keluarga".
"Terus perasaan mu dengan Gemilang?" tanya Ibel.
Mou tersenyum kecil "itu urusan ku, aku akan berusaha untuk segera melupakannya dan yang pasti sekarang aku benar-benar ingin meminta maaf padamu".
"kamu nggak salah kok Mou, lagian Gemilang juga bukan siapa-siapa ku, kita hanya sedang mengagumi ciptaan Tuhan yang sama" ucap Ibel merentangkan kedua tangannya. Rasanya lega sekali mendengar Mou akan segera dijodohkan.
Apakah ia terlalu egois?.
Mou segera berhamburan kepelukan Ibel "maaf bel" lirihnya.
Ibel hanya mengangguk dan mengusap rambut Mou.
.
.
.
Boleh tidak si magangnya dipercepat saja, Mou sungguh tidak kuat jika harus setiap hari melihat Gemilang dan Ilona yang semakin akrab.
__ADS_1
Wanita itu terus datang ke kantor dengan alasan proyek besar yang perusahaan mereka tangani sekarang.
Mou memilih membawa bekal sendiri daripada harus keluar ruangan dan pasti bertemu dengan mereka.
Mou menghela nafasnya, ia membuka kotak makanan yang berisikan nasi Padang itu.
Ceklek.
"Mou" panggil Ben memasuki ruangan.
"iya pak" ucap Mou segera berdiri.
"dipanggil sama mertua kamu" ucap Ben yang membuat Mou mengerutkan keningnya.
"Mertua?" tanya Mou tak paham, menikah saja belum.
"ada Mamii nya pak bos disana, nyariin kamu" ucap Ben kesal, rencananya tidak akan mulus jika Gemilang tidak kekeh dan mengalah.
"Oh, baik pak" ucap Mou yang sebenarnya juga terkejut, bagaimana bisa Mamii nya Gemilang menyuruhnya kesana saat ada Ilona juga.
"abis dari sana beliin saya masker" ucap Ben berjalan menuju meja kerjanya.
"bapak kenapa sih pakai masker terus?" tanya Mou yang merasa aneh, padahal sepertinya juga Ben tidak sedang sakit.
"lagi flu" bohongnya.
"oh" Mou nampak mengangguk dan segera pamit meninggalkan ruangan.
Ben membuka maskernya, malu sekali jika orang-orang tahu jika bibirnya habis disengat lebah.
"pak Ben".
"Eh" Ben segera meraih kembali maskernya.
"ketuk pintu dulu" ucap Ben kesal pada Mou.
Mou menahan bibirnya untuk tidak tertawa ketika melihat bibir Ben membesar seperti itu "maaf pak, cuma mau tanya merk masker nya saja" ucap Mou melipat bibirnya.
"terserah kamu" ucap Ben kesal "jangan beri tahu siapa-siapa" ancam Ben menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya.
"hahahaha siap pak" ucap Mou segera menutup mulutnya karena tidak kuasa menahan tawanya.
"awas kamu Mou ya".
"iya-iya pak beres" ucap Mou mengacungkan jempolnya lalu kembali menutup pintu.
"kayaknya gue kena karma, karena anak polos itu deh" gumam Ben sambil memandangi wajah nya pada cermin kecil yang ia pinjam pada Mou tadi. Memandangi bibirnya yang membesar.
Sialan!
.
.
.
__ADS_1
MAAF YA GAESS BISANYA CUMA SEGINI, INI AJA AKU NYURI-NYURI WAKTU, KASIAN KALO KALIAN PADA NINGGUIN.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋