Gemilang Ku

Gemilang Ku
47 ~ Kekurangan Gemilang


__ADS_3

Air mata itu jatuh tanpa permisi, membasahi kulit lembut nan halus milik Mou, namun Mou segera menepisnya dengan jari lentiknya, ia usap buliran bening yang tiba-tiba mengalir.


Sesak.


Gemilang tidak pernah seperti ini padanya, dimana Gemilangnya yang penuh perhatian, dimana Gemilangnya yang kemarin masih tersenyum manis padanya.


Dimana Gemilang ku?


Mou melangkahkan kakinya menuju lobby perusahaan, terlihat laki-laki tampan yang bersandar pada mobilnya terus tersenyum padanya.


"sok keren" lirih Mou lalu segera menghampirinya.


"ojek online neng" candanya membukakan pintu.


"makasih bang, kasih bintang lima deh" ucap Mou terkikik dan segera memasuki mobil Xpander berwarna hitam yang belum ada plat nomor nya itu.


"cie mobil baru" ledek Mou ketika Sam sudah duduk disampingnya.


"daripada minjem mulu sama bang Roman" ucap Sam kemudian melajukan mobilnya.


"porotin aja terus hahahah, bang Roman uangnya banyak" ucap Mou memamerkan gigi putihnya.


"sembarang, kamu pikir Abang nggak punya uang, Abang mah uangnya banyak cuma nggak sombong aja kalo bang Roman mau transfer, jadi iyain aja masak nolak rejeki" sahut Sam.


Mou mendengus kesal pada Sam yang memang banyak bicara ini, tapi hanya pada saat bersamanya saja anehnya.


"huh, dasar" ucap Mou menonyor pelan kepala Sam.


"kamu berani dek" ucap Sam kesal "awas aja sampai rumah Abang gelitikin nggak ada ampun" ancamnya.


"nggak takut" ucap Mou menantang malah ia menjulurkan lidahnya "wlee".


.


.


.


Sudah tiga hari lamanya, Gemilang tetap mendiamkan Mou, betah sekali laki-laki itu.


Dan Mou sudah tidak tahan lagi dengan semua ini.


Mengapa laki-laki ini begitu egois dan seenaknya sendiri, huh!.


Sore ini Mou memutuskan untuk mengikuti Gemilang, jika ia salah seharusnya Gemilang bilang padanya, bukan mendiamkan nya seperti ini.


Kata-kata Ben siang tadi terus menari-nari di kepala Mou.


Yaitu kekurangan Gemilang, dia itu jeleknya kalo marah diem, nggak mau ngomong langsung.


Dan lo harus bisa mencari titik kesalahan Lo dimana.


Mou mengacak-acak rambutnya frustasi karena itu, mana ada seperti itu.


Memangnya dia malaikat yang selalu tahu isi hati dan pikiran Gemilang.


"kenapa nona" ucap pak Ji memperhatikan majikannya dari kaca spion.


"Eh" sontak Mou menoleh "gapapa pak, cuma gatal aja" ucap Mou kemudian merapikan rambutnya yang terlihat berantakan.

__ADS_1


"saya kirain non Mou pusing" ucap pak Ji terkekeh.


Iya pusing memikirkan laki-laki tidak jelas itu.


"nggak pak Ji, bapak ikutin terus mobil itu ya" ucap Mou menatap mobil yang melaju dengan kencang nya didepan sana.


"siap nona"


Mobil sport mewah itu tampak berhenti di Sky Forrest Residence, Gemilang keluar dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobil pada salah satu satpam disana.


"bapak disini saja ya" ucap Mou segera keluar dari mobil.


Belum sempat pak Ji menjawab Mou sudah berlari, bahkan dengan high heels yang begitu tinggi membuat pak Ji ngeri melihatnya.


Nafas Mou terengah ketika sudah sampai pada rooftop apartemen itu, ia menatap Gemilang yang tampak menyadarkan tubuhnya pada sofa, menghisap batang nikotin yang terlihat begitu nikmat.


Tapi Mou tak suka!


"Selamat sore pak Gemilang" ucap Mou menghampirinya dengan sedikit mengangkat ujung bibirnya.


Gemilang sontak berdiri dan segera membuang rokoknya kelantai lalu menginjak nya.


"Mou kamu ngapain kesini?" ucap Gemilang tak percaya gadis itu bisa tahu jika Gemilang sedang berada disini.


Mou mendekati Gemilang, menatap dalam-dalam netra hitam yang begitu tajam itu "kamu jahat" ucap Mou kemudian menatap tajam pada Gemilang.


Gemilang tersenyum kecil karena itu, kenapa gadis ini dengan percaya dirinya mengatakan itu padahal kan jelas-jelas dia yang bersalah.


"nggak kebalik" ucap Gemilang mengejek.


Mou memejamkan matanya sejenak "aku yang jahat" ucap Mou menepuk-nepuk dadanya "kamu laki-laki yang tidak berperasaan ya Gem" ucap Mou dengan suara yang bergetar.


"jangan menangis" ucap Gemilang pada Mou yang mengalihkan pandangannya, ia tahu betul wanita itu sedang menangis saat ini.


"i hate you!" teriak Mou yang tangisnya pecah, Gemilang segera meraih tangan Mou dan memeluk tubuh wanita itu.


Mou terus meronta-ronta di pelukan Gemilang, ia memukuli dada bidang itu "jahat hiks kamu jahat".


"Mou stop!" ucap Gemilang dengan nada tinggi.


Mou sampai terdiam karena itu, Gemilang tidak pernah membentaknya seperti ini.


"Oke aku sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa jadi laki-laki bodoh" ucap Gemilang mencengkeram kedua pundak Mou.


"aku punya hati Mou, aku nggak bisa kamu giniin" ucapnya seolah menjadi yang paling tersakiti disana.


"ma-maksud kamu apa Gem?" ucap Mou tercekat.


"kamu harus dengerin kata hati kamu, kamu mau milih siapa?, kamu nggak bisa memilih dua-duanya" ucap Gemilang yang membuat Mou benar-benar tak paham.


Baru saja Mou hendak berucap, namun Gemilang menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya.


"sssttt, pikirkan itu baik-baik. . . aku harap aku yang menguasai hatimu".


CUP. .


Gemilang mengecup kening Mou tiba-tiba, dan bodohnya Mou tidak bisa menolak hal itu.


"pikirkan itu baik-baik" ucap Gemilang kemudian melangkah pergi.

__ADS_1


"Gem, Gemilang!" teriak Mou yang tidak dihiraukan lagi oleh laki-laki itu "dia siapa?" ucap Mou berpikir keras, ia tidak paham sama sekali apa yang dimaksud oleh Gemilang.


.


.


.


Alunan musik hits menemani mereka dalam berbincang bersama dengan segelas kopinya.


Seperti biasa.. Gemilang, Ben, Ibel dan juga Juna nongkrong bareng ditempat Juna malam ini.


Kali ini tanpa Mou karena wanita itu menolak ajakan Ibel dan mengatakan ingin ke toko buku saja.


"tumben Mou nggak ikut?" sindir Ben menatap Gemilang.


"dia lagi cari buku katanya" sahut Ibel kemudian mengunyah sesuap roti bakar keju itu.


"bener-bener idaman" ucap Ben kemudian,


"beda banget sama Mak lampir, baca buku mana pernah dia".


"mulai nih pantat panci" ucap Ibel mendengus kesal "gini-gini gue rajin baca koran" ucap Ibel melemparkan remahan rotinya pada Ben.


"bangsatt!" teriak Ben kesal.


Juna yang tengah sibuk pada ponselnya pun menoleh "kepala gue bisa-bisa bisulan kalo kalian berdua ribut terus" ucapnya kesal.


"pantat kali ah bisulan" sahut Ben terkekeh.


"iya pantat panci kayak Lo" celetuk Ibel tertawa renyah.


"Eh, nyuk" ucap Gemilang menatap sosok laki-laki yang baru saja memasuki lantai atas caviar cafe.


"itu bukannya".


Ben yang berada disamping Gemilang pun mengikuti arah mata Gemilang "itu Samudra kan" ucap Ben setelah laki-laki itu lebih dekat.


"Bang Sam!" teriak Ibel tiba-tiba yang membuat teman-teman nya menoleh padanya.


Sam yang sedang bersama kedua teman laki-lakinya pun menoleh "Eh".


Ibel berlari kecil menghampiri Sam "Abang kapan pulang?" tanya Ibel heboh, setelah memeluk sejenak Abang dari sahabat nya itu.


"belum satu Minggu bel, kamu sama siapa?" tanya Sam berbasa-basi.


"Sama temen-temen" ucap Ibel menunjuk tiga laki-laki yang sedang duduk dan memandangnya itu.


"Loh".


.


.


.


MAAP YA GAESSS EMANG HARUS NGEGANTUNG TERUS KAYAK JEMURAN GITU BIAR CEPET KERING, HAHAHAH KAN LG MUSIM HUJAN.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS SEBANYAK-BANYAKNYA YAAAAAAAAA 💋

__ADS_1


__ADS_2