
Menghisap satu batang nikotin yang begitu candu, menenangkan diri, pikiran dan hati.
Ibel menatap kosong pada gaduhnya suara musik yang berada dihadapannya. Manusia-manusia itu berjoget untuk mencari hiburan disini, tapi anehnya ia tak terhibur sama sekali.
Pikirannya tak bisa teralihkan pada sosok laki-laki tampan yang membuat hatinya bagaikan dihantam palu besi tak kasat mata.
"Ibel" ucap seorang yang baru saja datang.
Ibel tersenyum kecil menatap Ben yang sedang khawatir, kembali menghisap rokok nya.
Ben merebut rokok itu dan menginjak-injaknya "Lo baru sembuh ya" ucapnya tak suka melihat Ibel seperti ini.
Meminum cairan berwarna kecoklatan yang berada dihadapannya, Ibel tak menggubris Ben.
"Gue udah sembuh, cuma hati gue aja yang sedikit nyeri" jawab Ibel tersenyum kecut.
"Bel jangan gini" ucap Juna yang baru saja datang.
"Kalian berdua nggak usah b*coy!" ucapnya kesal.
.
.
.
Mou mengerjap-ngerjap kan matanya, merasa tak percaya Gemilang memeluknya ditengah keramaian.
"A-abang lepas, Mou nggak bisa nafas" Mou memukul pelan dada Gemilang.
"Kelepasan Mou" ucap Gemilang tersenyum kecil.
Mendelik kesal segera melangkahkan kakinya, padahal didalam sana berbunga-bunga sekali. Tapi ini kan di depan umum tidak seharusnya Gemilang seperti itu.
Gemilang segera menyusul langkah kaki Mou, tujuan wanita itu adalah meja besar yang menghidangkan berbagai makanan tradisional.
"Kamu ke nikahan mantan cuma mau numpang makan aja ya" ucap Gemilang terkekeh ketika Mou penuh damba menatap makanan disana.
"Abang, jangan godain Mou terus" kesal Mou namun tetap menggigit kue-kue itu dengan lahap.
"Mou" pembicaraan mereka teralihkan pada seorang wanita paruh baya yang baru saja datang.
"Tante Monik" ucap Mou tersenyum, namun begitu terkejut ketika tiba-tiba wanita itu memeluk Mou dengan erat bahkan tubuhnya bergetar.
"Tante tahu ini pasti sakit banget ya, kamu yang kuat ya nak" ucap Tante Bara tersebut, ia sudah lama mengenal Mou tentunya.
Mou mengusap punggung wanita itu, benarkan semua orang menatapnya penuh kasihan.
"Tante lihat Mou" ucap Mou menangkup wajah wanita itu dan tersenyum semanis mungkin.
__ADS_1
"Mou baik-baik aja" ucap mengusap air mata tante Monik.
"Jangan dipendam sendiri nak" ucap Tante lagi, apakah Mou semenyedihkan itu, jawaban adalah iya, tapi itu dulu sekali.
"Mou bener-bener gak papa Tante" ucap Mou beralih menatap Gemilang yang terus tersenyum padanya.
"Hay Tante" sapa Gemilang mendekat "Perkenalkan saya Gemilang calon suaminya Mouresa".
Mata Mou hampir lepas ketika mendengar Gemilang berbicara seperti itu dengan entengnya.
bahkan mulutnya masih menganga tak percaya.
Tante Monik tampak menerima jabat tangan Gemilang "Jadi bener kamu udah punya yang baru lagi, Tante pikir Bara bohong" ucapnya terharu.
Mou tersenyum kikuk karena itu, bingung harus berkata apa. Jika dipikir-pikir ia dan Gemilang tidak memiliki status yang resmi, bukankah Gemilang hanya memintanya untuk menjadi istri, bukan pacaran.
Rangkulan di pundaknya membuat Mou tersadar "iya Tante, doakan kita segera menyusul Bara" ucap Gemilang lagi.
"Pasti" jawab Tante mengangguk "tapi kenapa Tante nggak asing ya sama kamu". ucap Tante Monik tampak berpikir, lalu menutup mulutnya rapat-rapat ketika menyadari Gemilang adalah orang yang cukup terkenal di tanah air.
"Ka-kamu anaknya pak Elang kan" ucapnya masih terkagum "Pewaris tunggal Elang Group?".
Gemilang menjawabnya dengan senyuman.
"Mou kamu memang pantas mendapatkan yang lebih baik dari Bara" ucap Tante yang ikut senang dengan hubungan mereka.
Tersenyum kikuk dan mengangguk kan kepalanya Mou hanya bisa pasrah.
"Abang!" gerutu Mou menatap sinis pada Gemilang.
Namun begitu terkesiap tatkala menatap ketiga laki-laki yang berjalan kearahnya.
"Siapa?" tanya Gemilang saat mereka bertiga tersenyum pada Mou dan berjalan kearahnya dengan tergesa-gesa.
"Sahabat Bara, sahabat aku juga" jawab Mou yang tak mengalihkan matanya pada mereka.
"Haris, Rama, Dion" sapa Mou tersenyum bahagia menatap sosok yang lama tidak ia jumpai itu.
Tapi pelukan tiba-tiba dari Dion membuat Mou membelalakkan matanya.
"Mou kamu kemana aja, kenapa nomor kamu nggak bisa dihubungi, Instagram juga lama nggak aktif" tanya laki-laki itu beruntun.
"Di-dion" ucap Mou terbata dan segera melepaskan pelukan itu.
Matanya menatap Gemilang dengan takut-takut, sepertinya laki-laki itu sudah mulai marah jika dari raut wajahnya.
"Aku ganti nomor dan nggak main Instagram lagi" Jawabannya adalah Gemilang, laki-laki posesif ini tidak mengijinkan Mou hits di sosmed manapun.
"Tapi kamu baik-baik saja kan Mou?" tanya Haris juga khawatir.
__ADS_1
"Kita tuh takut banget kamu kenapa-kenapa" sahut Rama.
Ya, mereka bertiga adalah sahabat Mou juga. Mou tidak memiliki sahabat perempuan selain Ibel. Karena dulu Bara sangat posesif, dan hasilnya ia juga malah dekat dengan sahabat-sahabat Bara. Karena selalu ikut Bara kemanapun, kapanpun.
"Aku baik-baik saja, kalian bisa lihat sendiri kan" ucap Mou menatap Gemilang lagi "Oh ya perkenalkan ini-".
"Gemilang, calon suami Mou" ucap Gemilang mengulurkan tangannya pada Dion, laki-laki yang seenak jidatnya memeluk Mou di hadapannya.
Ketiga laki-laki itu tampak saling berpandangan, masih tidak percaya. Namun Dion segera menjabatnya "Dion" ucapnya begitu perih.
Setelah itu, acara dimulai dan mereka duduk di satu meja yang membentuk lingkaran. Gemilang tidak bisa menolak itu.
Ya, Gemilang tak menolak tapi ia terus menggenggam tangan Mou tak lepas sedari tadi. Bukannya risih Mou sebenarnya hanya tak enak saja pada mereka.
Gemilang mendadak dingin padanya, hanya genggaman tangan saja yang cukup menghangatkan.
"Kita ikut seneng Mou kalo kamu mau nikah" ucap Haris angkat bicara membelah keheningan yang tercipta.
Mou tersenyum "doa in aja, kali ini adalah yang terakhir buat aku" menatap Gemilang penuh sayang, bahkan mereka dapat melihat itu.
Mou terlihat nyaman bersama Gemilang, berbeda dengan Bara dulu, ia seperti tertekan dan hubungan yang menyakitkan seperti itu memang sudah seharusnya berakhir.
"Aku ke kamar mandi dulu ya" pamit Dion segera beranjak dari tempatnya.
"Pak Gemilang" panggil Rama begitu sungkan setelah tahu siapa laki-laki itu.
"Panggil nama saja" jawab Gemilang sambil meneguk minuman berwarna merah itu.
"ehm, Gem . . . aku tahu kamu pasti tidak nyaman dengan perlakuan Dion pada Mou yang melebihi batas" ucap Rama menjelaskan.
"Rama" sahut Mou.
"Biar Mou, biar pak Gemilang tidak salah paham. Gemilang maksud ku. Kita semua tahu jika Dion menaruh perasaan pada Mou, Gem".
"Dulu Dion yang selalu melindungi Mou saat Bara berbuat kasar pada Mou. Tapi kita semua juga tahu Mou tidak pernah memberi harapan pada Dion".
Gemilang tampak mengangguk "Saya paham" ucapnya beralih menatap Mou.
"Abang, Mou-".
"iya aku percaya padamu".
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1