Gemilang Ku

Gemilang Ku
43 ~ Sedikit hadiah


__ADS_3

"a-aku --"


"ssstttt, nanti aja jawab iya nya kalo aku udah dapet restu dari papa kamu" ucap Gemilang tertawa kecil.


Tawa itu seolah menular, Mou ikut tertawa lalu memukul pelan dada Gemilang.


"Mou kamu tahu nggak?" ucap Gemilang yang membuat Mou menatapnya dan terdiam sejenak.


"apa?"


"aku bener-bener nggak kuat lihat senyum kamu" ucap Gemilang menoel hidung Mou dengan gemas.


Mou mengerucutkan bibirnya "apaan sih" ucapnya kesal, padahal didalam hatinya sungguh senang sekali mendengar perkataan Gemilang.


"kamu pinter gombal banget sih Gem" ucap mengalungkan tangannya pada leher Gemilang, menatapnya begitu intens.


"aku gak pernah gombal, itu semua tulus dari sini" ucap Gemilang menunjuk hatinya.


Mou tersenyum kecil mendengarnya, namun ia membeku ketika Gemilang mencium keningnya dengan waktu yang cukup lama.


Gemilang melepaskan ciuman itu "sebenarnya aku pengen banget cium kamu disini" ucap Gemilang menunjuk bibir Mou yang masih mematung "tapi aku takut nggak bisa mengontrol diri aku" lanjutnya, karena mengingat kapan hari ia pernah melakukan itu pada Mou, dan itu berhasil membuat Gemilang benar-benar gila.


Mou tersenyum mendengarnya "terimakasih sudah mencoba mengontrol diri kamu" ucapnya, sebenarnya ini yang membuat Mou sangat nyaman ketika berada di dekat Gemilang, ia merasa aman terlindungi dan ia tahu Gemilang bukan laki-laki yang macam-macam.


"iya, yaudah aku pulang dulu, besok aku jemput" ucap Gemilang.


Mou mengangguk sebagai jawaban, lalu melepaskan laki-laki itu perlahan dengan ketidakrelaan.


.


.


.


Matahari mulai memancarkan kehangatannya, menelusup disela-sela gorden putih yang masih saja tertutup.


Pemiliknya masih bergelung dengan nyaman dibawah selimut tebalnya, Mou menggeliat ketika merasa tidurnya terusik, suara bel pintu yang sedari tadi ia abaikan terus saja berbunyi dengan nyaring.

__ADS_1


"iya sebentar!" teriaknya, padahal tentu orang diluar sana tidak akan bisa mendengar nya.


"siapa sih" gerutu Mou beranjak bangun lalu mengikat rambutnya.


Dengan mata yang belum terbuka sempurna ia segera membuka pintu, namun dahinya mengernyit ketika melihat wanita yang tak dikenal berdiri disana.


"Selamat pagi nona" Sapa wanita cantik dengan seragam kantor nya, tangannya membawa tiga paper bag besar dan juga satu kresek besar sekaligus.


"boleh saya masuk" ucap wanita itu karena Mou hanya terdiam.


"siapa ya?" tanya Mou yang bingung.


"ah, iya . . . perkenalkan nama saya Rania, saya suruhan pak Gemilang" ucapnya, Mou menggaruk rambutnya dengan bingung.


Namun ia segera mempersilahkan Rania untuk masuk karena mendengar nama Gemilang dan Rania terlihat kesusahan membawa barang-barang itu.


Wanita itu terus berbicara panjang lebar yang semakin membuat Mou bingung, ia berkata semua ini adalah baju pemberian Gemilang dan juga satu kantong plastik besar berisikan bahan makanan yang saat ini sedang ditata Rania didalam kulkas.


"Saya juga sudah membelikan nona sandwich untuk sarapan" ucap Rania membawa nampan yang berisikan sandwich dan susu putih. Rania menaruhnya pada meja depan Mou yang masih terdiam.


"silahkan nona" ucap Rania yang masih berdiri.


"ibu boleh duduk" ucap Mou sopan karena wanita itu terlihat lebih tua darinya.


"tidak usah nona" tolaknya dengan senyuman.


Mou menganga melihat isi paper bag itu, baju, tas , sepatu merk branded ternama semuanya.


"saya harap cocok dengan anda" ucap Rania takut-takut Gemilang akan mengomelinya, jika Mou tak suka.


"ini baju mahal semua?" tanya Mou dengan polos, Rania tersenyum karena nya.


"Sebenarnya, semua yang disitu limited edition nona, pak Gemilang beli khusus untuk nona Mou" ucap Rania menjelaskan.


Mou menelan ludahnya kasar mendengarnya, untuk apa Gemilang repot-repot begini "ini serius untuk saya semua" ucap Mou masih tak paham.


"iya nona, mohon dipakai ya nanti kalau tidak pak Gemilang akan memarahi saya, beritahu saya jika ada yang kurang anda sukai" ucap Rania menyerahkan kartu nama.

__ADS_1


"Jika nona butuh baju,tas, sepatu bisa hubungi saya secara langsung, dan mohon maaf saya harus segera pamit" ucap Rania menatap jam tangan nya.


Setelah Rania pergi, Mou benar-benar tidak paham, ia takut hanya mimpi saja, masalahnya semua barang ini adalah barang yang ia impikan selama ini..


Limited edition, hanya beberapa di dunia


Oh, bahagia sekali ia sekarang, tapi ia masih tak enak pada Gemilang dan berencana menanyakan itu tapi sebelum Mou menelepon Gemilang ternyata ia sudah mengirimkan pesan terlebih dahulu.


Gemilang : Sedikit hadiah dari aku, nggak boleh nolak!.. dipakai ya.


Sedikit?, Mou tidak paham orang seperti apa Gemilang yang mengatakan sedikit pada barang branded sebanyak ini.


Namun bibirnya tetap melengkung akibat ulah Gemilang sepagi ini.


.


.


.


"kamu cantik" ucap Gemilang membukakan pintu mobil untuk Mou.


Sebenarnya ia sengaja membelikan itu semua untuk Mou agar Mou tidak memakai pakaian yang terlalu minim hahaha.


Mou berdecak "gombal" ucapnya lalu tersenyum, ia segera memasuki mobil dan disusul oleh Gemilang.


Ia benar-benar menggunakan semua yang diberikan oleh Gemilang "Gem" ucap Mou yang membuat Gemilang yang sedang mengemudi itu segera menoleh.


"apa?"


"kamu boleh potong gaji aku buat bayar baju-baju itu" ucap Mou yang membuat Gemilang tidak bisa lagi menahan tawanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2