Gemilang Ku

Gemilang Ku
34 ~ Sesederhana ini membuatmu tersenyum


__ADS_3

"PD banget" ucap Mou kesal.


"kalo nggak suka itu bilang, jangan diem aja , aku bukan peramal yang tahu akan semua isi hati kamu" ucap Gemilang mendongak, menghirup aroma khas yang dimiliki Mou.


Begitu menenangkan jiwa.


"Gem jangan gini" ucap Mou ketika Gemilang masih saja bersandar di bahunya.


"Sebentar aja Mou, aku capek banget" ucap Gemilang setelah pekerjaan nya menumpuk karena sakitnya beberapa hari yang lalu , jadi hari ini ia harus bekerja lebih extra.


"kalo capek itu istirahat, udah tau masih belum pulih bener malah kerja" gerutu Mou, lalu menatap dahi Gemilang yang terdapat plester kecil disana.


"masih sakit ya?" tanya Mou mengusapnya pelan.


"kalo diginiin rasa sakitnya langsung hilang" ucap Gemilang yang membuat Mou mendengus kesal.


Tangan Mou terulur untuk menyentuh jari Gemilang "ini juga terluka ya, kok aku baru tahu" tanya nya setelah melihat tangan Gemilang dibalut dengan plester.


"Enggak, ini kemarin mau ngupas mangga malah kena tangan" ucapnya lalu menggenggam tangan Mou dengan nyaman.


"emang nya nggak ada orang, kok kamu ngupas mangga sendirian" tanya Mou yang entah mengapa menikmati genggaman tangan itu secara sadar.


"kemarin malem aku tidur sendirian di rumah sakit" ucapnya memelas.


"Mamii kamu gak temenin?" tanya nya.


"Enggak"


"udah besar juga , nggak papa lah sendiri" ucap Mou yang sebenarnya sangat tegang berada di posisi seperti ini, wangi maskulin rambut Gemilang tercium lembut pada indera penciuman nya.


"maka dari itu, aku mau cepet-cepet nikah" ucapnya menatap Mou dengan serius.


Mou mengalihkan matanya dari tatapan mata yang begitu dalam mematikan , degup jantung nya sudah tidak bisa terkontrol lagi.


"Ayo turun" ucapnya menarik tangan Gemilang.


"Ayo" ucap Gemilang lembut bersamaan dengan helaan nafasnya.


.


.


.



Mou berbinar ketika menatap keindahan sunset di rooftop apartemen ini, Kilauan warna jingga berpadu biru begitu cantik diatas sana.


"amazing" ucapnya terkagum-kagum.


Keindahan kota Jakarta begitu nampak dilantai paling atas ini "Gem ini indah banget" ucapnya meneliti sekeliling.


Rambutnya panjangnya terombang-ambing oleh angin sore yang begitu menyejukkan.


Gemilang mengikuti langkah Mou yang masih terpana akan keindahan langit jingga.

__ADS_1


Ternyata sesederhana ini membuat mu tersenyum.


Degub jantung Gemilang bergemuruh ketika menatap Mou yang terus tersenyum manis menatap awan.


"Mouresa, duduk sini" ucap Gemilang menepuk-nepuk sofa disampingnya.


"fotoin dong" ucap Mou menyerahkannya ponselnya pada Gemilang.


"iya" ucap Gemilang pasrah.


Gemilang memotret Mou dengan berbagai gaya, tapi mau bagaimana pun gaya nya ia tetap cantik dan seksi.


Oh sial.


Gemilang melupakan sesuatu "Mou" panggilnya dengan serius.


Mou merebut ponselnya , lalu melihat hasil potret nya "apa?" ucapnya tanpa menatap Gemilang.


"kamu nyaman berpakaian seperti ini" ucap Gemilang menunjuk rok mini yang melekat sempurna pada tubuh Mou, namun untungnya Mou masih mengenakan sweater sehingga kemeja putihnya yang begitu pas tidak terlalu menjadi fokus Gemilang.


"ehmm, aku sudah terbiasa" ucap Mou yang menjadi salah tingkah.


"pakailah yang menurutmu nyaman, wajah cantik mu tidak akan berkurang hanya dengan mengenakan pakaian yang longgar" ucap Gemilang serius "kamu tidak tahu pikiran laki-laki diluar sana jika melihat mu berpakaian seperti ini".


Mou mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Gemilang, karena tidak bisa dipungkiri bahwa banyak laki-laki yang menatapnya penuh arti jika ia memakai pakaian seperti ini.


"mungkin nanti Gem, aku belum siap" ucapnya mengalihkan pandangan ke sembarang arah "aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan memakai pakaian yang tertutup jika aku sudah memiliki suami nantinya".


Senyuman kecil terulas pada bibir Gemilang "aku akan membantu mu untuk segera mewujudkan nya".


Dan hal itu membuat Mou terdiam seketika, mengingat hal itu tentu saja perkataan nya dengan papah beberapa hari lalu melintas di pikirannya.


"Serius amat" ucap seseorang yang baru saja datang.


"Juna" sapa Mou mencoba tersenyum.


Juna meletakkan paper bag nya pada meja "hy Mou" balasnya tersenyum.


Gemilang sungguh kesal, jarang-jarang sekali Mou mau diajak berbicara serius , namun malah muncul satu pengganggu sialan ini.


"ini ada oleh-oleh dari Jogja" ucap Juna membuka paper bag nya.


"apa ?" tanya Mou.


"ada kue-kue, banyak deh" ucapnya mengeluarkan satu persatu isi dari paper bag itu.


"emang Lo dari Jogja?" tanya Gemilang.


"iya ke rumah Bu Dhe gue, asik banget disana, kapan-kapan liburan kesana yuk Gem" ucap Juna seraya duduk disebelah Mou.


"boleh" ucap Gemilang lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa.


"makan gih Mou" ucap Juna.


"iya Jun".

__ADS_1


Sedangkan terlihat dua orang yang baru saja datang , yaitu Ibel dan Ben mereka terus beradu mulut dari kejauhan.


"Lo ngerjain gue ya" ucap Ben ketika Ibel berhasil membuat dirinya membawa dua kantong plastik besar berisikan camilan.


"Lo laki bukan sih" ucapnya tersenyum meledek.


"mau gue buktiin disini" ucap Ben kesal.


"dih, nggak Sudi lihat punya Lo , paling-paling juga kecil" ucap Ibel dengan jahil lalu menatap sesuatu dibawah sana.


"****** nih anak" umpat Ben kesal ia segera menyusul langkah kaki Ibel yang sedikit berlari.


"wah apa ini" ucap Ibel menatap berbinar pada jajanan yang dibawa Juna.


"udah embat aja bel" ucap Juna yang tahu akan kelakuan sahabat nya itu, diantara mereka yang paling berisik adalah Ben dan Ibel jadi sudah pasti terjawab siapa yang lapar terlebih dahulu.


"nggak kurang banyak tuh" ucap Gemilang bergidik menatap kantong plastik yang baru saja Ben letakkan di meja.


"tau nih mak lampir" ucapnya lalu duduk berhadapan dengan Gemilang.


Ibel duduk disamping Ben , mulutnya penuh dengan kue "minum-minum" ucapnya saat merasa tenggorokan nya penuh.


Mou segera mengambil kan minuman botol itu pada Ibel.


"thanks Mou" ucap Ibel meraih kantong plastik nya "ini gue belinya makanan kesukaan Lo" ucap Ibel membuka satu box yang berisikan ayam goreng mekdi.


"wah" ucap Mou berbinar.


"ambil aja kulit nya semuanya, gue mau dagingnya, mereka biar makan tulangnya" ucap Ibel tertawa renyah.


"enak aja" sahut Ben tidak suka.


"yaudah-yaudah" ucap Ibel mengalah "Lo ambil aja kulitnya punya gue" ucap Ibel memberikan ayam goreng itu pada Mou.


"sesuka itu?" tanya Juna menatap heran pada gadis cantik namun aneh ini.


"iya Mou itu cuma makan kulitnya, dagingnya buat gue dong" ucap Ibel terkekeh.


"makasih bel" ucap Mou tersenyum bahagia.


Gemilang mengulas senyum nya samar.


Lagi-lagi sesederhana ini membuatmu bahagia.


"ambil aja semua kulitnya" ucap Gemilang yang membuat mereka semua menoleh kearahnya.


Ditatap seperti itu membuat Gemilang salah tingkah kemudian berdehem sejenak "kan kita bisa makan dagingnya" ucapnya sembari mengusap tengkuknya yang tidak gatal.


"iya iya iya iya" ucap Ben mengedipkan matanya pada Gemilang "enak banget ya Mou" ucap Ben menatap Mou begitu lahap memakan kulit ayam itu.


Mou mengangguk lalu mengangkat jempolnya.


.


.

__ADS_1


.


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS. 💋💋💋💋💋


__ADS_2