
Mengingat akan sesuatu Mou melangkah begitu cepat dan berganti menarik tangan Gemilang.
"Ada apa?" tanya Gemilang mengerutkan keningnya bingung, namun tetap mengikuti langkah cepat Mou.
"Papa pasti nyuruh orang buat cari aku" ucap Mou ketika mengingat orang suruhan Papanya dimana-mana.
"kan ada aku" ucap Gemilang tanpa sadar ia lalu melipat bibirnya.
"orangnya udah ada dibelakang kita" ucap Mou menambah kecepatan nya.
"mana?" ucap Gemilang sembari menoleh kesana kemari.
"kamu tau Upin Ipin?" ucap Mou yang membuat Gemilang semakin bingung.
"apaan sih gak jelas" ucap Gemilang.
"dua orang botak dibelakang kita" ucap Mou yang membuat Gemilang tidak bisa menahan tawanya.
"hahahaha. . ." Gemilang tanpa sadar mengusap rambut Mou karena gemas.
Mou menegang seketika namun tetap melajukan langkah kakinya, pipinya menjadi merona hanya karena diusap rambutnya.
"Papa kamu melihara tuyul ?" tanya Gemilang yang langsung menarik tangan Mou kesebuah toko.
"ngawur kamu"
Gemilang menunjukkan kartu pada manager toko itu.
"tutup toko ini sekarang juga!" perintah nya dengan tegas.
"ba-baik pak" ucap manager toko segera memerintahkan anak buahnya untuk menutup tokonya.
Karena mall ini bekerja dibawah naungan Elang Group ia bebas melakukan apapun, tapi nanti pasti akan mendapatkan Omelan dari Papii nya pasti.
"ke-kenapa berlebihan sekali" ucap Mou begitu sungkan.
"daripada lari-larian" jawab Gemilang enteng kemudian memilih beberapa baju.
"terus gimana kita keluar nya , mereka pasti nunggu di luar" ucap Mou begitu panik.
"Cara gampangnya, suruh aja mall ini tutup"
Mou membelalakkan matanya tak percaya mendengar omongan Gemilang.
"kaya mall ini punya bapak kamu aja" ucapnya kesal, bisa-bisanya ia bercanda disaat seperti ini.
__ADS_1
"ya emang punya Papii aku" jawab Gemilang memegang sebuah baju.
"ha?".
"udahlah, kita pakek cara susahnya aja, kita ganti baju pakek masker abis itu keluar lewat pintu belakang"
"i-iya" jawab Mou terbata dan segera mengambil satu dress yang berwarna dusty itu.
Gemilang menunggu Mou yang masih berganti pakaian, ia terus memainkan ponselnya tanpa sadar jika Mou sudah berada di depannya.
Mulut Gemilang benar-benar menganga kagum ketika melihat bahu mulus yang terekspos itu.
"nggak pantes ya?" tanya Mou karena Gemilang terus menatapnya.
"Eh, pa-pantes kok . . . ayo kita pergi" ucapnya meninggalkan Mou dengan salah tingkah.
"kok nggak bayar?" tanya Mou menyusul langkah panjang Gemilang.
"urusan gampang itu mah" ucap Gemilang sembari mencari mobilnya, sampai-sampai ia lupa membawa mobilnya yang mana hari ini.
Sebenarnya ia kesini hanya untuk mengantarkan Mamii nya untuk nyalon tapi malah bertemu Mou dengan keadaan seperti itu.
Mengapa ia selalu menyelamatkan Mou jika dipikir-pikir, aneh bukan?
"mau aku traktir kopi?" tawar Mou yang merasa sungkan karena Gemilang terus menerus menyelamatkan dirinya.
"di seberang sana aja gimana?" ucap Mou menunjuk sebuah kafe diseberang mall itu.
"kita nyebrang?" tanya Gemilang dengan polos.
"ya iyalah" ucap Mou tertawa mendengarnya.
Gemilang menggaruk tengkuknya ketika melihat Mou tertawa begitu manis "a-ayo" ucapnya melangkah terlebih dahulu.
Namun Gemilang menunggu Mou ketika hendak menyeberang jalan yang begitu ramai ini "ayo" ucapnya menarik tangan Mou untuk menyeberang.
Entah mengapa bersama Gemilang membuat Mou merasa terlindungi dan aman, kenapa Gemilang yang selalu melindunginya?, seperti saat ini untuk menyebrang pun Gemilang terus melindungi Mou dibelakang badannya, melindungi nya dari mobil-mobilan melaju.
Nggak boleh baper Mou!
.
.
.
__ADS_1
Gemilang terus memperhatikan Mou yang sedang memotret es krim strawberry dengan toping keju diatasnya, sungguh cantik warnanya. . .
secantik wanita yang saat ini berada di depannya.
"buat apa sih" ucap Gemilang kesal.
"buat story Instagram" ucap Mou fokus pada ponselnya, oh iya Gemilang hampir saja lupa jika Mou adalah seorang selebgram.
"nggak menghargai makanan banget sih ,keburu leleh" gerutu Gemilang lagi.
Mou menatap lekat-lekat Gemilang "kalo nggak gini aku nggak dapet uang , kalo aku nggak dapet uang aku nggak bisa makan" ucapnya menatap tajam pada Gemilang.
Gemilang bergidik ngeri ketika tiba-tiba Mou mengomel padanya "Eh. . .beneran Papa kamu nggak kasih uang ke kamu?" tanya menjadi penasaran.
"aku udah lama nggak megang kartu pemberian Papa" mengingat tentang Papanya membuat matanya kembali memanas.
Mou meraih selembar tissue dan menyembunyikan wajahnya, mengapa ia secengeng ini.
"Eh , jangan nangis dong" ucap Gemilang bingung ketika melihat punggung Mou bergetar.
Mou mengusap air matanya dengan tissue lalu mengusap ingus nya dengan santai di depan Gemilang.
Tanpa ba-bi-bu ia mengambil es krimnya tadi memakan es krim itu dengan sendok penuh
"kamu bener, nggak seharusnya aku nangis terus" ucapnya terus mengunyah es krim dengan lahap.
Gigi Gemilang ngilu sendiri melihatnya, namun mendengar gerutuan serta bibirnya yang belepotan itu tanpa sadar bibir Gemilang melengkung.
Sungguh menggemaskan.
Gemilang menggelengkan kepalanya sendiri , otaknya sudah tidak beres, apa yang ia pikirkan.
Mou mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan "mbak pesen banana es cream nya satu ya" ucapnya.
"doyan apa laper" ucap Gemilang mengejek.
"kamu mau aku nangis apa makan es krim yang banyak?" ucap Mou dengan mulutnya yang penuh.
"Eh--" Gemilang sampai melongo mendengar kata-kata gadis cantik yang berada di depannya.
.
.
.
__ADS_1
UNTUK SEMENTARA VOTE NYA DI LAPAK MAS ELANG EMILA DULU YA, SELAMA LAPAKNYA BANG GEM BELUM REVIEW KONTRAK.
LIKE-LIKE , TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR GAESSS 💋