
Gemilang mengetuk pintu ruangan Ben sembari menenteng satu box makanan, oh sungguh sial!, hanya karena seorang wanita seorang Gemilang menenteng nenteng box ini di perusahaan.
"masuk" ucap wanita didalam sana.
Mou menatap bingung pada Gemilang "ada apa ya pak?" tanyanya.
Gemilang tidak menjawab dan langsung menaruh box itu didepan Mou "makan" ucapnya penuh perintah.
Mou mengerjapkan matanya berulang, apa maksud laki-laki ini.
"apa pak?"
"makan Mouresa!" ucap Gemilang lalu duduk dihadapan Mou.
"saya nggak lapar pak, untuk bapak saja" ucap Mou karena seingatnya box makanan tadi isinya hanya tiga, jadi boleh kan ia percaya diri jika Gemilang memberikan makanannya untuk dirinya.
"kamu diet?" tanya Gemilang.
Mou menggeleng "aku kan udah bilang aku jarang makan" ucapnya lalu menutupi mulutnya karena telah berbicara formal.
"gak papa kali" ucap Gemilang tersenyum samar.
"bapak makan aja ya" ucap Mou mendorong box itu pada Gemilang.
"makan berdua" ucap Gemilang yang membuat Mou membulatkan matanya seketika.
"jangan ngawur, ini dimana" ucapnya mengingatkan.
"di kantor, kamu pilih kita makan sekarang atau sekarang juga saya suruh orang untuk membawakan banyak makanan untuk kamu" tegas Gemilang tak ingin dibantah.
"iya-iya" jawab Mou mencebikkan bibirnya kesal, pemaksa sekali laki-laki ini.
Mou membuka box nasi yang ternyata berisikan menu empat sehat lima sempurna itu, memang makanan Dirut dijaga oleh ahli gizi katanya.
"sendoknya cuma satu" ucap Mou menatap Gemilang.
"yaudah, kamu suapin aku aja" ucap Gemilang santai.
"ki-kita pakai satu sendok?" ucap Mou ragu.
Tentu saja Gemilang tahu apa yang dimaksud oleh Mou.
"kamu jijik?" tanya Gemilang yang membuat Mou menggigit bibirnya karena tak tahu harus menjawab apa.
"kan kita udah pernah--"
"ssssttttt" ucap Mou melirik sekitar, wajahnya berubah padam karena mengingat hal panas itu.
"mau lagi?" goda Gemilang tersenyum sembari menaikkan alisnya.
"Gemmmm" gerutu Mou yang malu bukan kepalang.
"makan nih" ucap Mou menyendok kan sesendok penuh dan langsung memasukkan nya ke mulut Gemilang agar tidak banyak bicara.
"kamu juga makan" ucap Gemilang dengan mulut penuh.
"ini juga makan" ucap Mou kemudian melahap makanan itu.
Mou terus menyuapi Gemilang "makan yang banyak, kamu kan baru keluar dari rumah sakit".
"Hem" jawab Gemilang sambil mengunyah.
"sama jangan lupa obatnya, dibawa kan?"
"iya-iya bawel".
"huh"
.
.
.
__ADS_1
Jam kerja telah usai, beberapa karyawan silih berganti terlihat meninggalkan Elang Group.
"belajar nya cukup hari ini ya Mou" ucap Ben kemudian berdiri.
"makasih ya pak udah ajarin Mou dengan sabar"
ucap Mou merapikan tumpukan kertas itu.
"no problem" ucap Ben tersenyum.
"dijemput?" tanya Ben.
"enggak pak, mau naik taksi online aja" ucap Mou kemudian berdiri.
"biar dianterin pak bos aja" ucap Ben dengan santainya.
"nggak usah, bapak jangan bilang kalau saya nggak dijemput supir ya" ucap Mou.
"kenapa?" goda Ben tersenyum jahil.
"Mou nggak mau ngerepotin pak Gemilang".
"justru dia itu seneng kalo kamu repotin Mou".
"bapak bisa aja".
.....
Dua wanita cantik itu nampak berjalan beriringan, Mou berjalan dengan Raisa menuju lobby perusahaan.
"mbak nggak bareng sama pak Ben?" tanya Mou.
"bareng kok, biasanya dianterin pulang" ucap Raisa tersenyum.
"manis banget sih" ucap Mou mengingat kebersamaan mereka berdua, yang seperti tak kenal disaat jam kerja namun ketika melihat foto kebersamaan mereka yang ditunjukkan Ben di ponselnya Raisa terlihat begitu mesra dengan Ben.
"ah biasa aja, sama kayak pasangan-pasangan lainnya kok" ucap Raisa sungkan.
"Ibel" panggil Mou tersenyum pada sahabatnya.
"Hay sa" sapa ibel santai.
Mou membulatkan matanya ketika Ibel dengan santainya memanggil Raisa dengan sebutan nama saja, padahal jelas-jelas Raisa lebih tua.
"Hay bel, lama nggak nongol" ucap Raisa tersenyum kearah Ibel.
"iya sa, Lo kan tau sendiri kerjaan gue banyak ke luar kotanya" ucap Ibel kemudian menoleh sekitar.
"mana mereka?" tanya Ibel.
"siapa?" tanya Mou.
"Gemilang sama Ben lah"
"itu mereka" ucap Raisa saat melihat mereka dari kejauhan.
"Eh ada Mak lampir" ucap Ben tersenyum sinis pada Ibel.
"apa Lo pantat panci!" sahut Ibel menajamkan matanya.
"udah ayo pulang" ucap Raisa menahan lengan Ben "nggak bakal ada habisnya kalo kalian berantem" lanjutnya, karena paham betul jika Ben dan Ibel bertemu akan seperti Tom and Jerry.
"kalian duluan aja , ntar gue nyusul" ucap Ben "sekalian ajak Mou deh" ucapnya berlalu.
"duluan ya pak" ucap Raisa yang dibalas anggukan oleh Gemilang.
"mau kemana?" tanya Mou setelah mereka tinggal bertiga.
"mau ke base camp, Lo ikut ya Mou. . . tempatnya asik sumpah" ucap Ibel merangkul pundak Mou.
Mou berpikir sejenak "nggak usah deh, kalian aja" ucapnya tanpa menatap Gemilang.
"ayolah Mou, ya ya ya" ucap Ibel merayu.
__ADS_1
Mou menatap Gemilang, lalu Gemilang mengangguk.
"aduh gimana ya" ucap Mou masih menimang-nimang.
"ayo ikut aja" ucap Gemilang melangkahkan kakinya, mendahului mereka karena mobilnya sudah siap.
"silahkan pak" ucap satpam membukakan pintu mobil.
"makasih pak" ucap Gemilang.
"tuh kan ayo" ucap Ibel menarik paksa tangan Mou.
"yaudah deh kalo gitu" ucap Mou dengan terpaksa "kamu duduk didepan aja" lanjutnya lalu membuka pintu mobil belakang.
Bukankah mengalah lebih baik, untuk saat ini.
Sedangkan Ibel duduk di bangku depan, untung saja Mou peka, hatinya sungguh bahagia ketika duduk disamping Gemilang seperti ini.
Gemilang menatap Mou dari kaca spion, kenapa juga ia menyuruh Ibel untuk duduk didepan, namun Mou malah mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.
Disepanjang perjalanan Mou menyandarkan kepalanya pada jok mobil itu, matanya terpejam meskipun raganya masih sadar sepenuhnya.
Kenapa juga ia tak rela melihat Ibel dan Gemilang mengobrol akrab seperti ini, mereka kan memang sahabat.
Gemilang yang mengemudi pun sesekali melirik wajah cantik yang terpejam itu.
Apakah ia lelah? , apakah Ben memberinya tugas berlebihan?
Padahal Gemilang sudah mewanti-wanti Ben agar tidak terlalu menggembleng Mou, sampai-sampai ia menjanjikan bonus yang lumayan pada Ben.
"katanya Juna udah disana" ucap Ibel sambil memainkan ponselnya.
"oh ya".
"iya Gem, sory ya gue nggak bisa jenguk Lo waktu masuk rumah sakit, gue lagi ada proyek di Semarang kemarin" ucap Ibel merasa bersalah.
"santai bel"
"kok bisa nabrak sih?" tanya Ibel.
"emang lagi apes aja" jawab Gemilang tanpa menatap Ibel.
Mereka sampai pada apartemen mewah milik keluarga Gemilang, Sky Forrest Residence di rooftop apartemen inilah tempat mereka berkumpul biasanya.
"bel, Lo mau beli camilan sendiri atau gue suruh orang aja nanti" ucap Gemilang yang sebenarnya hanya ingin mengusir Ibel saja.
"gue beli sendiri aja deh" ucap Ibel kemudian melepaskan sabuk pengaman nya.
"ini" ucap Gemilang menyerahkan kartu kredit nya.
"santai pakek punya gue aja, Lo bangunin Mou ya, atau kalian keatas dulu nggak papa, gue mau beli banyak cemilan soalnya" ucap Ibel yang memang hobi ngemil.
Setelah Ibel pergi, Gemilang berpindah ke kursi belakang, bukannya membangunkan Mou malah ia sibuk menatap wajah cantik yang bersinar itu.
Tangannya terulur untuk mengusap lembut wajah mulus Mou "Mou" panggil Gemilang hati-hati.
Mou yang sebenarnya tidak tidur pun lalu mengerjapkan matanya perlahan "udah sampai ya?".
"udah pura-pura tidur nya" ucap Gemilang menyandarkan kepalanya pada bahu Mou.
"siapa yang pura-pura" ucap Mou kesal.
"kamu kesel ya lihat cara Ibel menatapku" ucap Gemilang, ia bukan laki-laki bodoh yang tidak bisa mengartikan tatapan Ibel selama ini, jadi itu alasannya untuk menjaga jarak dengan Ibel selama ini.
.
.
.
MAKASIH YANG UDAH SABAR NUNGGU YA, KOMENTAR NYA YANG BANYAK BIAR BISA CEPET UP HEHEHEHEH. . .
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1