Gemilang Ku

Gemilang Ku
62 ~ Calon kakak ipar


__ADS_3

Hening


Hanya suara isakan yang memenuhi seisi ruangan, masih bersembunyi dibalik lututnya. Semakin ia coba mengerti dan mencoba mengikhlaskan semakin sesak pula dadanya.


Usapan lembut membuatnya mendongak "Jun" ucap Ibel begitu menyedihkan, air mata sudah deras mengalir sejak tadi.


"Sabar ya" ucap Juna ikut duduk di bawah, merentangkan tangannya "tumpahkan semua padaku, jangan kamu pendam sendiri".


Ibel segera berhambur memeluk Juna, menumpahkan semua tangisnya "Sakit Jun" isaknya begitu terluka.


Tepukan demi tepukan Juna berikan pada punggung Ibel "Iya aku tahu sakit, tapi yang aku tahu Ibel bukan wanita lemah".


Rengkuhan Ibel semakin mengerat, tak lagi mampu berkata apa-apa lagi. Tubuhnya terasa lemas dengan wajah pucat nya.


"Kamu baru sembuh bel, nggak boleh gini" ucap Juna lagi mengelus rambut Ibel, sahabatnya ini tidak pernah selemah ini.


"Jun ambilin obat aku" ucap Ibel menunjuk laci disebelah Juna, ia mulai menghapus air matanya.


"Iya, minum obat dulu, lalu tidur mereka biar aku yang urus".


....


"Kalian pulang saja" usir Juna langsung pada intinya, sebenarnya hanya Gemilang dan Mou saja yang masih tersisa disana.


Mou sontak berdiri dan disusul oleh Gemilang "Tapi aku ingin berbicara dengan Ibel Jun" ucapnya begitu perih.


"Jangan sekarang Mou, kasih dia waktu dulu" ucap Juna yang mencoba memahami mereka berdua dari sisi yang berbeda.


Sebenarnya memang tidak ada yang bisa disalahkan disini, ia pun tahu Gemilang juga mulai menaruh hati pada Mou, itu benar-benar hal yang langka. Tidak ada seorang gadis yang mampu menaklukkan Gemilang selama ia mengenalnya.


"dia pasti kecewa dengan aku ya" ucap Mou menundukkan kepalanya.


"dia sedang tidur, lebih baik tunggu keadaan nya membaik dulu, baru membicarakannya lagi".


Gemilang merangkul pundak Mou "ayo pulang dulu, besok kita kesini lagi".


"Gue saranin Lo sendiri aja Mou kalo kesini" ucap Juna.


"Kenapa" sahut Gemilang tak suka, apa jangan-jangan Juna juga tertarik pada Mou.


"Dia pasti malu bertemu sama Lo" ucap Juna kesal.


"Oh" jawaban singkat yang begitu menyebalkan.


.


.


.


Mobil sport Gemilang memasuki perumahan mewah, jejeran rumah disana benar-benar tidak ada yang murah. Kompleks rumah Roman ini memang tak jauh berbeda dengan milik Gemilang.


Mou terus diam sedari tadi, hanya menjawab sepatah kata jika Gemilang bertanya.


"Aku terlalu jahat ya bang" ucap Mou tiba-tiba "kenapa aku sekejam ini pada Ibel" buliran bening jatuh tanpa permisi.


Gemilang mengusap rambut Mou "Jangan menyalahkan dirimu sendiri".


"Tapi sebelumnya Mou udah tahu kalau Ibel suka sama Abang, tapi dengan jahatnya Mou melewati batas-batas itu, batas yang tidak seharusnya Mou tembus".

__ADS_1


Tepat di depan rumah Roman mobil Gemilang berhenti, lalu menoleh pada sosok cantik yang terus menangis disampingnya.


"Mouresa" ucap Gemilang begitu serius.


Mou menoleh dan mengusap air matanya, Gemilang ikut mengusap pipi halus yang sudah basah itu.


"Jangan pernah menyesal karena telah melewati batas itu, jangan menyesal karena telah jatuh cinta padaku".


"Abang" Isak Mou segera memeluk Gemilang dan disambut hangat oleh Gemilang.


"Tidak ada yang perlu disesali, kita semua sudah dewasa dan aku yakin lambat laun Ibel akan mengerti tentang perasaan yang tidak bisa dipaksakan ini. Rasa tumbuh dengan sendirinya kan kita tidak bisa memaksakan atau mengendalikan hati untuk itu".


Ketukan pada kaca mobil yang begitu nyaring membuat mereka menoleh bersamaan. Sosok berjubah putih berdiri diluar sana, menatap tajam pada Gemilang.


Oh sial, malas sekali meladeni Sam.


"dia juga disini?" tanya Gemilang menggeleng malas menatap Sam.


"Aku sama bang Sam tinggal disini sementara, sampai rumah bang Sam jadi" jawab Mou segera menghapus air matanya dengan tissue.


Mereka segera turun dari mobil karena manusia satu itu terus menggedor mobil Gemilang "biasa aja dong ketuk nya" ucap Gemilang mengusap kaca mobil kesayangannya itu "mahal tau" imbuhnya.


Sam berdecak, tersenyum kecil "Lo apain adek gue" ucapnya menatap tajam pada Gemilang.


"cuma peluk aja" jawab Gemilang santai.


"kurang ajar" ucap Sam yang hendak maju namun Mou segera menahannya.


"Bang Sam, jangan gini" ucap Mou menahan lengan Sam.


"Kamu abis nangis dek" ucap Sam semakin kesal ketika melihat mata sembab Mou "udah Abang bilang jangan deket-deket sama dia, dia paling nggak bisa jaga hati orang".


"terus apa!".


"ada apa ini" ucap seseorang yang baru saja datang, Roman terlihat mengenakan baju santai dengan kantong mini market di tangannya. Memang ia hanya akan bermain di rumah bersama Ara dihari liburnya.


"dia nih bang" ucap Sam kesal menunjuk Gemilang.


"Oh, kamu Gem. . . ayo masuk kita makan malam bersama" ucap Roman dengan santainya malah merangkul Gemilang dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


Gemilang tersenyum penuh kemenangan dan tersenyum mengejek pada Sam "ayo sam masuk, anggap saja rumah sendiri" ucap Gemilang menoleh pada Sam yang terlihat kesal.


"sialan!" umpat Sam merasa ini penghinaan "bang Roman gimana sih" gerutu nya.


"Udah bang, jangan marah-marah terus ayo masuk" ucap Mou memperlihatkan gigi putihnya.


"Seneng?" ucap Sam jengkel menatap sang adik berubah menjadi bahagia melihat dirinya menderita.


"banget" ucap Mou dan segera berlari menyusul Gemilang.


"dek!, emang nyebelin semuanya ya" ucap Sam kesal lalu melangkahkan kakinya dengan malas.


"emang cuma Ara yang ngertiin aku" gumam nya sembari melangkahkan kaki.


Dentingan suara sendok dan garpu terdengar ramai di meja makan rumah Roman malam ini.


Dua manusia yang menatap malas satu sama lain pun hanya bisa menikmati itu semua. Beruntungnya Toro sudah pulang ke Bali, jika tidak, mungkin Gemilang tidak akan sesantai ini datang kesini.


"Jadi kamu besok mau ke pernikahan Bara sama Gemilang?" ucap Roman sembari membersihkan bibirnya dengan sehelai tissue.

__ADS_1


Gemilang tadi sudah meminta ijin untuk besok malam akan menemani Mou kesana, dan Roman sangat setuju ia ikut senang melihat kedekatan mereka.


"Iya bang" ucap Mou membereskan piring yang sudah kosong.


"Kenapa nggak sama Abang aja" ucap Sam yang masih mengunyah terlihat tidak setuju.


"yang ada Abang nanti bikin rusuh disana" mengingat Sam yang selalu emosi jika melihat Bara.


"Iya biar sama Gem aja, itung-itung pamer yang baru lebih segalanya daripada yang lama" sahut Jen tersenyum sambil menyuapi Ara.


Mendengus kesal Sam hanya bisa mendelik pada Gemilang yang tersenyum penuh kemenangan.


"awas aja macem-macem" ancamnya lalu meneguk minuman dingin yang menyegarkan tenggorokannya.


"Jadi bang Sam setuju?" tanya Mou antusias, piring kotor yang hendak ia bawa ke dapur sampai ia taruh kembali.


"hm".


"makasih Abang" ucap Mou segera berhambur ke Sam.


"dek tangan kamu kotor ya" ucap Sam mengibaskan tangannya menyuruh Mou menjauh.


Mencebikkan bibirnya dan langsung menuju dapur, memang abangnya sangat higienis.


Kembali menatap Gemilang yang tengah memakan buah apel "inget, langsung pulang" ucap Sam penuh penekanan.


"iya".


"jangan deket-deket, jaga jarak aman!".


"Hem" mengabaikan omong kosong Sam.


"Jagain adek gue yang bener!".


B*cot banget sih ni anak.


Gemilang hanya mendengus kesal karena itu.


"Lo tenang aja, gue pasti jagain calon istri gue sebaik mungkin" ucap Gemilang tersenyum kecil.


"ya kan Mou" ucap Gemilang pada Mou yang baru saja kembali ke meja makan.


"apa Lo bilang" ucap Sam berdiri menunjuk Gemilang dengan garpu ditangannya.


"Sam" peringat Roman yang membuat Sam segera duduk.


"Ada apa sih, berantem Mulu" ucap Mou menuangkan air putih kedalam gelas kosongnya.


"gak papa kok, ya kan calon kakak ipar" goda Gemilang tersenyum jahil pada Sam.


"makin ngelunjak Lo ya!".


Mereka semua hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gemilang dan Sam yang seperti anak kecil.


.


.


.

__ADS_1


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS BAGI TIP SEIKHLASNYA 💋


__ADS_2