Gemilang Ku

Gemilang Ku
05 ~ Bukan kriteria?


__ADS_3

Ibel menceritakan semuanya tentang Mou dan Bara, tentang Bara yang selingkuh dan tentang mereka yang batal menikah.


"memangnya umur Lo berapa kok mau nikah?" tanya Juna yang sangat penasaran dengan itu.


"Baru dua puluh dua sih, aku masih kuliah semester akhir" jawab Mou mengusap air matanya yang kembali jatuh.


"udah nggak usah ditangisi kebanyakan cowok memang brengsek kayak gitu, tapi seharusnya nggak sih kalo ceweknya cakep kayak gini hahahahha" ucap Ben dengan santainya.


"dasar pantat panci, sa ae loh" ucap Ibel menatap Ben sinis.


"tapi kalo kayak gue gini beda , gue orangnya setia , rajin menabung dan tidak sombong" canda Ben lagi.


"promosi pak" sahut Ibel kesal.


Gemilang menyesap kopi nya sembari mendengarkan celotehan mereka, tapi anehnya badannya masih menegang semenjak tadi.


"oh iya ada yang aneh sama sohib gue satu ini" ucap Ben menatap Gemilang "dia nggak pernah kayak gini sama cewek manapun. . . oh my God ternyata sobat gue masih normal" ucap Ben memeluk Gemilang dengan heboh.


"lepasin! , apaan sih Lo!" sentak Gemilang mendorong tubuh Ben yang lebay itu.


"Sebagai rasa terima kasih aku pada kalian semua, aku aja yang traktir hari ini" ucap Mou yang juga salah tingkah setelah apa yang ia lakukan pada Gemilang.


Tiga bulan yang lalu Gemilang yang memeluknya, namun sekarang mengapa ia juga dikasih kesempatan untuk memeluk nya?


"nggak usah repot-repot Mo, dia yang punya kafe ini kok jadi gratis" ucap Ibel menunjuk Juna dengan dagunya.


"eh mana ada kayak gitu, yang ada gue bangkrut tiap hari kalian kesini minta gratisan" jawab Juna panik.


"hahahaha gemesin deh junjun" ucap Ibel tertawa menatap wajah Juna yang seperti itu, ia paling baby face diantara mereka memang.


"gitu aja kok panik sih, kalian lupa ada sultan disini" ucap Ben menepuk nepuk pundak Gemilang.


Gemilang sungguh malas berdebat dengan para sahabatnya itu, ia mengambil dompetnya lalu menyerahkan Black card nya.


"tuh kan apa gue bilang, bayarin kita kopi tuh sama aja kayak bayar parkiran buat dia" ucap Ben tersenyum menang.


Juna meraih kartu itu dengan bersemangat "Lo emang terbaik Gem" ucapnya lalu pergi menuju kasir.


Mou tampak diam melihat itu, tentu saja Gemilang bukan orang sembarangan , hanya orang-orang tertentu yang memiliki black card seperti itu.


.


.


.


Mobil sport mewah berwarna hitam keluaran terbaru itu membelah keramaian kota Jakarta, Gemilang mengemudi dengan kencang.


"Lo tertarik kan Gem sama dia, jujur!" desak Ben yang terus mengoceh sedari tadi.


Gemilang menoleh sekilas pada seorang yang duduk disampingnya itu "b*cot".

__ADS_1


"gue kenal sama lo semenjak dari janin , jadi gue paham betul sikap Lo" Gemilang hanya menggeleng atas apa yang selalu dikatakan sahabatnya itu.


"cantik banget Gem sumpah" ucap Ben sembari membayangkan wajah mulus Mou "kayak boneka hidup" lanjutnya lagi.


"mau gue aduin ke Raisa" ancam Gemilang, Raisa adalah kekasih Ben sekaligus sekretaris pribadi Gemilang.


Mendengar hal itu lamunan Ben buyar seketika "Eh jangan macem-macem lo".


Gemilang tersenyum licik ketika melihat Ben yang nampak gelagapan itu "biarin, biar sama Yohan aja dia".


"udah-udah iya gue diem ajg" ucap Ben kesal , Gemilang memang kadang sangat menyebalkan.


Setelah keheningan sesaat. . .


"Eh Gem, menurut Lo Mou bakal nemuin mantannya tadi nggak ya. . . tadi kan dia bilang tunggu dimana? , Munaj Hotel's kalo nggak salah?".


Mendengar hal itu membuat Gemilang kembali memikirkan gadis yang memeluknya sambil beruraian air mata tadi.


"hotelnya bang Roman kan?" tanya Gemilang ketika mengingat siapa yang memiliki hotel itu.


"iya, tapi kan di Jakarta ada tiga cabangnya. . . Eh, tunggu deh, elo nggak mungkin nyamperin dia kan?" tanya Ben menyidik.


"nggak lah, gila apa".


.


.


.


Mou dan Ibel baru saja sampai di Munaj Hotel's, hotel milik keluarga Mou dan ia selalu menginap disana ketika sedang berada di Jakarta.


Ibel merebahkan tubuhnya pada ranjang yang empuk dan nyaman itu, lalu menatap langit-langit kamar membayangkan seseorang.


"minum dulu bel" ucap Mou sembari menaruh nampan yang berisikan jus jeruk itu.


Ibel beranjak dari ranjang lalu menghampiri Mou disofa, ia meneguk hingga tandas jus jeruk yang menyegarkan itu.


"kebiasaan deh , jadi cewe nggak ada kalem-kalemnya" ucap Mou menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ibel.


"gue orangnya nggak drama Mo haha"


"mau makan? , biar aku pesenin" tawar Mou.


"jadi orang baik banget sih nih anak, cantik lagi" goda Ibel "tapi nggak usah masih kenyang kok".


Mou mengangguk "bel?" panggil Mou yang membuat Ibel menoleh.


"apa?"


"kenapa kamu tadi nyuruh Gemilang, diantara tiga teman-teman mu" tanya Mou yang sebenarnya penasaran dengan itu.

__ADS_1


Ibel tersenyum kecil "Ck, ya karena dia yang paling ganteng lah. . . biar Bara minder".


"oh" Mou mengangguk-angguk.


"dia kaya Mo" ucap Ibel padahal Mou tidak bertanya hal itu.


"terus?" tanya Mou dengan polos.


"hahaha Lo nggak tertarik?" tanya Ibel menatap Mou dengan serius.


"Eh?" Mou mengerjapkan matanya bingung.


"hahahaha gue harap sih enggak" ucap Ibel kemudian tertawa.


"kenapa?".


"dia cowok yang gue ceritain sama Lo selama ini"


Deg!.


"Jadi dia cowok yang kamu sukai bertahun-tahun itu" ucap Mou begitu kaget mendengarnya.


"iya" ucap Ibel melihat Mou yang terdiam "kaget ya, dia emang nggak pantes buat gue. . . seperti apa yang gue bilang Mo dia terlalu sempurna untuk gue yang biasa-biasa aja kayak gini".


"bel , aku--"


"iya gue tahu hati Lo cuma buat Bara, dan gue tau elo mau minta maaf ya udah peluk-peluk dia tadi".


"bel, sorry"


"no problem, yah meskipun gue sedikit cemburu sih. . . dia gak pernah kaya gitu ke wanita manapun Mo".


"serius?" tanya Mou masih menatap tak percaya.


"iya, tapi gue agak tenang soalnya Lo nggak masuk kriteria dia kayak nya hahaha".


"kok bisa?, emangnya kriterianya kayak apa?" tanya Mou yang menjadi penasaran.


.


.


.


.


.


.


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR GAESSS 💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2