Gemilang Ku

Gemilang Ku
70 ~ Menikmati waktu terakhir


__ADS_3

"Abang?" ucap Mou termangu menatap Gemilang yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.


Mengusap lembut bibir Mou yang belepotan dengan sisa es krim "berantakan kamu makannya" ucap Gemilang tersenyum kecil.


"Mikirin apa sih?" tanya Gemilang lagi, satu hal yang sudah Gemilang hafal dari wanita ini, selalu diam dan melamun jika sedang memikirkan sesuatu.


Mou menggeleng lemah tanpa berani menatap Gemilang.


"Ayo ikut aku" ucap Gemilang segera menggenggam tangan Mou dan mengambil kantong plastik putih di hadapan Mou.


Berdua, menikmatinya gelapnya malam. Dengan tangan yang saling bertaut, masih menikmati hangatnya kebersamaan di malam yang dingin ini.


"Mouresa" panggil Gemilang begitu lembut, selalu mampu menggetarkan hati Mou dengan debaran yang bertubi-tubi.


"i iya Abang" menatap sekilas pada netra Gemilang yang juga menyiratkan kesedihan.


Gemilang memeluk tubuh Mou tiba-tiba, dengan erat tak ingin ditinggal ataupun jauh-jauh dari wanita ini.


"Aku pasti akan merindukan mu, tapi kamu juga gak boleh pikirin itu terus" menangkup pipi bulat Mou dengan kedua tangannya agar menatap matanya.


"Kamu fokus saja pada skripsi mu, meskipun kita berjarak nantinya, aku pastikan hati dan perasaan ku tetap utuh untuk mu" lanjut Gemilang lagi.


Sepertinya Gemilang salah paham, Mou juga sedih karena itu, tapi ada hal yang membuatnya lebih sedih lagi.


"Abang, apapun yang terjadi nantinya. Mou cuma harap Abang bahagia".


Cukup aku saja yang bersedih, atas semua ini. Jika perlu aku yang akan menggantikan sakit hatimu nantinya. Tidak perduli, meskipun didalam sana retaknya hati sudah sangat terasa begitu ngilu.


Aku rela!.


Mou mengalungkan tangannya pada leher Gemilang, menatap lekat-lekat mata hitam itu dan menikmati setiap sentuhan yang Gemilang berikan.


Mou akan rindu dengan usapan lembut di pipinya seperti ini. Rindu dengan genggaman tangan kekar yang begitu nyaman, ia akan merindukan pelukan hangat dari laki-laki ini.


"Aku nggak akan bahagia, jika bukan kamu yang menjadi takdir ku" jelas Gemilang tegas tak terbantahkan.


"Abang-"


"sssssttttt" segera menempelkan tangannya pada bibir Mou, ia sedang malas berdebat mengingat waktu mereka tinggal beberapa jam saja.


"Udah makan belum?" tanya Gemilang tersenyum. Sejujurnya ia lebih suka wajah Mou tanpa balutan make up begini. Lebih natural, apa adanya dan jarang-jarang Mou pergi tanpa polesan make up.


"Baru makan steak daging tadi, tapi masih sanggup kok ronde dua" jawab Mou membalas senyuman Gemilang dengan kedipan nakal di matanya.


Tidak apa-apa kan jika ia menikmati sebentar waktu terakhirnya bersama Gemilang, sedikit membebaskan pikirannya dari beban yang terlihat jelas di depan mata.


Gemilang tidak bisa menahan diri untuk mengacak-acak rambut Mou dengan gemas "ayo, mau makan apa lagi?" Gemilang segera menggenggam tangan Mou untuk melangkahkan kakinya.


Kebetulan mereka tak jauh dari taman kompleks Mou, banyak pedagang makanan di pinggiran taman.

__ADS_1


"Mau bakso deh" ucap Mou menunjuk salah satu pedagang disana "Eh, tapi Abang yakin mau makan disana" ucap Mou mengingat Gemilang seorang milyarder haha.


"Ayo" ucap Gemilang melangkahkan kakinya terlebih dahulu. Sebenarnya ia tak pernah makan ditempat seperti itu. Tapi jika Mou menginginkannya apa boleh buat.


.........


"Mau pesan apa neng?" tanya laki-laki paruh baya menghampiri mereka yang sedang duduk di lesehan.


"Bakso nya dua pak. Yang satu pentol nya besar semua ya, nggak pakek saos, sambal sama bawang gorengnya dibanyakin ya, oh ya pak kuahnya dikit aja" ucap Mou menyengir mengingat dirinya banyak maunya.


Bapak itu sampai menggaruk tengkuknya karena merasa lucu sekaligus aneh dengan gadis ini.


"Yang satu neng?" tanya nya lagi.


"Yang satu pentol nya saja pak, ditusuk. Oh ya pak pentol nya nggak usah pakek saus, kecap, ataupun sambal ya, polosan saja. Sama minta kuahnya taruh mangkuk dikit aja ya pak" ucap Mou tersenyum lagi.


"Maaf ya pak banyak maunya" ucap Mou begitu sungkan.


"Nggak papa neng" jawab bapak mengangkat jempolnya.


Gemilang tak henti-hentinya tersenyum menatap tingkah menggemaskan dari wanita ini. Sorot matanya begitu dalam dan penuh cinta.


"Sesuai pesanan Abang" ucap Mou memamerkan gigi putihnya.


"iya-iya bawel".


"Sudah kenyang?" tanya Gemilang pada Mou yang sudah menandaskan dua mangkuk bakso itu. Gemilang hanya meminta sesuap saja tidak lebih.


"Kecil-kecil makannya banyak juga ya" ucap Gemilang terkekeh.


"Itu kalo lagi mood, kalo nggak bisa seharian nggak makan sama sekali" ucap Mou santai sembari meneguk es teh manis.


"Nggak boleh gitu dong, harus makan. Awas aja aku samperin ke Bali kalo nggak makan" ancam Gemilang yang membuat Mou menelan ludahnya kasar.


"Ka-kalau disana teratur kok, kan ada bibi" bohongnya tersenyum kecut.


"Bagus" ucap Gemilang lalu meraih dompetnya yang berada disaku.


"Berapa pak?" tanya nya.


"Tiga puluh lima ribu saja" ucap bapak yang masih sibuk melayani pelanggan.


Gemilang menyerahkan dua lembar seratus ribuan "kembaliannya buat bapak, jangan pulang malam-malam" ucap Gemilang membantu Mou untuk berdiri.


"Eh, banyak sekali mas" ucap Bapak itu menoleh, namun terlihat mereka sudah berlarian menuju mobil.


"Loh, dasar anak muda" ucap bapak menggeleng-gelengkan kepalanya.


.

__ADS_1


.


.


"Hari ini kamu nginep di rumah ya" ucap Gemilang yang sudah melajukan mobilnya menoleh sekilas pada Mou.


Ucapan Gemilang membuat kening Mou berkerut "maksud Abang?".


"Kamu nginep dirumah aku" ucap Gemilang sekali lagi.


"Abang jangan bercanda deh" ucap Mou kembali menatap layar ponselnya.


"Aku tidak bercanda Mouresa" ucap Gemilang yang memang benar-benar serius.


"Mana boleh seperti itu" ucap Mou benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Gemilang.


"Boleh, lusa kamu sudah berangkat dan besok aku tidak bisa mengambil cuti. Waktu kita terbatas, jadi kamu harus menginap di rumahku malam ini" ucap Gemilang yang kini berhenti di lampu merah.


"Abang-".


"Aku sudah meminta ijin pada Roman dan Sam" ucap Gemilang yang sudah tahu akan kekhawatiran Mou. Bahkan ia hendak baku hantam dengan Sam tadi, untungnya ada bang Roman yang melerai mereka.


Alhasil, Sam kalah hahaha..


"Aku mohon, aku ingin menikmati waktu kita dengan sebaik-baiknya" lanjutnya.


Mou mengangguk dengan ragu "Mamii ada dirumah kan?" tanya nya kemudian.


"Iya, Mamii sama Papii sudah menunggu mu" ucap Gemilang tersenyum kecil. Saat ini mereka sudah memasuki area perumahan Gemilang.


Mou menelan ludahnya kasar ketika mengingat pakaian yang ia kenakan "Abang, pakaian Mou" ucap Mou menunjuk pakaiannya.


"Kenapa, cantik kok" ucap Gemilang segera merangkul Mou untuk memasuki rumah.


Bagaimana tidak minder jika melihat rumah Gemilang yang seperti istana ini. Sedangkan pakaiannya seperti gembel.


Mou tiba-tiba memberhentikan langkahnya ketika sampai di depan pintu rumah Gemilang "Abang, Mou ganti baju pulang dulu ya" ucapnya khawatir, mana tidak makeupan lagi.


Gemilang merapikan rambut Mou "jangan ngaco" ucapnya mencubit gemas pipi bulat Mou.


"Ini sudah cantik Mouresa" lanjut Gemilang melabuhkan ciuman lembut pada kening Mou.


"Terlalu cantik" pujinya yang membuat Mou tersipu malu, kedua tangannya memegang pipinya yang terasa panas.


.


.


.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH SETIA MENUNGGU.


LIKE KOMEN DAN VOTE GAESSS SEBANYAK-BANYAKNYA 💋


__ADS_2