Gemilang Ku

Gemilang Ku
29 ~ Akankah semesta merestui kita?


__ADS_3

"iri aja Lo" balas Gemilang menyombongkan diri, karena jujur saja baru ini ada gadis yang begitu perduli terhadapnya.


Ben hanya menggeleng malas pada Gemilang, ia mengambil potongan apel yang terletak diatas meja.


"pacar gue aja belum tentu bisa ngupas apel" ucap Ben sambil mengunyah.


"uhuk. . uhuk. . " Gemilang tersedak mendengarnya, antara rasa ingin menertawakan namun tersedak oleh air putih yang hendak ia telan.


"pelan-pelan" ucap Mou mengusap usap punggung Gemilang.


"gue udah tau elo mau ngetawain gue kan bngsd" umpat Ben,lalu tertawa renyah.


"emang bener Raisa nggak bisa ngupas apel" ucap Gemilang yang membuat tawa Ben pecah.


"hahahahha. . . dia tiap hari ngurusin elo, mana sempet belajar ngupas apel" sahut Ben dengan mulut penuh.


"ya kan bisa langsung digigit nggak usah dikupas" ucap Mou dengan polosnya.


"kamu tuh ya, selalu buat aku gemessh" ucap Gemilang mencubit pipi bulat itu.


"Gemmm" gerutu Mou.


"habisin gih" ucapnya menunjuk mangkuk yang masih menyisakan sedikit bubur disana.


"udah nggak bisa , mual aja bawaan nya" ucap Gemilang mengusap perutnya.


"yaudah deh".


"obat nya ada di laci Mou, ambilin" ucap Ben yang memang tahu segalanya tentang Gemilang.


"iya" ucap Mou beranjak mengambil obat itu, lalu menyerahkan nya pada Gemilang "minum, biar cepet sembuh" ucap Mou.


Batin Gemilang menjerit, kalau setiap sakit diperhatikan dan diperlakukan seperti ini oleh Mou rasanya ia ingin sakitnya lebih lama lagi.


Gemilang bagai anak kecil yang menurut saja jika Mou yang menyuruhnya.


"cobain" ucap Mou mengambilkan potongan apel untuk Gemilang.


"suapin" ucap Gemilang.


Mou mendengus kesal, tapi tetap saja menyuapi Gemilang.


"udah, perut aku bener-bener nggak kuat lagi" ucap Gemilang ketika Mou hendak mengambilkan potongan apel kembali.


"yaudah deh, udah makan , minum obat abis ini tidur ya, jangan tidur malem-malem" ucap Mou sembari membereskan sisa makanan Gemilang.


"kamu mau pulang?" tanya Gemilang.


"iya Gem, udah malem" ucap Mou melihat jam tangannya.


"sama supir?" tanya Gemilang.


"enggak , aku mau naik taksi aja" ucap Mou


"bahaya udah malem, kamu dianterin Ben aja" ucap Gemilang menatap Ben yang nampak sibuk dengan ponselnya.


"oke, gak masalah ayo Mou, cewe emang nggak baik kalo malem-malem gini naik taksi sendirian".

__ADS_1


"eh, beneran ini , apa nggak ngerepotin" ucap Mou begitu sungkan.


"nggak papa Mou, atau kamu mau aku aja yang anter" ucap Gemilang.


"jangan ngarang Lo, masih bengek juga" ucap Ben.


Mou meraih tasnya "biar Ben aja Gem yang anterin aku, kamu cepetan istirahat gih".


"iya Mou, hati-hati ya, nanti kabarin aku kalo udah nyampe" ucap Gemilang begitu lembut.


Ben menggelengkan kepalanya melihat hal itu, seumur hidup laki-laki itu tidak pernah berbicara seperti itu pada wanita manapun kecuali Mamii nya.


Gemilang mengantarkan Mou dan Ben sampai diambang pintu, untung saja Julia dan Juna sudah pulang.


"Eh Gem" ucap Mou yang menghentikan pergerakan Gemilang yang hendak menutup pintu.


"ada apa?" tanya Gemilang yang juga membuat Ben menoleh pada mereka.


"besok pagi aku bawain makanan ya, kamu mau makan apa?" tanya Mou yang membuat Gemilang tercengang, rasanya masih tak percaya Mou mengatakan hal itu.


"loh , tapi besok kan---"


"apa aja asalkan kamu yang buat dan jangan pedes ya" ucap Gemilang menyela perkataan Ben.


"besok apa Ben?" tanya Mou mengalihkan pandangannya pada Ben.


Gemilang melototkan matanya dan menggelengkan kepalanya pada Ben.


"Eh, enggak besok . . . besok Minggu hehehe" ucap Ben tertawa garing, sejujurnya ia ingin mengatakan bahwa Gemilang besok sudah boleh pulang.


"apaan sih Ben , nggak jelas" ucap Mou beralih pada Gemilang "yaudah aku pulang, cepetan tidur gih".


"siap gan".


.


.


.


Deru suara mesin mobil Ben yang begitu nyaring membelah keramaian kota Jakarta pada malam ini, alunan musik menemani perjalanan bersama Mou.


"kalian berdua cocok juga gue perhatiin" ucap Ben melirik Mou sekilas.


"apaan sih Ben" jawab Mou tersipu.


"gue selalu berharap yang terbaik untuk kalian berdua kedepannya" ucap Ben dengan serius.


Mou menghela nafasnya "kita hanya bisa menjalani , tapi jangan lupa bahwa Tuhan yang menentukan semuanya Ben" ucap Mou, mengingatkan keadaannya saat ini.


Akankah mungkin, ia dan Gemilang dapat bersatu suatu saat nanti.


Selain perkara Ibel, ia juga sudah berjanji pada Papa untuk menerima laki-laki yang telah dipilih kan Papanya.


Akankah semesta merestui hubungan kita?


"bener Mou, bener banget, tapi gue sebagai sahabat juga ingin yang terbaik untuk kalian, apalagi Gemilang baru pertama kalinya kayak gini sama cewe".

__ADS_1


Mou hanya diam setelahnya, memikirkan hal itu membuatnya pusing, lebih baik ia menjalani nya saja daripada memikirkannya. . .


.


.


.


Pagi ini kondisi Gemilang sudah nampak lebih bugar daripada sebelumnya, Mila menatap heran pada anaknya yang terus menyunggingkan senyumnya.


"anak kamu kenapa sih mas" ucap Mila pada Elang, mereka saat ini sedang duduk disofa sedangkan Gemilang masih berbaring di ranjangnya.


Elang hanya menggelengkan kepalanya "mungkin lukanya belum sembuh , maka dari itu hari ini masih mau dirawat lagi" ucap Elang cuek, ia terus sibuk dengan ponselnya, karena Gemilang sedang sakit jadi terpaksa ia harus menghandle pekerjaan nya.


"kok aneh banget sih ,nggak jelas banget" ucap Mila yang terheran pada Gemilang, ia kesini berniat untuk menjemput Gemilang, namun Gemilang mengatakan bahwa ia masih mau dirawat satu hari lagi.


"biarin aja , kalo gitu aku tinggal meeting dulu ya Mam" ucap Elang memasukkan ponselnya pada saku jasnya "kamu nggak papa kan pulang sama Zafra" ucap Elang menatap kamar mandi, karena gadis itu sedang berada dikamar mandi.


"iya gapapa" ucap Mila mencium tangan suaminya dan dibalas oleh ciuman di kening.


"Gem, Papii berangkat dulu, inget Senin harus udah sehat dan mulai kerja" ucap Elang.


"siap paduka raja" jawab Gemilang mendengus kesal, selalu itu yang diutamakan oleh Papii nya, tanggung jawab nya sebagai pimpinan.


.


.


.


Elang yang berjalan cepat sampai tidak merasa jika ia dompetnya terjatuh.


"Pak!" panggil gadis cantik berlari kecil menuju Elang yang semakin jauh.


Elang yang merasa namanya dipanggil kemudian menoleh, gadis itu berhenti tepat didepan nya, nafasnya masih terengah karena berlari mengejarnya.


"ini dompet bapak" ucapnya menyodorkan sebuah dompet kulit kecoklatan itu.


Elang meraba-raba sakunya "eeh iya, kok bisa".


"tadi jatuh disana pak, ini" ucapnya menyerahkan dompet itu.


"terimakasih" ucap Elang yang merogoh dompetnya untuk mengambilkan uang sebagai rasa terima kasih nya.


"untuk jajan, dan sebagai rasa terimakasih saya karena sudah membuat kamu lari larian pagi ini" ucap Elang tersenyum.


Gadis itu tertawa saat Elang menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribuan "saya masih muda pak, masih kuat" ucapnya memamerkan deretan gigi putihnya.


"permisi bapak" ucapnya menundukkan kepalanya dengan sopan lalu berbalik untuk pergi.


Elang menyunggingkan senyumnya ketika melihat gadis cantik dengan rantang ditangannya itu, ternyata jaman sekarang masih ada anak muda yang seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


YANG BISA NGETIK, TOLONG KOMENTAR YANG PANJANG DONG UNTUK MENGALAHKAN IKLAN YANG MENJADI TOP KOMEN , HAHAHHAHAH


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋


__ADS_2