
"Loh Gem itukan Samudra, musuh bebuyutan Lo" ucap Ben masih menatap heran pada dua manusia yang masih berpelukan dengan erat.
Gemilang mengepalkan tangannya kuat-kuat, melihat Mou memeluk laki-laki lain rasanya emosinya berkobar-kobar, apalagi laki-laki itu adalah musuhnya sedari dulu.
Mungkin Gemilang bisa saja menghampirinya dan menghajar laki-laki itu jika Mou tidak membalas pelukannya dan jika laki-laki itu bukan Sam, laki-laki menyebalkan sepanjang abad.
Hatinya benar-benar remuk tak tersisa, jadi ini alasan Mou seharian mengabaikannya, apakah Sam adalah laki-laki yang dijodohkan dengan Mou, seketika bayangan notifikasi di ponsel Mou saat itu memenuhi otaknya.
"samperin nggak?" tanya Ben pada Gemilang yang terus terdiam.
"kita pergi aja" ucapnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Ben, mungkinkah Mou sudah jatuh hati padanya, dan mereka seperti sudah bertemu sebelumnya, jadi ini alasan Mou selalu menolak jika Gemilang ingin bertemu dengan Papa nya.
Sia-sia sudah semuanya, karena Samudra bukan lawan yang tak mudah baginya.
Sedangkan diseberang sana. . .
"Abang jahat" ucap Mou memukuli dada abangnya dengan kesal "udah berapa lama nggak pulang coba" ucapnya berkaca-kaca.
Sam mengusap rambut adiknya itu "maaf ya dek, Abang lagi sibuk banget".
"Abang ninggalin Mou sendiri" ucap Mou yang hampir menangis, ia benar-benar merasa sendiri di dunia ini ketika ia pergi dari rumah, toh waktu itu Papa lebih memilih wanita jalang itu, dan bang Roman kan sudah memiliki keluarga sendiri.
Jadi ia benar-benar bergantung pada Samudra selama ini, tapi dengan seenaknya laki-laki ini tidak pulang-pulang dari luar negeri.
"sekarang kamu nggak sendirian, Abang akan menetap di Indonesia" ucap Sam yang membuat Mou segera memeluknya lagi "serius?" tanya nya seolah tak percaya.
"iya dek" jawab Sam mencubit pipi Mou dengan gemas.
Samudra Barindra Munaj, laki-laki tampan yang baru saja menyelesaikan studinya di bidang kedokteran di luar negeri. Karena ia lebih memilih untuk menjadi dokter daripada meneruskan usaha keluarga nya di bidang perhotelan.
Hubungannya yang sangat tidak baik dengan Papa nya membuatnya memilih jalan sendiri, berbeda dengan abangnya Roman, ia dan Mou sangat membenci Papa nya dulu.
Dan hal itu masih berlanjut sampai sekarang sebenarnya.
.
.
.
Berbagai hidangan tersaji dalam meja makan, ada rendang, gulai, kepiting rebus dan masih banyak lagi, seolah Roman benar-benar ingin menyiapkan pesta untuk kepulangan adik laki-lakinya.
"Kalian harus tinggal disini pokoknya" ucap Roman yang baru saja duduk di meja makan.
Mou yang sedang memangku Ara pun menoleh pada abangnya "kalau Mou sih terserah bang Sam saja" ucapnya sembari menyuapi kukis pada gadis mungil itu.
Sam yang sedang mengunyah makanannya pun menatap malas pada Roman "rencananya aku sih mau cari rumah aja kecil-kecilan sama Mou" sahutnya yang terus mengunyah.
"Lebih baik kalian tinggal disini saja, kan jarang-jarang kumpul seperti ini" ucap Jen yang membawa sepiring ikan laut asam manis dan meletakkannya di meja.
"yaudah deh nanti dipikirkan lagi" jawab Sam kemudian menyuapi Mou yang tengah sibuk dengan Ara "makan" ucapnya.
__ADS_1
Mou menerima suapan itu dengan senang hati, abangnya satu ini memang sangat memanjakan dirinya.
"Kalo orang diluar sana yang nggak tau, pasti ngiranya kalian pacaran" ucap Roman mencibir.
Dan hal itu sudah berulang kali Mou rasakan, bahkan dulu sewaktu ia berpacaran dengan Bara dikira selingkuh oleh teman-temannya karena terlalu dekat dengan abangnya.
"udah biasa" ucap Sam.
"kamu masih jomblo?" tanya Roman yang membuat Sam tersedak seketika.
"uhuk. . uhuk. . "
"hahahhaah" Mou lantas mentertawakan Abang nya itu "masih awet kayaknya bang" ucap Mou pada Roman.
"mau fokus sama karir" ucap Sam kemudian meneguk air putihnya.
"dari tahun keberapa katanya fokus terus" cibir Roman.
"aku nggak akan menikah sebelum Mou menikah terlebih dulu" ucap Sam yang membuat mereka terdiam seketika.
Sam memang ingin menjaga Mou, tidak akan membiarkan Mou merasa sendirian jika ia menikah duluan, dan ia benar-benar telah memfokuskan hidupnya pada karir dan adiknya.
"bang Sam" ucap Mou tercekat "Abang boleh nikah dulu kok kalo Abang mau, jangan mikirin Mou Mulu".
Sam malah dengan santainya menyuapkan makanan pada mulut Mou "nangis mulu, makan" ucapnya tersenyum.
Mou memberengut kesal karena itu, namun tetap saja mengunyah makanan nya dengan lahap.
"Abang jangan!" ucap Mou khawatir.
"kalo belum hajar dia belum puas dek" ucap Sam lalu beralih menatap Roman "Abang mau ikut?" tawarnya.
Roman tersenyum kecil karena itu "Abang udah puas mukulin dia" ucapnya yang membuat mata Mou membulat.
"a-abang, kapan mukulin Bara?" tanya Mou yang memang tidak tahu tentang berita itu.
"ya tiga bulan yang lalu, waktu kalian batal nikah, Abang langsung hajar aja dia" ucap Roman kesal "benar kata Sam, dia memang tidak pantas untuk mu Mou".
Mou hanya terdiam pasrah karena memang Sam seolah tidak merestui hubungan nya dengan Bara dulu.
Sam mengangguk "pokoknya nanti harus Abang seleksi terlebih dahulu" ucap Sam.
"udahlah biarin Mou saja nentuin pilihannya sendiri" ucap Jen.
"nggak!" sahut Roman dan Sam bersamaan.
Mou hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan abang-abang nya.
.
.
__ADS_1
.
Hari ini ada yang berbeda dengan Gemilang, ia terus mengabaikan Mou sedari tadi pagi.
Telpon tidak diangkat, wa tidak dibaca, ia juga tidak menjemputnya.
Mou sendiri bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan laki-laki itu, padahal Mou hendak mengenalkan Gemilang pada abangnya.
"Pak Ben" ucap Mou dengan ragu ketika Ben sibuk dengan berkas-berkasnya.
"iya" ucap Ben lalu menatap jam tangan nya, memang waktu sudah menunjukkan hampir waktu pulang kantor "mau pulang ya?" tanya nya.
Mou menggelengkan kepalanya "Pak Gemilang kenapa ya?, kok aneh saya perhatikan sikapnya hari ini".
Ben menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "lagi bad mood paling" bohongnya, karena Gemilang melarangnya untuk berkata apapun pada Mou.
Mou tersenyum kecut karena itu "baiklah" ucapnya lemah lalu menuju meja kerjanya.
"kamu pulang duluan saja tidak papa Mou" ucap Ben diseberang sana.
"ah, iya pak masih lima menit lagi" ucap Mou melihat jam tangannya.
"udah duluan saja" ucap Ben.
"iya deh" ucap Mou meraih tasnya lalu keluar ruangan.
ia menatap pada pintu ruangan Gemilang yang masih saja tertutup, namun tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka.
Gemilang nampak mengalihkan pandangannya ketika melihat Mou yang tengah menatapnya.
"ayo han" ucapnya pada Yohan lalu melangkahkan kakinya untuk pergi.
Mou berlari kecil menyusul langkah Gemilang "bapak mau pulang?" tanya nya.
"masih ada keperluan diluar, ada apa Mou" bukan Gemilang melainkan Yohan yang menjawab.
"pak Gem" panggil Mou.
"iya" jawab Gemilang kemudian menoleh, namun ia hanya mendapati gadis itu terdiam "maaf saya sedang sibuk" ucap Gemilang lalu benar-benar melangkahkan kakinya untuk pergi.
Mou masih mematung berdiri disana, mengamati punggung laki-laki itu sampai tak terlihat lagi.
Ada apa denganmu?
.
.
.
BANG GEM LAGI NGAMBEK GAESSS WKWK YA BEGITULAH...
__ADS_1
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋 SEMANGAT NAIKIN RANGKING.