
Mou seolah membeku ketika merasakan bibir kenyal Gemilang menempel pada bibirnya, lalu memainkan lidahnya dengan lembut, menyusuri setiap bibirnya.
Rasanya seperti tersengat aliran listrik.
Tangan Mou mencengkeram erat jaket milik Gemilang, sensasi ini begitu mendebarkan jantungnya.
CUP. . .
Satu kecupan manis setelah ciuman panjang itu. Mou menelan ludahnya kasar, jantungnya berdegup kencang ketika menatap mata Gemilang seperti ini.
Oh Tuhan sepertinya ia benar-benar akan gila.
"Maaf, karena sudah lancang mencium bibir mu" ucap Gemilang menatap Mou dengan lembut.
Kenapa harus meminta maaf untuk sensasi semenyenangkan ini, Mou tak henti-hentinya menatap bibir merah Gemilang.
Seolah begitu mendambakan bibir itu, ingin mengulangi ciuman itu satu kali lagi.
Usapan pada pipi Mou membuat Mou tersadar, ia segera menundukkan pandangannya "aku masih kesal" ucap Mou yang baru teringat jika ia sedang marah pada laki-laki ini.
Bibir Gemilang tersenyum ketika melihat tingkah menggemaskan wanita yang berada dihadapannya, ia cubit pelan pipi bulat Mou.
"kan udah dimaafin tadi" ucapnya menggoda.
"kapan?" ucap Mou mendelik kesal pada Gemilang.
"tadi, kamu kan nggak nolak ciuman aku" ucap Gemilang tersenyum jahil.
Pipi Mou benar-benar merona dibuatnya "nggak ada ya" ucapnya semakin malu.
"aku bener-bener minta maaf Mou" ucap Gemilang meraih kedua tangan Mou kemudian menggenggamnya.
"Maaf sudah salah paham padamu, dan maaf juga karena telah lancang mencium bibirmu yang belum seutuhnya menjadi milikku".
Berbunga-bunga sekali didalam sana, mendengar laki-laki yang begitu sopan, namun tetap saja mencium bibirnya. Bahkan sudah kedua kalinya.
"jangan mengulanginya lagi" ucap Mou berbalik badan, ia menyembunyikan senyumnya pada Gemilang.
ia sungguh tidak tahan berlama-lama marah dengan laki-laki ini.
Gemilang merangkul pundak Mou, kemudian mengacak-acak rambutnya dengan gemas "Terimakasih, my moon" ucap Gemilang yang membuat Mou menghentikan langkahnya.
"My moon?" tanya Mou tak paham.
"sudahlah, ayo" ucap Gemilang kembali merangkul Mou.
"kamu salah paham tentang apa?" tanya Mou yang baru mengingat kembali perkataan Gemilang.
Gemilang menggaruk tengkuknya, bingung serta malu harus menjelaskannya dari mana.
"duduk dulu" ucap Gemilang setelah mereka sampai didepan minimarket tadi.
"mau aku pesankan minuman hangat?" tanya Gemilang mengusap-usap tangan Mou, karena rintik hujan yang turun semakin deras.
"nanti saja, jelaskan dulu aku sangat penasaran" ucap Mou menahan tangan Gemilang yang hendak beranjak.
"baiklah" ucap Gemilang kembali menautkan tangannya dengan tangan Mou, mencari kehangatan dalam dinginnya malam.
"ceritakan" ucap Mou menyandarkan kepalanya pada pundak Gemilang.
Jantung Gemilang seperti sudah maraton ketika Mou melakukan ini atas kemauannya sendiri, aroma wangi nan lembut memenuhi indera penciuman nya.
"Beberapa hari yang lalu aku melihat mu berpelukan dengan laki-laki lain, dan itu membuat ku jengkel, apalagi melihatmu membalas pelukan nya" jujur Gemilang.
Mou mendongak mendengar hal itu "siapa?" tanya nya yang benar-benar tak paham.
"beberapa hari lalu di depan kantor" ucap Gemilang mengingatkan.
Mou menutup mulutnya ketika mengingatnya "ya ampun Gem, itukan--".
__ADS_1
"iya aku udah tahu Sam adalah Abang kamu" ucap Gemilang menyela "aku baru tahu hari ini" lanjutnya.
"kamu kok kenal sama bang Sam?" tanya Mou penasaran.
"aku kok kesel ya kamu manggil dia Abang" ucap Gemilang mendengus.
"Kamu cemburu?" tanya Mou yang baru menyadari hal itu, senyuman manis terselip pada bibirnya.
"nggak!"
Senyuman Mou semakin mengembang "oh, jadi kamu juga pengen dipanggil Abang" ucap Mou jahil sembari mencolek dagu Gemilang.
"Abang?" ulang Gemilang, seolah senang Mou memanggilnya seperti itu.
"iya" jawab Mou, "bang Gem" ucapnya menusuk-nusuk pipi Gemilang lalu tersenyum.
Gemilang menahan senyumnya ketika Mou memperlakukan dirinya seperti ini "terserah deh" ucapnya pura-pura tidak suka, padahal hatinya bersorak gembira.
"Eh, iya kok kamu kenal sama bang Sam?" tanya Mou.
"Ceritanya panjang Mou" ucap Gemilang seolah berat mengatakan hal itu.
"Tapi kalo kamu kenal sama bang Sam bagus dong, soalnya aku memang mau mengenalkan mu dengan bang Sam".
bagus apanya.
"dia nggak suka sama aku" jujur Gemilang.
"Bang Sam orang baik, aku yakin dia akan suka sama kamu setelah mengenal kamu" ucap Mou.
"Semoga saja" jawab Gemilang menyakinkan Mou, ia tak akan membuat Mou goyah hanya karena hubungannya dengan Sam.
Mou tiba-tiba menggenggam kedua tangan Gemilang "Gem, Eh bang Gem" ucapan dengan lembut.
"apa?"
Gemilang mengangguk "terimakasih sudah mengingatkan ku, aku hanya terlalu takut kehilanganmu. . . kedepannya akan diperbaiki lagi".
.
.
.
"makasih ya" ucap Mou saat Gemilang membukakan pintu mobil untuknya.
"iya, cepet masuk sana dingin" ucap Gemilang.
Mereka baru saja pulang setelah hujan reda, dan kini tinggal tersisa jalanan yang masih basah saja.
"hati-hati ya".
"iya".
"Mou" panggil seseorang diseberang sana yang membuat mereka menoleh.
"bang Sam" ucap Mou pada abangnya yang sepertinya juga baru pulang itu.
Tatapan tidak suka dan bingung langsung Sam layangkan pada Gemilang "ngapain Lo!" ucapnya tidak suka.
"Abang" ucap Mou menahan tangan Sam yang hendak mendekati Gemilang.
"kamu ngapain bergaul sama dia dek?" tanya Sam menghunus.
"Gemilang anterin Mou pulang" jawab Mou yang sebenarnya takut jika wajah abangnya seperti ini.
"kamu kan bisa hubungi Abang".
"baterai Mou habis".
__ADS_1
"Sam" panggil Gemilang tiba-tiba.
Sam mengangkat sudut bibirnya, ternyata masih berani Gemilang memanggil namanya "apa!"
"Kita perlu bicara berdua" ucap Gemilang.
"apa?, jangan-jangan lo deketin adek gue ya?" tanya Sam.
"bang Sam jangan gitu ah" ucap Mou.
"iya" ucap Gemilang dengan lantang, bukankah laki-laki memang harus seperti itu, mengakui dan jujur.
"dari dulu elo emang nggak bisa bohong ya" ucap Sam tersenyum kecil.
"Lo kanal gue kan, ya ini gue" sahut Gemilang.
"Tapi cowok kaya Lo, modal kaya sama ganteng doang nggak akan bisa jaga hati wanita, gue nggak suka Lo deketin adek gue" ucap Sam menegaskan.
Mou membulatkan matanya ketika Sam mengatakan hal itu
"gue nggak peduli, suka atau enggakpun elo, gue akan tetap suka sama Mou".
"Gue nggak setuju bangsatt!" ucap Sam beralih menatap Mou "hati adek gue terlalu lembut untuk Lo sakiti dengan mulut pedes Lo".
"gue nggak perduli Sam" tegas Gemilang.
Sam sudah hafal laki-laki ini sangat keras kepala "oke, kita lihat aja perjuangan Lo".
"yang penting kamu dek" ucap Sam menatap Mou "jangan gampang baper sama modelan cowok kayak dia" ucap Sam.
Jatuh sudah harga diri seorang Gemilang Galaxio Kusuma.
"Gemilang baik kok" ucap Mou dengan polosnya.
Gemilang tertawa kecil karena itu "bukan cuma gue yang suka jujur, Mou lebih jujur" ejek Gemilang pada Sam.
"dek, kamu itu bukannya belain Abang" ucap Sam kesal.
"Jadi Gemilang ini sahabat Abang yang dulu Abang sering ceritain ke Mou" ucap Mou yang baru mengingat hal itu.
"dek!"
"hahahaha" Gemilang tertawa lepas karena tingkah Mou yang menggemaskan dan juga Sam yang mati kutu karenanya.
"pulang sana!" usir Sam.
"ini juga mau pulang" sahut Gemilang menatap Mou, namun Sam segera menutupi Mou dengan tubuh tegapnya.
"jangan lihat-lihat" ucap Sam.
"mimpi indah ya Mou" teriak Gemilang kemudian berlalu "jangan lupa mimpiin aku" lanjutnya lalu menoleh masih dengan senyuman dibibir nya.
"Dek!" ucap Sam kesal ketika Mou melambaikan tangannya pada Gemilang.
"Hehe"
.
.
.
HALOO GAESSS, SEBELUMNYA MAAF KALO JALAN CERITANYA LAMBAT, KARENA MENUJU JENJANG PERNIKAHAN TIDAK SEMUDAH HANYA JATUH CINTA KETIKA DALAM PERJODOHAN.
BIAR BISA SALING MENGHARGAI AJA SATU SAMA LAIN, DENGAN BEGITU MUNGKIN AKAN LEBIH BERHARGA KEDEPANNYA.
TEKAN JEMPOLNYA YA, KOMENTARNYA JANGAN IRIT-IRIT BIAR AUTHOR UP NYA JUGA GAK IRIT WKWK.
VOTE VOTE VOTE, BIAR RANGKINGNYA NAIK TERUS 💋
__ADS_1