Gemilang Ku

Gemilang Ku
42 ~ Serahkan semuanya padaku


__ADS_3

Mou tertawa kecil mendengarnya.


Apa?, calon istri?


Oh berbunga-bunga sudah didalam sana, pura-pura kesal ia layangkan pukulan manja pada dada bidang Gemilang.


"Gombal ih" ucapnya tersenyum.


"serius tau" ucap Gemilang yang terus tersenyum menatap wajah malu-malu Mou.


"duduk dulu" ucap Mou salah tingkah, lalu mendahului Gemilang untuk berjalan menuju sofa.


Gemilang dengan senang hati mengikuti langkah Mou, ia duduk disebelah wanita yang tampak memalu karena ucapan barusan.


"Setiap kata adalah doa" ucap Gemilang kemudian "dan aku ingin menyebutkan namamu di setiap doa ku" ucap Gemilang semanis madu.


"udah gombalnya" ucap Mou menatap sekilas pada laki-laki itu. Namun sepertinya ada yang tak biasa.


"Mata kamu kenapa?" ucapnya menyentuh lingkaran mata yang seperti panda itu.


"aku capek" ucapnya lemah dan terdengar helaan nafas panjang nya.


"sampe kayak mata panda gini" ucap Mou menatap khawatir pada Gemilang.


"nanti juga hilang" ucap Gemilang santai.


"mau masker mata atau pakek timun aja?" tawar Mou segera berdiri.


"buat apa?" tanya Gemilang yang memang tak pernah melakukan hal seperti itu.


Mou lalu mengambil masker mata pada lacinya "kamu rebahan dulu aja , biar aku pasangin, biar nggak item" ucap Mou kembali duduk.


Namun mata Mou membelalak sempurna ketika Gemilang tidur dipangkuannya.


"Gem" lirihnya yang merasa berdebar-debar.


"Bentar aja Mouresa, aku capek banget" ucap Gemilang yang sudah memejamkan matanya dengan tangan yang bersedekap.


Tanpa Mou sadari bibirnya melengkung melihat Gemilang dari atas seperti ini, ia segera memakaikan maker mata untuk laki-laki yang tengah tidur dipangkuannya ini.


Mengusap wajahnya perlahan, mengamati betapa sempurnanya ciptaan Tuhan satu ini, alisnya yang tebal, matanya yang tajam, hidungnya yang mancung, bibirnya yang menggoda, juga senyumnya yang menawan..


Oh my God, kenapa laki-laki yang begitu sempurna ini, bisa-bisanya jatuh hati padanya.


Mou memberikan pijatan kecil pada pelipis Gemilang, berharap dengan itu bisa meringankan sedikit rasa lelahnya.


Gemilang membawa tangan Mou agar mendekap tubuhnya.


Nyaman, nyaman sekali diposisi seperti ini.


Rasanya Gemilang seperti menemukan tempat pulang yang begitu nyaman, setiap sentuhan Mou ia selalu menyukainya, setiap semua yang ada pada tubuh Mou bagaikan candu baginya.


Sampai akhirnya ia benar-benar hanyut dalam mimpinya...


....

__ADS_1


Mata Gemilang mengerjap perlahan, bibirnya langsung melengkung dengan sempurna ketika melihat pemandangan yang begitu indah didepannya.


Mata Mou ikut terpejam, tubuhnya bersandar pada sofa dan tangannya tetap melingkar pada tubuh Gemilang.


Ternyata jatuh cinta seindah ini..


Gemilang membawa tangan Mou untuk ia kecup, dan itu berhasil menganggu tidurnya wanita ini, matanya mengerjap, lalu tersenyum manis pada Gemilang.


"udah bangun" ucap Mou menyentuh rahang tegas itu.


Gemilang mengangguk dan membawa tangan wanita itu sekali lagi untuk ia kecup.


"aku laper" ucap Gemilang yang merasa terbangun karena hal itu.


Mou tersenyum mendengarnya "aku tadi pesen seblak, tapi kamu kan nggak bisa makan yang pedes, jadi mau makan apa, mau order atau aku masakin aja" tanya Mou penuh perhatian.


"aku mau kamu masakin aja, mau makan masakan kamu" ucap Gemilang kemudian bangun.


"keram nggak kaki kamu?" tanya nya yang lupa akan hal itu.


"Enggak kok" ucap Mou santai padahal memang sedikit keram kakinya.


Mou segera memasakkan nasi goreng untuk Gemilang, karena itu adalah makanan yang praktis dan sebenarnya bahan yang tersedia hanya itu saja.


"kalau gitu besok aku temenin belanja bulanan deh" ucap Gemilang setelah Mou meletakkan sepiring nasi goreng dihadapannya.


"nggak usah repot" ucap Mou kemudian duduk dihadapan Gemilang.


"biar kamu juga makannya yang bergizi" ucap Gemilang.


"udah makan, udah aku kasih sayuran sedikit kok" ucapnya karena merasa bersalah telah menyajikan makanan yang kurang sehat itu pada Gemilang.


"ini cukup Mou" ucap Gemilang segera memasukkan sesendok nasi itu dalam mulutnya.


Ia mengangguk "enak banget sumpah" ucapnya yang terlihat menikmatinya.


"jangan lebay" ucap Mou yang ikut memakan seblak nya.


"beneran Mouresa" ucap Gemilang tersenyum.


Mereka berdua menikmati makanannya dalam keheningan, bergelut dengan pikirannya masing-masing, meskipun debaran jantungnya tidak bisa ia sembunyikan saat berdua seperti ini.


Gemilang dengan cepat menandaskan nasi gorengnya "mau cobain dong seblak nya" ucapnya yang ngiler saat melihat Mou menyantapnya dengan lahap.


"tapi pedes banget Gem" ucap Mou khawatir, bahkan bibirnya sendiri sudah berdesis menahan pedas.


"Satu sendok saja ya" ucap Mou yang membuat Gemilang segera mengangguk.


"perut kamu kuat makan kayak gini" ucap Gemilang segera meraih air putihnya.


"kuat kok" ucap Mou santai.


Muka Gemilang merah padam karena merasa kepedasan "minum ini" ucap Mou setelah mengambilkan susu putih di kulkas.


"jangan dimakan Mou" ucap Gemilang khawatir.

__ADS_1


"orang udah habis" jawab Mou nyengir kuda.


.....


"aku pulang, pintunya jangan lupa dikunci terus cepet tidur ya" ucap Gemilang mengusap lembut pipi bulat Mou.


Mereka saat ini sedang berada diambang pintu, hujan telah reda, waktu juga sudah menunjukkan tengah malam, tidak baik jika terlalu lama berdua.


Mou mengangguk "hati-hati nyetirnya" ucap Mou menatap Gemilang dengan sendu, setelah ini pasti ia akan kesepian lagi.


"iya" ucap Gemilang yang sebenarnya tidak tega meninggalkan wanita ini sendirian.


"peluk sekali lagi sini" ucap Gemilang lalu membawa lagi tubuh Mou dalam dekapannya, benar-benar tidak rela harus berpisah.


"Gem" lirih Mou yang masih nyaman berada di dada Gemilang.


"iya"


"Salah nggak sih kalo kita kayak gini" ucapnya tersenyum kecut, sembari merasakan kehangatan yang diberikan oleh Gemilang.


"Katakan apa yang membuatmu meragukan aku" ucap Gemilang, ia tahu betul hati wanita ini sedang bimbang.


"Kayaknya kita nggak bisa deh kayak gini terus, aku nggak mau kita berdua terluka lebih dari ini"


"maksudnya?" tanya Gemilang sedikit merenggangkan pelukannya, ia menatap wajah sedih Mou.


"Aku akan segera dijodohkan oleh Papa" ucap Mou yang membuat Gemilang terdiam seketika.


Bagaikan tersambar petir, hatinya berdenyut mendengar hal itu, namun ia mencoba untuk tetap tenang.


"Kamu serahin saja semuanya ke aku" ucap Gemilang menatap Mou.


"tidak semudah itu Gem" ucap Mou lagi.


Gemilang menggeleng, cukup sudah jika dilanjutkan mereka akan berdebat lagi.


"Kamu nggak perlu mikirin apa-apa, serahin saja semuanya padaku" ucap Gemilang meyakinkan.


Baru saja Mou hendak menjawab lagi namun segera mungkin Gemilang menutup bibirnya dengan jari telunjuknya.


"ssssttttt, kenalin aku sama Abang kamu, baru aku akan berjuang untuk restu Papa mu" ucap Gemilang lembut.


"Abang aku setuju dengan perjodohan itu Gem"


"aku tidak peduli Mou" ucap Gemilang lalu menyelipkan anak rambut mou.


"tunggu aku berjuang, dan serahkan saja semuanya padaku, kamu cukup menungguku sebentar saja dan mengatakan bahwa kamu siap menjadi istriku".


.


.


.


DAH KAYAK GULA AREN YA MULUTNYA BANG GEM WKWKW.

__ADS_1


LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋


__ADS_2