
Mou membiarkan Gemilang memeluknya dengan posisi seperti ini, mata Gemilang terpejam hingga dengkuran halus terdengar di telinga Mou yang menandakan laki-laki itu sudah terlelap.
Perlahan Mou melepaskan diri dari pelukan Gemilang, beralih menatap dapur yang lampunya masih menyala.
"Ben, tolong angkat Gemilang ke kamarnya," ucap Mou ketika melihat Ben sibuk dengan banyak camilan dihadapannya.
"Biar dia tidur situ aja Mou, sudah biasa." Ben terus menyuapi dirinya sendiri dan sesekali melihat layar ponselnya.
"Jangan gitu, kasihan Abang nanti badannya sakit semua." Mou menatap Ben dengan tatapan memohon.
"Okelah," Ben malas sekali berdebat dan segera membantu Gemilang agar berpindah ke ranjangnya yang nyaman.
"Ben, ijinkan aku tidur disini malam ini." Kata Mou yang membuat Ben menghentikan langkahnya saat sudah diambang pintu hendak keluar.
"Dia lagi mabuk Mou, bahaya." Ben sudah memperingatkan, tapi yang pasti ia juga akan senang jika ini adalah jalan keluar dari masalah mereka berdua.
"Nggak papa," ucap Mou meyakinkan.
Ben mengangguk, "aku tidur dibawah, panggil aku jika ada apa-apa."
"Terimakasih," ucap Mou berbalik, segera melepaskan sepatu yang masih melekat pada kaki Gemilang. Bersusah payah melepaskan jas laki-laki itu, selanjutnya Mou mengambil air hangat untuk menyeka bagian tubuh Gemilang yang terlihat.
Segera menyelimuti tubuh Gemilang, lalu melabuhkan kecupan manis pada kening laki-laki itu. "Kenapa kamu seberantakan ini," Mou mengusap-usap rambut Gemilang penuh sayang.
"Ijinkan aku melepaskan rasa rinduku, malam ini saja."
Mou segera bergabung dalam selimut tebal itu, mencari kehangatan dari tubuh laki-laki yang begitu ia rindukan. Begitu juga dengan tubuh Gemilang yang mulai merasakan kenyamanannya, ia segera menelusup kan kepalanya pada ceruk leher Mou.
__ADS_1
Mou tak henti-hentinya mengecup kening Gemilang penuh sayang, tidak rela membuang waktu hanya untuk memejamkan mata disaat berharga seperti ini.
.
.
.
Matahari mulai menelusup disela-sela jendela, Gemilang yang merasa tidurnya terusik oleh cahaya, segera mengerjapkan matanya. Entah mengapa baru kali ini ia terbangun dalam suasana hati yang bagus, mimpi nya semalam begitu indah sekali.
Tumben sekali Ben memindahkan dirinya ke kamar, bahkan Gemilang kerap kali bangun tidur disofa dengan sepatu yang masih melekat.
Segera menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor, namun ia dibuat heran ketika melihat setelan kerja sudah disiapkan diatas meja.
Aroma makanan menari-nari di atas udara, Gemilang yang baru saja menuruni tangga, lagi-lagi dibuat bingung dengan hal itu.
Segera menuju dapur, disana sudah ada Ben yang sudah memegang piring dan hendak mengambil nasi, tersenyum lebar padanya.
Gemilang terperangah melihat nasi merah, sup ayam, perkedel, juga telur puyuh balado, tak lupa brokoli rebus. Lauk pauk favoritnya memenuhi seisi meja makan.
Gemilang segera menghempaskan tubuhnya pada kursi berbahan dasar kayu itu, tangannya masih sibuk melilitkan dasi pada lehernya.
"Mamii kesini?" tanya Gemilang sembari meneguk susu putih miliknya.
"Bukan," jawab Ben yang sudah sibuk menikmati makanan lezat itu.
"Lalu?" tanya Gemilang segera mengambil piring dan meraih nasi.
__ADS_1
"Makan dulu, baru tebak masakan siapa," ucap Ben dengan mulut penuh.
Gemilang mulai memakan hidangan itu, tidak ada yang ia lewatkan. Namun malah terdiam ketika indera perasannya merasakan masakan yang tidak asing.
"Nggak mungkin," ia menggeleng kecil sembari terus mengunyah.
"Nggak ada yang nggak mungkin." Jawab Ben tersenyum pada Gemilang.
Batin Gemilang menjerit ketika merasakan nikmatnya masakan yang sama persis dengan masakan seseorang, terus mengunyahnya dengan rasa haru.
Ben segera meraih air mineral dan meneguknya, "kemarin malam dia tidur sini sama lo, dia yang urus lo semalam. Gue cuma berdoa sih semoga lo nggak muntah kemarin."
"Dia kesini?" tanya Gemilang masih tidak percaya.
Ben mengangguk, "Dia bangun pagi-pagi banget buat ke pasar, terus beres-beres sama masak, gue suruh buat nunggu lo tapi dia nggak mau."
Ternyata tadi malam ia tidak bermimpi, memeluk Mou adalah kenyataan. Ia juga sempat merasakan ketika Mou terus mengecup keningnya sepanjang malam.
"Samperin gih," ucap Ben.
Gemilang yang menatap kosong lalu menggeleng, segera melanjutkan makannya dengan lahap.
.
.
.
__ADS_1
**DIKIT YANG PENTING DOBEL 😂
LIKE, KOMEN, AND VOTE GAES 💋**