Gemilang Ku

Gemilang Ku
S2 117 ~ Rasa itu masih sama


__ADS_3

Ini sudah kedua kalinya Gemilang mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan. Tidak takut mati ataupun kecelakaan.


Memang dia bodoh, dan sangat bodoh. Membiarkan Mou pergi untuk yang kedua kalinya.


Boleh tidak sih dia mati saja, jika Mou memutuskan untuk meninggalkan dirinya lagi. Sepertinya mati adalah jawaban yang tepat dari semuanya.


Dia terlalu dingin dan kejam pada Mou selama ini, wajar saja jika wanita itu kecewa dan memilih untuk pergi. Dirinya saja tak pernah menjelaskan dengan benar mengenai Jasmine.


Menyesal saat membuat Mou menyiapkan pernikahan mereka seorang diri. Untuk hal satu itu memang selain dirinya sibuk, Gemilang juga ingin Mou memilih pernikahan seperti apa yang yang ia impikan.


Meraih Hoodie hitam yang berada di jok belakang. Gemilang segera turun dari mobilnya, memakainya dengan terburu-buru sebelum ia kehilangan pusat hidupnya lagi.


Gemilang sudah dua kali memutari bandara mencari sosok wanita itu kesana-kemari.


Seperti orang gila dan memanggil-manggil nama Mou terus menerus.


"Maafkan aku," ucapnya sembari menunduk. Nafasnya masih terengah-engah.


Setelah ia ke ruangan CCTV kekecewaannya bertambah. Akhirnya ia benar-benar menyerah karena tidak menemukan Mou di sana. Sepertinya Mou menyamar dengan ketat, pasti namanya juga di sembunyikan.


Setelah dua jam mencari, Gemilang memutuskan untuk pulang. Dengan langkah kaki yang terasa lemas. Ia menuju parkiran, raganya begitu kosong dan hampa.


Membuka mobilnya yang tidak terkunci dengan pelan.


"Abang.."


Gemilang mematung saat mendengar suara itu,


menoleh pada sosok yang tengah duduk di sampingnya.

__ADS_1


.


.


.


Mou mencium tangan Sam. "Yakin nggak mau di antar sampai dalem?"


"Nggak usah dek, sudah malam kamu cepat pulang. Abang akan pulang sebelum hari pernikahan kamu." Mengusap rambut Mou saat Mou mengangguk.


"Hati-hati ya," ucap Mou melambaikan tangannya.


"Iya, cepat masuk mobil!" teriak Sam dari kejauhan.


"Iya-iya, bawel."


Baru saja Mou membalikkan tubuhnya, namun kembali menoleh pada sosok yang begitu ia kenali. Gemilang memasuki bandara dengan terburu-buru sampai mobilnya ia tinggalkan dengan pintu terbuka.


"Iya, Pa. Ada apa?"


"Mou, sepertinya Gemilang salah paham. Tadi papa bilang kalau kamu ke bandara, tapi dia malah langsung lari gitu aja. Pasti dia ngiranya kamu mau pergi. Kamu tadi katanya lagi ngambek sama dia, pasti dia mikir yang enggak-enggak." Toro menjelaskan panjang lebar, Mou tersenyum kecut mendengarnya.


"Iya, Pa. Mou cari Abang dulu." Mou segera mematikan sambungan teleponnya.


"Ternyata kamu masih peduli," gumam Mou yang malah enggan untuk masuk ke bandara.


Memilih langsung duduk di mobil Gemilang, dan melihat seperti apa kebenaran semuanya. Apakah benar, Gemilang mengkhawatirkan dirinya.


"Sudah dua jam," lirih Mou menatap jam tangannya. "Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan."

__ADS_1


Baru saja Mou ingin membuka pintu. Ia urungkan ketika melihat sosok tampan dengan wajah lesunya membuka pintu mobil.


"Abang.." panggilnya.


Gemilang mengerjap-ngerjapkan matanya saat melihatnya, masih tidak percaya ini adalah nyata.


"Mou," ucap Gemilang segera membawa tubuh Mou dalam pelukannya dan mendekapnya erat. Tidak akan pernah melepaskannya lagi sejengkal pun. Saat ini ia sudah tidak mampu berkata-kata, hanya ingin memeluk sosok yang memenuhi relung hatinya ini.


"Abang nggak papa?" ucap Mou mencoba melepaskan pelukannya, tapi di tahan oleh Gemilang.


"Maaf," lirih Gemilang mengusap-usap rambut Mou. Menghirup aroma yang selama ini ia rindukan.


"Abang kenapa?" tanya Mou saat suara Gemilang serak.


"Aku mohon, sebentar saja." Masih enggan untuk melepaskan pelukan itu.


Mou hanya mengangguk dan juga mempererat pelukannya, menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh milik laki-laki itu.


"Kamu mau kan maafin aku? Jangan pernah membatalkan pernikahan kita." Gemilang mengecup rambut halus itu berkali-kali.


"Abang nggak salah kok." Mou semakin menelusup kan kepalanya pada tempat ternyaman yang hanya dimiliki oleh Gemilang.


"Aku cinta sama kamu Mouresa, bahkan sangat cinta. Setelah bertahun-tahun lamanya bahkan rasa itu masih sama." Mou tercengang mendengar kata-kata itu, juga degup jantung Gemilang yang begitu kencang sama seperti dirinya saat ini.


.


.


.

__ADS_1


Ayo vote yang banyak gais, lopyupull 💋


__ADS_2