
Gadis cantik yang membawa rantang itu melangkahkan kakinya menuju ruangan yang semalam ia kunjungi, sebenarnya ia sudah mengabari Gemilang tadi dan Gemilang menyuruhnya untuk langsung masuk saja, namun rasanya begitu tidak sopan.
Jadi Mou memilih untuk mengetuk pintu saja.
tok. .tok. .
Tak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang terlihat sedikit terkejutt akan kehadirannya.
"Mou" ucap Mila tersenyum senang melihat Mou yang datang.
"Hay Tante" ucap Mou lalu mencium tangan Mila dan Mila langsung memeluk nya.
"Gem, lihat ini siapa yang dateng" ucap Mila bersemangat sembari menggandeng Mou memasuki ruangan itu.
Gemilang tersenyum pada Mou, orang yang sedari tadi ia nantikan kehadirannya akhirnya datang juga.
Mou menaruh rantang bertingkat itu pada nakas samping ranjang Gemilang.
"gimana?, udah enakan?" tanya Mou lalu duduk dikursi sebelah ranjang.
Gemilang mengangguk "udah enakan kok" ucapnya yang tak melepaskan pandangannya pada sosok wanita cantik ini.
"bawa apa sayang" tanya Mila yang membuat Mou menoleh.
"makanan Tante, buat Gemilang" ucap mou.
"dia dari tadi nggak mau makan, kamu bujuk tuh kayaknya mau disuapin deh" goda Mila tersenyum melihat mereka.
Mou segera berdiri dan membuka rantang susun itu "Gem aku bawa serundeng daging sama brokoli rebus, kamu mau kan?" tanya Mou takut-takut laki-laki itu tidak cocok dengan makanan itu.
Gemilang beranjak untuk duduk "iya Mou , mau kok" balasnya yang membuat Mou tersenyum.
Sedangkan Mila menggelengkan kepalanya , dari tadi pagi ia sudah mengomeli Gemilang agar cepat sarapan dan tidak dihiraukannya.
Mou segera mengambilkan makanan untuk Gemilang.
"kamu pinter masak ya Mou?" tanya Mila mendekati Mou karena penasaran dengan masakan gadis remaja itu.
"dikit-dikit Tan, masih minim banget resep yang Mou bisa" ucap Mou menyerahkan sepiring nasi dan lauk pada Gemilang.
"Tante mau coba?"
"dikit aja deh" ucap Mila melirik makanan yang memang nampak menggoda itu.
"ini Tan"
Mou mengamati Gemilang dan sedang mengunyah makanan itu, takut makanan yang ia masak tidak enak, mengingat dirinya sudah lama sekali tidak memasak.
"Enak" ucap Gemilang yang mengerti akan kekhawatiran Mou.
"beneran?".
"iya" jawab Gemilang dengan mulut penuh.
"iya enak banget Mou" puji Mila mengangkat jempolnya "lulus seleksi Gem" ucap Mila mengedipkan sebelah matanya pada Gemilang.
Dan Gemilang tahu betul apa yang dimaksud Mamii nya, Mila sudah berkali-kali mengatakan bahwa ingin Gemilang memiliki istri yang bisa memasak untuk Gemilang.
"tante, bawa sisir nggak" teriak gadis yang baru saja keluar dari kamar mandi, sontak membuat semua menoleh kearahnya.
Pandangannya Mou bertemu dengan Zafra...
"Loh" ucap Zafra menutup mulutnya.
"Za-zafra" balas Mou terbata.
"kalian saling kenal?" tanya Mila.
__ADS_1
Zafra berlari kecil lalu memeluk Mou "Mou , Mou, Mou, gue nggak percaya Lo ada disini. . . kangen banget nget nget" ucap Zafra yang kadang terlalu lebay.
"lepasin Za" ucap Mou ketika Zafra terus memeluk nya dengan erat.
"heeheheh sory"
"kok bisa saling kenal" ucap Mila tersenyum menatap keakraban mereka.
"ceritanya panjang Tan, jadi dulu itu kita ketemu waktu ada acara antar kampus , Tante ingatkan waktu aku ke Bali dua tahun lalu , nah abis itu Zafra sering ketemu sama Mou kalo ke Bali, Zafra sering ajakin Mou traveling bareng di Bali" jelasnya panjang lebar.
"tapi tunggu deh, Lo kok bisa ada disini Mou" ucap Zafra memperhatikan Mou dan Gemilang bergantian "ahhh. . .nggak mungkin kan?" ucap Zafra menunjuk Gemilang.
"dia kesini bawain makanan buat aku" ucap santai sambil mengunyah makanannya.
"what!?" ucap Zafra seolah tak percaya.
"calon nya Gemilang" canda Mila .
"Tante" ucap Mou yang menahan malu "kita cuma temenan kok" jelas Mou.
"mana bisa dia temenan sama cewek" ucap Zafra "hayo ngaku Lo Mou" ucapnya menoel pipi Mou yang bersemu.
"beneran Zaaaa" ucap Mou mencebikkan bibirnya "kalo kamu siapanya Gemilang?" tanya Mou yang tidak bisa membendung rasa penasarannya lagi.
"calon istrinya juga" celetuk Zafra.
"Za!" bentak Gemilang melototkan matanya.
"heheheh , enggak-enggak Mou bercanda , kita udah kayak keluarga kok".
Mou sendiri masih bingung karena Zafra hanya menjelaskan seperti itu,
Apa?, calon istri?
Mungkinkah Gemilang dan Zafra dijodohkan?, melihat kedekatan Zafra dan Mamii Gemilang seperti nya mungkin saja sih, dan mungkin saja Mamii nya Gemilang memang mencari-cari calon untuk Gemilang.
"wah langsung habis, tadi aja giliran mau disuapin calon istri nggak mau" goda Zafra terkekeh.
Gemilang mendengus kesal, inilah hal yang ia benci ketika bertemu dengan Zafra.
"Za , anterin Tante ke butik sebentar yuk" ucap Mila meraih tangan tasnya, ia paham betul sikap Zafra, dan jika Zafra terus menerus berada disini bisa gagal acara pendekatan Mou dan Gemilang.
"tanteeee, nggak mau" tolak Zafra "aku masih mau ngobrol sama Mou".
"udah ayo" ucap Mila menarik lengan Zafra "sayang kamu temenin Gem ya"
"i-iya Tan".
"Mou kita atur jadwal malem Minggu aja ya" ucap Zafra yang sudah diambang pintu.
"iya Za".
Pintu ruangan itu tertutup, dan keheningan melanda seketika.
"oh iya Gem, aku bawa salad buah loh , kamu mau?" ucap Mou membelah rasa canggung nya.
"mau"
Apa aja buatan tangan kamu aku pasti mau...
Baru saja Mou hendak duduk di kursi namun Gemilang menarik tangannya sampai Mou terduduk di sisi ranjang.
"Mou" ucap Gemilang dengan serius.
"iya".
"Zafra itu anaknya Tante aku, bukan calon istri" ucap Gemilang yang merasa khawatir Mou akan berpikir yang tidak-tidak.
__ADS_1
Mou menundukkan wajahnya "kenapa kamu jelasin ke aku, itukan bukan--".
Gemilang menaruh kepalanya pada pundak Mou, yang membuat Mou terdiam, darahnya terasa berdesir karena jarak yang cukup dekat ini.
"aku akan selalu mencoba menjelaskan apapun padamu, karena katanya wanita mudah salah paham" ucap Gemilang.
Mou tersenyum karena itu "cobain gih" ucapnya menyodorkan sesendok salad buah.
Sejujurnya Gemilang kurang suka dengan makanan yang dicampur aduk itu, namun demi menghargai Mou yang yang sudah membuatkan untuk nya.
"enak" puji nya yang sedikit merasa enek.
"tapi aku udah kenyang banget, makan nanti aja".
"iya, aku taruh kulkas dulu kalo gitu" ucap Mou segera beranjak.
"kamu akrab dengan Zafra?" tanya Gemilang.
"lumayan" jawab Mou lalu kembali duduk.
"Mou" ucap Gemilang mengadahkan tangannya.
"apa?"
"sini" ucap Gemilang kemudian menggenggam tangan Mou, dan kali ini gadis ini tidak menolak ataupun meronta.
Genggaman tangan besar dengan otot yang menyembul itu terasa nyaman dan aman, sekujur tubuh Mou menghangat karena genggaman itu.
Dan yang membuat Gemilang terkesiap Mou malah menyentuh keningnya, lalu mengusap dengan lembut pada perban putih yang masih membalut disana.
"sakit ya?" tanya nya begitu lembut.
Detak jantung Gemilang sungguh tak karuan saat mendengarnya "udah nggak papa kok".
Terdengar helaan nafas dari Mou "maaf ya Gem, gara-gara aku-".
"ini semua bukan salah kamu, belum tentu Bara juga yang melakukannya" ucap Gemilang yang sedang berbohong, karena baru pagi ini ia mendapatkan informasi dari Yohan jika memang Bara pelakunya.
"kayaknya aku memang harus menyelesaikan masalahku dengan Bara" lirih Mou.
"Mou, apa yang kamu mau selesaikan, bukankah semuanya sudah selesai. . . jangan melakukan apapun yang akan membahayakan dirimu sendiri" ucap Gemilang mempererat genggaman tangannya.
Mou mengangguk...
Aku akan tetap menyelesaikan nya Gem.
.
.
.
Dan disinilah Mou sekarang, setelah ia berhasil membujuk Gemilang untuk ditinggal, ia segera meminta supir nya untuk mengantarkan dirinya pada salah satu kawasan perumahan elite Jakarta.
Rumah yang begitu megah dulu ia sering kunjungi, ia tersenyum kecut ketika mengingat semua kenangan itu.
Memang kita belum berpisah secara baik-baik Bar, dan kali ini aku ingin kita berpisah dengan baik-baik . . .
bukankah berdamai dengan masa lalu adalah yang terbaik.
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1