
"siapa tahu dia kan juga tertarik sama Lo" ucap Ben sembari memasukkan sepotong kentang goreng dalam mulutnya.
"gue gak maksa kok" ucap Gemilang santai.
"yakin, gimana kalo Exel deketin dia" goda Ben.
"ya-ya itukan hak nya" ucap tanpa menatap Ben.
"oke kalau gitu kita buktiin aja, gimana perasaan Lo".
Dahi Gemilang mengernyit "maksud Lo?"
"udah deh biar gue yang cari tahu, Lo diem aja".
"Hem"
Mata Ben menangkap sosok yang ia kenali "loh itukan Ilona" ucap Ben memperhatikan wanita cantik dengan dandanan elegan itu.
Mata Gemilang mengikuti arah mata Ben.
"Ilona!" teriak Ben melambaikan tangannya.
"kenapa Lo manggil dia bangsd!" umpat Gemilang yang sebenarnya malu, bagaimana tidak? hanya karena Gemilang berkata bahwa Ilona adalah wanita yang mendekati kriterianya langsung muncul gosip bahwa Gemilang menyukai wanita itu.
Yah, meskipun memang Gemilang pernah beberapa kali makan bersama dengan Ilona hahaha.
"Hey" sapa Ilona mendekati mereka "kalian disini juga ternyata" lanjutnya dengan senyuman.
"iya na, Lo sama siapa?" tanya Ben.
"Sendiri"
"duduk bareng kita aja" ucap Ben menawarkan , hati Gemilang benar-benar menjerit sungguh kesal dengan Ben yang memang akrab dengan siapapun.
"boleh?" tanya Ilona menatap Gemilang, karena Gemilang hanya terdiam.
"boleh" ucap Gemilang sedikit mengangkat bibirnya.
Ilona duduk dihadapan Gemilang "lama banget ya nggak ketemu" ucapnya.
"iya, apa kabar?" tanya Gemilang berbasa basi.
"baik kok" ucap Ilona "kalian berdua saja?" tanya Ilona menoleh kesana-kemari berharap ada seseorang yang ingin ia jumpai.
"Exel lagi nggak ikut" ucap Ben yang sangat peka.
"Eh" Ilona benar-benar dibuat malu karena terlalu jelas berharap pada laki-laki itu "kelihatan banget ya" ucapnya sedikit tertawa.
"ya emangnya siapa lagi yang mau Lo cari, nggak mungkin Gemilang kan" canda Ben, Gemilang yang sangat kesal menginjak kaki Ben dengan keras
"Aw!"
"kenapa Ben?" tanya Ilona heran.
"oh enggak ini tadi ada semut" ucap Ben berpura-pura memegang lengannya.
Setelah itu mereka berbincang ringan, lebih tepatnya memang Ben yang lebih banyak bicara.
"aku ke toilet dulu ya" pamit Ilona dan diangguk i oleh mereka berdua.
"gimana? , kerasa kalo sama dia atau Mou" goda Ben menatap Gemilang.
"nyebelin banget Lo sumpah!"
__ADS_1
"mau nganterin dia?" tawar Ben "biar gue yang urus".
"nggak!, nggak usah macem-macem Lo!"
"galak banget sih pak" ucap Ben .
"Eh maaf ya kayaknya aku harus berangkat ke kantor sekarang deh" ucap Ilona yang baru saja dari kamar mandi.
"iya ini kita juga mau berangkat kok na" sahut Ben "mau bareng?" ucap Ben lagi-lagi yang membuat Gemilang menajamkan matanya.
"Enggak udah Ben, Gem aku duluan ya" ucap Ilona tersenyum.
"iya na".
.
.
.
Mou memasuki sebuah salon kecantikan yang berada di tengah-tengah kota Jakarta, katanya sih cukup terkenal sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan wajah disini.
"cantik!" panggil wanita paruh baya yang nampaknya juga hendak melakukan perawatan itu.
"tan-tante" ucapnya setelah mengingat siapa wanita itu, Mou menghampirinya lalu mencium tangannya.
"kamu juga perawatan disini" ucap Mila begitu antusias.
"i-iya Tante"
"kebetulan sekali" Mila nampak senang bisa bertemu dengan seorang yang ia nantikan.
Sebenarnya ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika ia dipertemukan lagi dengan sosok cantik ini , ia benar-benar akan memaksa Gemilang untuk menjadikannya sebagai mantunya.
Setelah itu Mou dan Mamii nya Gemilang melakukan treatment bersama , sungguh senang sekali, mereka terlihat cukup akur setelah beberapa saat mengobrol.
"ini mbak" ucap Mila menyerahkan Black card nya, saat ini mereka sudah berada di kasir karena sudah selesai perawatan "dua orang ya".
"Eh Tan, enggak usah Mou bayar sendiri saja" ucap Mou begitu sungkan.
"buat jajan saja sayang uang kamu"
"tapi tan--".
"udah ayo nggak usah sungkan" ucap Mila menarik tangan Mou keluar dari sana.
"makasih banyak Tante" ucap Mou yang kini sudah berada diparkiran bersama Mila.
"udah , kayak sama siapa aja" ucap Mila santai.
Ya memangnya siapa, kan memang mereka baru kenal, sungguh tidak enak sekali rasanya.
Mou berkali-kali menyusahkan anaknya dan sekarang Mamii nya ikut direpotkan, sungguh amat sungkan jika seperti ini.
"kita cari makan dulu ya?" ucap Mila langsung menarik tangan Mou tanpa menunggu jawaban.
Mou hanya mengikuti nya dengan kikuk. .
Mereka memilih tempat makan lesehan yang tidak jauh dari sana, ternyata meskipun kaya, Mamii nya Gemilang ada sisi sederhana nya juga.
"Mou kamu tahu nggak, Tante itu kepingin punya anak cewe dari dulu" ucap Mila menatap Mou.
Mou tersenyum "Gemilang anak tunggal ya tan?" tanya Mou kemudian meminum jus alpukat nya.
__ADS_1
"iya, jadi Tante pengen cepet-cepet Gem nikah" ucap Mila yang membuat Mou tersedak.
"pelan-pelan sayang" ucap Mila menepuk punggung Mou.
"memangnya sudah ada calon Tan?" tanya Mou.
"kayaknya sih sudah" ucap Mila tersenyum kecil.
"oh ya" ucap Mou tak percaya.
"Tante berharapnya sih sama cewe cantik yang saat ini di depan Tante".
Mou menoleh ke kanan dan ke kiri nya "siapa?" tanya Mou polos.
Mila tertawa melihat itu "kamu"
"a-aku" ucap Mou menunjuk dirinya sendiri "aku sama Gemilang cuma --"
"Tante pokoknya tetep berdoa semoga kalian jodoh"
Mou mengerjapkan matanya tak percaya , Mamii nya Gemilang terlalu blak-blakan "Tante Mou nggak masuk kriteria Gem kan, Mou itu berbanding terbalik dengan kriteria nya Gem, Mou itu nggak dewasa , manja, dan masih banyak sifat buruk lainnya".
Namun Mila malah tertawa mendengarnya "baru kali ini denger orang jelek-jelekin dirinya sendiri, Mou Tante bisa lihat kok kamu gadis yang baik".
Pembicaraan mereka teralihkan pada pelayan yang datang dengan beberapa makanan yang sudah mereka pesan.
"kamu nggak diet-dietan kan?" tanya Mila.
"Mou makannya banyak tan, tapi meskipun begitu gak akan gendut, gak bisa gendut hehehe" ucap Mou jadi malu sendiri karena terlalu jujur.
"gapapa Tante suka mantu yang gak jaim" canda Mila.
"tanteeee" gerutu Mou malu.
"kamu ngegemesin banget sih Mou kalo pipi nya merah kayak gitu".
Mou sontak memegangi kedua pipi nya "eh, masa merah sih".
"merah, pasti karena keinget sama Gem ya" goda Mila lagi
"Tante ya ampun" ucap Mou mengerucut bibirnya.
Mila tertawa melihat gadis yang menggemaskan itu, ingin sekali rasanya membawanya pulang.
"Eh bentar Gem telpon" ucap Mila ketika melihat ponselnya bergetar.
"Haloo Gem, jemput Mamii ya udah pulang kan?" tanya Mila menatap jam tangannya.
"iya Mam, dimana?" tanya Gemilang diseberang sana.
"di rumah makan lesehan xxx"
"iya"
tut. . .
"Tante nyuruh Gemilang kesini?" tanya Mou entah mengapa menjadi gugup.
.
.
.
__ADS_1
SLOW UPDATE YA GAESSS, LAGI PULANG KAMPUNG, TETEP PANTENGIN TERUS LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋