Gemilang Ku

Gemilang Ku
25 ~ Ayo menikah saja


__ADS_3

Mou kalang kabut mendengar Omelan Gemilang yang mengancam akan menyusulnya.


ia segera keluar dari kamar mandi dan menghampiri Exel dan Ibel yang nampaknya sedang asik mengobrol.


"bel , pulang yuk" ucap Mou dengan raut wajah khawatirnya, ia takut sekali jika Gemilang kesini, dan akan berkata pada Ibel tentang kedekatan mereka.


"baru jam berapa?" sahut Exel melihat jam tangannya.


"ada apa Mou?" tanya Ibel karena Mou tidak pernah terburu-buru seperti ini jika sedang nongkrong.


"eh , i-itu bang Roman nyariin" ucapnya setelah memutar otak.


"oh ya udah ayo kalo gitu" ucap Ibel beranjak berdiri "xel, kita pulang dulu ya".


"aku anter aja ya Mou" ucap Exel dengan lembut padahal ia selalu berkata dengan kasar tadi saat bersama Ibel.


"nggak usah, udah ditungguin supir aku" ucap Mou menarik tangan Ibel.


"duluan bro!" teriak Ibel dan dibalas anggukan oleh Exel, Exel tersenyum kecil entah mengapa ia malah semakin tertantang untuk mendapatkan gadis itu.


"bel aku ke kasir bentar" ucap Mou melangkah kakinya menuju meja kasir.


"ngapain kan kita ditraktir Exel" ucap Ibel mengikuti Mou dari belakang.


"aku punya hutang sama dia kemarin" ucap Mou membuka dompetnya, mengingat kapan hari Exel memaksa untuk membayar belanjaan nya membuatnya menjadi sungkan sekali.


"mbak bayar untuk meja nomer 26 ya" ucap Mou menyerahkan kartu kredit nya.


"Mou Exel itu uangnya banyak"


"udahlah bel, aku nggak mau berhutang budi".


"yayayayya" ucap Ibel pasrah, ia tahu selain uang yang Mou dapat dari selebgram Mou juga dapat jatah bulanan dari kedua kakaknya.


Baru saja Mou dan Ibel melangkahkan kakinya menuju parkiran, ponsel Mou kembali berdering.


"bentar ya bel, kamu masuk mobil dulu aja" ucap Mou memilih jarak yang cukup jauh ketika melihat siapa yang menelepon nya.


"Halo" ucap Mou ketus "aku mau pulang , puas!" ucap Mou emosi.


"good girl" ucap Gemilang menyunggingkan senyumnya diseberang sana, bahkan ia sudah bersiap-siap dan sudah menaiki mobilnya sekarang.

__ADS_1


"Mou".


"apa!"


"aku tunggu kamu di Munaj Hotel's ya" ucap Gemilang mulai melajukan mobilnya.


"Gemmm!, jangan kesana!".


"nanggung ini , udah keluar kompleks" ucap Gemilang santai "hati-hati. . . aku tunggu kamu disana" ucap Gemilang lalu memutuskan panggilan seenak jidatnya.


Mou mendengus kesal karena itu, mengapa laki-laki ini selalu seenaknya sendiri, huh!.


"dari siapa Mou?" tanya Ibel setelah Mou masuk kedalam mobil.


"Eh , itu bang Roman bel".


"yaudah ayo kalau begitu" ucap Ibel sambil memainkan ponselnya.


Mou sungguh tidak tenang sekali, ia takut dan sangat takut jika Gemilang benar-benar kesana dan bertemu dengan dengan Ibel.


Tapi Ibel bukan orang bodoh yang tidak menyadari sikap Mou, "kenapa Mou?" tanya Ibel melihat Mou yang begitu gelisah.


"aku turun depan aja, kamu selesaikan masalah mu dengan bang Roman ya".


"bel , nggak usah" ucap Mou merasa tidak enak.


"nggak papa, lagian udah Deket sama rumah" ucap Ibel, dan Setelah perdebatan yang begitu lama Mou akhirnya pasrah jika Ibel meminta turun di dekat rumahnya.


....


"makasih pak Ji" ucap Mou keluar dari mobilnya.


"iya non".


Mou melihat sekitar untuk memastikan apakah seseorang benar-benar akan datang kesini, namun tidak terlihat sama sekali mobilnya pun tidak ada.


Ada helaan nafas panjang ketika mendapati Gemilang tidak sedang berada disana, Mou segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Di setiap langkahnya ia selalu menoleh kesana-kemari, hanya untuk mencari sosok yang menyebalkan itu, aneh. . . kenapa juga ia memikirkan laki-laki itu.


Mou membuka pintu kamarnya, gelap. . . selalu dalam kondisi seperti ini saat ia meninggalkan kamarnya.

__ADS_1


Membuang tas nya ke sembari arah lalu melepaskan jaketnya yang hanya menyisakan dress yang pas body tanpa lengan itu.


Mou duduk disofa sembari melepaskan sepatu tinggi nya, membuangnya lagi ke sembarang arah.


Tangan nya mencari remote control untuk menghidupkan lampu nya, namun ia tersentak saat merasakan seseorang memegang tangannya.


Buk!. . buk!. .


Mou memukulinya dengan bantal "tolong!" teriaknya ketakutan.


"Mou. . Mou. . .ini aku" ucap Gemilang setelah berhasil menyalakan lampu dengan remote yang sedari tadi sudah ia pegang.


"Gemilang!" sentak Mou yang masih merasakan takut, namun bukannya berhenti ia malah melanjutkan aksinya memukuli Gemilang dengan bantal.


Dan tentu saja tenaga Gemilang yang lebih besar berhasil merengkuh tubuh Mou agar terdiam "gimana?, enak dinner nya?" tanya Gemilang sinis, namun tidak melepaskan tubuh Mou.


lagi-lagi Mou menghela nafasnya "bukan urusan kamu" ucapnya cuek.


"kamu nantangin aku" ucap Gemilang mendekatkan bibirnya pada telinga Mou.


"Gem, kamu mau apa?" ucap Mou meronta-ronta.


"aku mau kamu, aku mau kamu nurut sama aku , aku mau kamu jauhin Exel dan laki-laki manapun itu" ucap lalu membungkam Mou dengan ciuman yang sedikit kasar, namun lama kelamaan menjadi lembut sehingga Mou tidak lagi memberontak.


Cukup lama bibir mereka bertautan satu sama lain, hingga nafasnya memburu dan menatap begitu dalam satu sama lain.


"Gem" ucap Mou lirih, bagaimana dirinya bisa ikut hanyut dalam ciuman itu, bahkan Mou sangat menikmati nya.


"Mou , ayo menikah saja" ucap masih dengan nafas yang memburu, tatapan nya begitu serius pada Mou.


Mou masih tercengang dan membelalakkan matanya tak percaya, atas apa yang diucapkan Gemilang tadi.


"A-apa?. . Me-menikah?" ucap Mou mengulangi kata yang baru saja ia dengar.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE LIKE YA , KOMENTAR JUGA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA , DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 💋

__ADS_1


__ADS_2