
Gemilang hanya terdiam, ia sendiri bingung hendak menjawab apa.
"Lo suka sama Mou?" tanya Ben lagi.
"gue nggak tahu, gue pengen aja ngelakuin itu buat dia".
"kenapa?" tanya Ben menyelidik.
Gemilang menceritakan semuanya tentang ia bertemu Mou tempo hari di mall.
"nggak tahu kenapa setelah itu gue selalu pengen ngelindungin dia" lanjut Gemilang dengan jujur.
Ben tersenyum kemudian mengangguk "Lo kayaknya emang suka sama dia, Pepet terus Gem" ucapnya memberi semangat.
"belum tentu juga" jawab Gemilang.
"oke kita lihat aja nanti, tapi jangan salahim gue kalo ntar dia di dipepet Exel" ucap Ben yang sebenarnya memperhatikan Exel juga tertarik pada Mou.
Mendengar hal itu Gemilang juga sedikit khawatir, takut-takut jika Mou akan memilih Exel seperti Ilona dulu.
"iya sih gue juga ngerasa tuh kunyuk suka sama Mou" lanjut Gemilang.
"tapi kayaknya Mou lebih tertarik sama Lo deh" ucap Ben yang membuat Gemilang menoleh.
"kok bisa?" tanyanya.
"nebak aja sih hahaha, tapi Gem" ucap Ben dengan serius.
"apa?"
"kalo gue jadi cewe gue bakalan milih Lo kok dari pada Exel"
Gemilang bergidik geli mendengar kan hal itu "jijik bngsd!" umpatnya.
"beneran, Ilona aja yang bodoh. . . dia pikir karena Exel umurnya lebih dewasa daripada Lo terus dia pikir sikapnya Exel juga dewasa gitu, nggak banget . . kaya bocah labil iya" ucap Ben mengingat ingat Exel sering berganti pacar semenjak ditinggal nikah oleh Jen .
"gak tahu gue aja enek sama sikapnya" ucap Gemilang "tapi ya gimana lagi namanya juga sepupu hahahaha".
"CK, pokoknya Pepet Gem nanti gue ajarain deh" ucap Ben menyombongkan diri.
"nggak perlu"
"sombong!"
"emang!"
.
.
.
Mou keluar dari kamar mandi sembari menggosok rambutnya dengan handuk kecil.
"kamu nggak mandi bel?" tanya Mou menatap Ibel yang sibuk menonton film dikamar nya.
__ADS_1
"nggak ah , nanti aja" ucap Ibel.
Mou ikut duduk disofa dengan Ibel yang terus menonton film, sesekali memakan camilan yang berada dipangkuannya.
"Enak juga ya punya temen cowok-cowok kaya gitu" ucap Mou mengingat keseruan mereka tadi.
"banget" jawab Ibel dengan mulut yang terus mengunyah.
"asik semua lagi" ucap Mou lagi.
"siapa bilang, sikapnya mereka tuh aneh-aneh semua tahu" seru Ibel "nih ya. . .kalo Ben itu paling nyinyir dan mesum" ucapnya jengkel mengingat orang yang selalu berdebat dengan nya.
"oh ya" ucap Mou tertawa "terus yang lain?" lanjutnya.
"ehm. . . Kalo Juna itu kadang pendiem aja sih, lebih tepatnya dia itu perhitungan banget, maklum lah kafe nya baru satu dia berniat buka cabang banyak" ucap Ibel menjelaskan.
"terus kalo Exel, dia yang paling tua diantara kita tapi gue ngerasa sikapnya paling kayak bocah, ceweknya ganti-ganti".
"yang terakhir, seseorang yang dewasa dalam menghadapi hal apapun, dia yang paling berpikir jernih diantara kita semua diluar sikapnya yang kadang emosian, galak . He is perfect Mou" ucap Ibel lalu tersenyum mengingat sosok itu.
"Gemilang?" tanya Mou karena itu nama yang belum Ibel sebutkan.
"iya, ada lagi satu minusnya".
"apa?" tanya Mou.
"dia itu nggak bisa ngejaga perasaan wanita , kalo nggak suka ya bilang nggak suka, jangan deket-deket gitu katanya".
"bukannya itu bagus, dengan begitu kan gak akan berharap lebih".
"banyak ya yang udah ditolak?" tanya Mou.
"banget, kalo yang nggak tau malu ya kayak Julia tadi" ucap Ibel.
"kamu udah pernah nyatain perasaan kamu?" tanya Mou hati-hati.
"nggak akan, ngapain juga ,udah tahu Gemilang nganggep gue temen, dan meskipun begitu dia itu nggak pernah ngelirik gue sedikitpun. . . . jadi menurut Lo gue masih ada nyali gitu buat deketin dia"
"siapa tahu kan, perasaan seseorang nggak ada yang tahu".
"nggak nggak Mou, gue nggak segila itu ngelihat dia aja udah cukup bagi gue" ucap Ibel memijat pelipisnya.
"kenapa?" tanya Mou, karena seperti nya Ibel kurang sehat.
"kepala gue tiba-tiba pusing , mau tidur dulu aja gue".
"aku bikinin teh anget dulu biar badan kamu anget" ucap Mou lalu beranjak.
.
.
.
Seorang gadis cantik mengenakan rok hitam diatas lutut serta kemeja putih yang menempel sempurna pada tubuhnya.
__ADS_1
ia berjalan mengenakan sepatu tinggi nya dengan percaya diri melangkahkan kakinya menuju ruangan direktur utama di Perusahaan ini.
tok. . .tok. .
Jemari lentiknya terulur untuk mengetuk pintu kayu itu "masuk" ucap seseorang diseberang sana.
Ceklek. .
Mou tersenyum pada Gemilang dan Ben yang sedang duduk berhadapan di sofa yang empuk itu.
"selamat siang" ucap Mou memperlihatkan gigi cantiknya.
Dua laki-laki itu masih menatap Mou, yang tampak lebih dewasa dan seksi mengenakan stelan itu.
"nggak disuruh duduk ini" ucap Mou yang sudah berdiri dihadapan mereka .
"eh duduk Mou, silahkan" ucap Ben mempersilahkan.
"kamu kesini kok nggak bilang-bilang" ucap Gemilang yang masih terkesima melihat nya.
"udah bilang kok sama Ben " ucap Mou kemudian duduk disebelah Gemilang, ia menyilang kakinya dengan anggun.
"oh ya" ucap Gemilang mencari jawaban dari Ben.
"sory, gue lupa, tapi untungnya udah pesen sama resepsionis tadi" ucap Ben.
"kenapa nggak wa aja" ucap Gemilang menatap Mou.
"nggak papa Gem, eh . . . pak" ucap Mou tersenyum menutup mulutnya.
"santai aja" ucap Gemilang.
"aku cuma mau lihat tempat nya aja kok, mungkin Minggu depan mulainya gapapa kan?".
"gapapa" ucap Gemilang yang terus menatap Mou.
"gue tinggal dulu ya" ucap Ben tiba-tiba.
"Eh, mau kemana?" tanya Mou bingung , ia baru saja sampai tapi malah ditinggalkan.
"udah kalian berdua aja dulu" ucap Ben sembari mengerlingkan sebelah matanya pada Gemilang.
Tapi Gemilang malah menggeleng kuat tidak mau ditinggalkan.
"Ben!"
"bentar aja" ucap Ben berlalu dari sana dengan terus tersenyum.
.
.
.
TERUS LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS
__ADS_1
LOPEYUALL 💋