Gemilang Ku

Gemilang Ku
56 ~ Pertemuan keluarga


__ADS_3

Senyuman dibibir Gemilang tak pudar ketika mengingat bahwa Mou memberinya kesempatan untuk berjuang.


Yohan sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh bosnya, padahal Gemilang tidak pernah seperti ini sebelumnya.


"Han" panggil Gemilang pada Yohan yang sedang duduk di bangku mobil sebelahnya, mereka ada meeting penting sore hari ini di sebuah restoran mewah.


"iya pak" jawab Yohan dengan sigap.


Gemilang nampak memperhatikan jam tangan nya "usahakan kita kembali ke kantor sebelum pulang kerja" ucapnya penuh perintah.


Karena Yohan tidak bisa berkata tidak atas apa yang keluar dari mulut Gemilang "baik pak".


"besok malam temani saya ke SA resto".


Begitu mendengar kalimat itu dahi Yohan mengernyit "ada apa ya pak?".


"Sudah, kamu tinggal ikuti saja perintah saya" ucap Gemilang menjengkelkan.


Tapi Yohan hanya berani menggerutu di dalam hati saja "baik pak".


Gemilang sudah memutuskan untuk mengajak Yohan menjadi partner nya. Gara-gara ide Ben sialan yang ada Mou malah menangis, Ben gagal dan Gemilang tidak mau mempercayai nya lagi.


Seharusnya Gemilang yang lebih tahu bagaimana Mou, tapi saat itu ia benar-benar kalut dan butuh nasehat, tapi sayangnya Ben bukan orang yang tepat.


Sepertinya harus berguru dengan bang Roman saja.


.


.


.


Gemilang telah sampai di perusahaan sebelum jam pulang kantor, sesuai keinginan nya, Yohan sekretaris kompleks nya itu mengabulkannya.


Suara ketukan pintu membuat Gemilang tersenyum, karena ia tahu siapa yang datang.


"Ada apa ya pak?" tanya Mou karena ia dipanggil ke ruangan bos nya ini.


Gemilang segera berdiri dan menghampiri Mou, meraih tangannya "pulang sama aku ya" ucapnya lembut.


Mou tampak menghela nafasnya "tapi bang Sam mau jemput katanya" ucapnya menjelaskan.


"udah, bilang aja lembur" ucap Gemilang santai.


Mou menggeleng "aku nggak bisa bohongin bang Sam" Mou bergidik ngeri ketika membayangkan laki-laki itu mengomel.


Gemilang meraih ponsel Mou yang berada digenggaman nya "buka kuncinya" ucapnya penuh perintah.


"Mau apa?" tanya Mou takut sekaligus khawatir.


"buka aja" ucap Gemilang memaksa, lalu Mou menurut membukakan ponsel itu dengan beberapa angka kelahirannya.


Gemilang tersenyum kecil karena mengetahui password ponsel wanita ini. Dengan lancang Gemilang mengetikkan pesan pada Sam, mengatakan bahwa Mou harus lembur dan akan diantar pulang oleh temannya.


"sudah" ucap Gemilang menyerahkan ponsel Mou.


"nanti kalo bang Sam tahu gimana?" ucap Mou khawatir setelah melihat pesan yang dikirim oleh Gemilang.


"itu tanggung jawabku" ucap Gemilang mengusap puncak kepala Mou "sudah, beres-beres sana, aku tunggu parkiran" ucap Gemilang yang memang tidak bisa Mou bantah.


Mengapa laki-laki ini berkuasa sekali.


.

__ADS_1


.


.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Gemilang setelah Mou memasuki mobilnya.


"Terserah Abang saja" jawab Mou tersenyum kecil.


Gemilang tercengang mendengar kalimat itu, namun segera tersenyum ketika Mou begitu manis saat memanggilnya seperti itu.


"meleleh dek" ucap Gemilang terkekeh geli.


Memang jatuh cinta membuat otaknya sedikit geser, bahkan kadang ia merasa tak waras karena wanita ini. Sial. . . kenapa jatuh cinta semenyenangkan ini hahaha.


Tujuan Gemilang adalah Drive in cinema, ia bahkan tidak pernah ke tempat seperti ini sebelumnya, tapi kata orang-orang tempat ini begitu direkomendasikan untuk dua manusia yang ingin berduaan dengan tenang.


"Wah" Mou tampak senang Gemilang mengajaknya kesini "udah lama banget pengen kesini, tapi baru kesampaian" ucap Mou berbinar.


Gemilang tampak meraih makanan ringan dan juga minuman yang berada di bangku belakang.


"lepas sabuk pengaman kamu, biar lebih santai nontonnya" ucap Gemilang lalu memberikan satu botol minuman rasa jeruk itu.


"makasih Abang, aku seneng banget" ucap Mou memperhatikan mobil-mobil disekitarnya.


Gemilang menepuk-nepuk kepala Mou dan tersenyum "genre nya komedi" ucapnya memberitahu.


Mou tampak mengangguk dan memakan camilannya "apapun itu" ucapnya lalu menoleh kearah Gemilang "yang penting sama kamu".


"kamu nge gombal" ucap Gemilang mencubit pipi bulat Mou dengan gemas.


"ih apaan sih, orang jujur juga".


"iya-iya".


"kenapa?" tanya Mou mendongak.


"banyak yang mesum" jawab Gemilang santai.


Mou mencebikkan bibirnya "memangnya diposisi seperti ini tidak mesum" ucapnya kesal.


"ini namanya romantis Mouresa".


Mou hanya mendengus kesal mendengar perkataan Gemilang yang seenak jidatnya.


.


.


.


Hari ini Mou disuruh meminta ijin untuk tidak bekerja, atas permintaan Papa dan bang Roman jadi ia hanya menurut.


Kesal sekali rasanya, ini kan hanya pertemuan keluarga bukan acara pernikahan. Tapi bisa-bisanya keluarganya bersikap berlebih seperti ini.


Apalagi saat ini ia sedang bersama kak Jen untuk melakukan perawatan di mall, setelah itu berbelanja pakaian untuk nanti malam.


Jen tampak bersemangat untuk memulihkan adik iparnya baju "Kamu pokoknya harus tampil cantik malam ini" ucap Jen sembari menenteng beberapa dress di tangannya.


Mou malah tidak bersemangat sama sekali "Mou mau apa adanya saja kak" ucapnya lemah.


Jika boleh ia malah ingin tampil jelek saja supaya laki-laki itu menolaknya.


"Mou, kesan pertama itu penting loh, kamu memang sudah cantik tapi menyempurnakan penampilan akan membuat calon suamimu semakin jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Jen panjang lebar.

__ADS_1


"iya-iya" jawab Mou lemah.


"nggak ada yang boleh menolak adik kakak yang cantik ini" ucap Jen tersenyum.


"iya kak, Mou terserah kak Jen aja pilih yang mana".


"nah gitu dong, kakak mau beli banyak buat kamu, bentuk tubuh kamu bagus Mou jadi kalau pakek apa-apa bagus gitu kakak lihatnya".


"kakak juga bagus kok".


Jen menggelengkan kepalanya "sudah nggak berbentuk gini" sahutnya terkekeh.


.


.


.


"Sudah siap?" tanya Sam saat Mou keluar dari mobilnya.


Mou menghela nafasnya, untuk sekedar menenangkan dirinya sendiri, lalu mengangguk.


"kamu cantik dek" puji Sam menatap sang adik.


Dress navy blue yang sederhana dan namun elegan melekat sempurna pada tubuh Mou. Rambut panjangnya tergerai indah dan bebas.


Baru kali ini Mou kesal saat dipuji cantik, pasalnya ia ingin tampil jelek seperti yang di film-film agar nanti laki-laki itu menolaknya.


Mou kembali menatap ponselnya yang entah sudah keberapa kalinya, hanya untuk memeriksa kabar dari Gemilang.


Semoga saja Gemilang berhasil membatalkan pertemuan keluarga ini, jika tidak mungkin ia akan menyerah, karena itu tandanya Gemilang tidak serius padanya.


"Ayo sayang" ucap Papa yang baru saja keluar dari mobilnya, ia segera merangkul Mou.


"Mou Abang ke toilet dulu ya" ucap Sam tanpa menatap sang papa.


"iya bang".


Mou berjalan digandeng sang Papa yang sepertinya sangat bahagia, melihat hal itu membuatnya tak tega jika semua ini gagal.


Menaiki lift menuju lantai tiga "kamu cantik sayang, yang percaya diri dong" ucap Papa tersenyum.


Mou membalas senyuman itu, namun segera menunduk kembali.


Menuju ruangan VVIP kelas satu, apakah ini tidak terlalu berlebihan.


Mou terus bersembunyi di balik punggung Papa nya, benar-benar takut.


Terlihat lima orang sudah berada disana, termasuk Jen dan Roman.


"Selamat malam pak Ela-" ucap Toro terkejut, ketika laki-laki itu menoleh.


Bruk..


Mou menjatuhkan tas nya saat melihat sosok laki-laki yang dicintainya berada disana, bahkan Gemilang menatap Mou tanpa berkedip dan penuh kebingungan.


.


.


.


Author kabulkan permintaan para readers tercinta. Inikan mau kalian, Gemilang nikah sama Mou terus tamat deh wkwk.

__ADS_1


LIKE, KOMEN, AND VOTE GAESSS 💋


__ADS_2