Gemilang Ku

Gemilang Ku
S2 116 ~ Belum juga adil?


__ADS_3

Konferensi pers hari ini berjalan dengan lancar. Para media menyambut baik pada kabar itu. Juga para fans yang memberikan komentar positif pada acara konferensi pers ini dan menyukai pasangan yang baru saja mengumumkan pernikahannya.


Tapi Gemilang menatap heran pada wanita ini yang bisa-bisanya tertidur di ruangannya setelah itu. Mou tertidur di sofa dengan begitu pulas membuat Gemilang tidak tega untuk membangunkannya.


Melepaskan jasnya untuk menyelimuti tubuh Mou yang hanya mengenakan dress pendek.


"Kenapa selalu tidur di sembarang tempat," gumam Gemilang, setelah di pikir-pikir Mou begitu suka tidur setelah pulang dari London.


"Permisi." Satu ketukan pintu yang membuat Gemilang menoleh, segera mendekati pintu agar tidak menimbulkan suara.


"Ada apa?" tanyanya setelah melihat Jasmine di depan pintu.


"Ada tamu pak," ucap Jasmine.


Mendesah malas, "saya kan sudah bilang tidak menerima tamu hari ini."


"Tapi," ucap Jasmine sembari menunjuk wanita yang berada di belakangnya.


"Ilona," ucap Gemilang terperangah melihat sosok itu berada di sana. "Katanya mau menetap di London?"


"Aku belum bisa," balasnya sembari tersenyum.


"Ayo masuk," ucap Gemilang membukakan pintu.


Saat Gemilang membalik tubuhnya, sosok cantik itu sudah terbangun dan tengah bersandar pada sofa. Tersenyum padanya dengan memeluk erat jas yang ia selimut kan tadi.


Gemilang hanya berdehem melihat hal itu.


"Mou, kamu juga di sini?" Ilona segera mendekati Mou dan memeluknya, Mou membalas pelukan itu.


"Iya, Na."


"Sejak kapan kalian akrab begini?" tanya Gemilang tak paham.


"Tempat kuliahnya Mou dekat dengan rumah nenek aku di London Gem. Kita sering bertemu di sana," jelas Ilona.


"Kita sekarang sahabatan," sahut Mou merangkul Ilona.


"Asalkan nggak macem-macem aja," ucap Gemilang tanpa sadar.


"Macem-macem gimana?" Ilona mengerutkan keningnya.


"Bukan apa-apa."


.


.

__ADS_1


.


"Kamu cantik."


Sosok yang tengah mengenakan gaun putih itu benar-benar seperti dewi. Gaun pengantin dengan ekor panjang tanpa lengan ini benar-benar menakjubkan ketika di kenakan oleh Resa Moon.


Tapi bukan pujian dari Ibel yang ia harapkan, melainkan laki-laki yang sebentar lagi menjadi suaminya.


"Pilih ini saja ya sayang," ucap Mila membenarkan gaun Mou.


Fitting gaun kali ini hanya dirinya, Ibel, dan Mila. Sebenarnya siapa di sini yang mau menikah. Dekorasi pun semuanya Gemilang serahkan padanya. Laki-laki tidak mau tahu dan seperti tidak niat menikahinya.


"Iya Mam, Mou juga suka yang ini."


"Maaf ya, calon suami kamu itu memang selalu sibuk." Mila menggenggam tangan Mou merasa bersalah, terlihat semenjak tadi Mou juga tidak bersemangat sama sekali.


"Nanti biar gue omelin, Mou!" Ibel yang tengah duduk di kursi roda ikut kesal dengan semua itu.


Mou tersenyum pada mereka semua. "Sehabis ini kita makan sushi ya," ucapnya bersemangat.


"Siap." Ibel mengacungkan jempolnya.


.


.


.


Menunggu Gemilang yang katanya sedang meeting di temani oleh Jasmine. Mendengar nama itu membuat mood Mou benar-benar hancur.


Dua manusia itu memasuki ruangan dengan saling melemparkan senyuman, entah apa yang mereka bicarakan Mou tak paham.


Sampai akhirnya Gemilang menyadari kehadiran Mou di sana. Menyuruh Jasmine untuk pergi, lalu mendekat pada Mou.


Mou sudah duduk manis menyilangkan kakinya sembari bersedekap dada. Menatap Gemilang dengan serius.


"Oh, jadi ini yang membuatmu selalu sibuk saat aku mintai bantuan untuk menyiapkan pernikahan kita." Menatap kosong pada meja di hadapannya.


Gemilang memejamkan matanya, sedetik kemudian menatap Mou. Pekerjaannya benar-benar menumpuk akhir-akhir ini, dan berdebat dengan Mou hanya akan membuatnya lelah.


"Aku habis meeting di luar." Duduk di hadapan Mou dan segera membuka rantang susun yang telah di bawakan oleh wanita itu.


"Tapi kenapa harus selalu bersama dia," ucap Mou dengan suara yang sedikit meninggi.


"Karena dia sekretaris ku," jawab Gemilang santai sembari menyuapkan sesendok penuh makanan itu.


Mou terus menatap kosong, membiarkan Gemilang menghabiskan makanannya dalam keheningan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Gemilang setelah menandaskan makan siangnya, mengusap sudut bibirnya yang terkena saus.


"Aku memang mengobati lukamu, tapi juga menyakiti diriku. Aku selama ini diam saat melihatmu bersama Jasmine, agar kamu bisa membalas aku sepuas mu." Mou menghela nafasnya ketika suaranya mulai tercekat.


"Apakah ini belum juga adil? kenapa kita belum juga menemukan titik temu pada permasalahan kita. Aku sudah berkali-kali meminta maaf padamu, karena telah meninggalkanmu.." Mengusap air matanya yang melintas tanpa permisi.


Meraih tas jinjingnya, menatap Gemilang dengan mata sembabnya. "Lebih baik, Abang pikiran lagi niat Abang untuk menikahi Mou." Beranjak pergi dengan penuh kekecewaan.


Baru saja Gemilang akan menyusul langkah kaki Mou, Yohan sudah muncul di balik pintu.


"Pak, pak Gio dari ACD corp sudah datang."


"Suruh masuk," ucap Gemilang menyunggar rambutnya kebelakang dengan frustasi.


.


.


.


Setelah pulang dari lembur Gemilang langsung menuju rumah Sam. Wajah tampannya sudah terlihat sekali lelahnya, lingkaran hitam di bawah matanya menjadi bukti atas semua itu.


"Loh Gem, kamu di sini?" ucap Toro yang tengah membawa pancing di tangannya. Itulah hobi laki-laki paruh baya ini akhir-akhir ini.


"Iya, Pa. Papa juga baru pulang?"


"Nggak, tadi ambil pancingan yang ketinggalan di mobil. Kamu nggak WA' Mou dulu ya, kesini mau nyari Mou kan." Menepuk-nepuk pundak Gemilang.


"Iya, Pap. Gemilang ingin bertemu dengan Mou."


"Waduh Gem, Mou baru saja berangkat ke bandara sama Sam tadi."


"Ke-kemana pa?" Panik Sudah menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Sebenarnya Mou mau ke--"


Toro membelalakkan matanya ketika Gemilang malah berlari menaiki mobilnya.


"Gem!" panggil Toro yang sudah tidak di gubris oleh laki-laki itu.


.


.


.


Ayo kencengin vote nya, semangat naikin level nanti aku up 2 💋

__ADS_1


__ADS_2