
Gemilang sendiri juga tidak tahu kenapa ia bisa berada disini dan menyelamatkan kembali Mou.
Padahal ia pikir tadi salah lihat, orang yang ia kira Bara tapi ternyata memang benar ia melihat Bara masuk ke dalam kawasan Munaj Hotel's.
Karena jalan pulang rumah Gemilang melewati hotel ini, jadi perasaan nya tak enak dan langsung ikut masuk saja dan siapa sangka si sialan itu mencekik Mou.
"ini Gem" ucap Mou meletakkan secangkir matcha greentea late yang masih sedikit berasap.
"thanks" ucap Gemilang Kemi menyesap minuman hangat itu.
Mou menepuk-nepuk lengan kemeja Gemilang yang terkena debu akibat perkelahian tadi.
Gemilang tampak memperhatikan wajah Mou yang sangat dekat ini, debaran jantungnya semakin nyata terasa. Raut wajah khawatir Mou yang berlebihan memang menggemaskan.
Tapi mengapa wanita disampingnya ini begitu perhatian, ya mungkin saja karena ia telah menolongnya.
"udah nggak papa Mou" ucap Gemilang tak enak , karena Mou terus membersihkan noda yang menempel pada kemejanya.
Mou mengangguk "yaudah aku obatin dulu luka kamu" ucap Mou meraih kotak P3K yang terletak di meja.
Dengan telaten Mou membersihkan wajah tampan Gemilang yang terluka sebelum ia mengobatinya, tatapan Gemilang tidak lepas dari wajah cantik yang begitu dekat dengannya, hembusan nafasnya yang wangipun terasa dekat.
Tangan Mou meraih dagu Gemilang, sedangkan tangan satunya dengan hati-hati mengoleskan salep pada luka Gemilang.
"aw" rintih Gemilang ketika merasakan perih.
Tapi malah Mou yang meringis ketika melihat Gemilang kesakitan "bentar ya" ucapnya ikut panik.
"sedikit perih aja" ucap Gemilang menenangkan.
"selesai" ucap Mou mengangkat kedua tangannya.
"Gem" panggil Mou.
"iya" jawab Gemilang.
"kok kamu bisa ada disana tadi" tanya Mou yang sebenarnya penasaran.
"Eh itu. . . ."
"kebetulan ya"
"i-iya"
__ADS_1
"makasih Gem, tapi aku bener-bener selalu ngerepotin kamu banget" ucap Mou berubah menjadi sendu.
"maka dari itu--"
"apa??"
"jangan kenapa-kenapa" ucap Gemilang begitu serius.
Mou tertawa kecil "aku kan sudah bilang, kamu boleh pura-pura tidak tahu".
"aku tidak bisa seperti itu Mou" tegas Gemilang.
"kenapa?" tanya Mou yang begitu menghunus dan membuat Gemilang gelagapan.
"ka-karena aku tidak suka orang yang aku kenal terluka" dalih nya.
Padahal saat pertama kali Gemilang menolong nya mereka tidak saling kenal, ia sungguh bodoh dalam urusan perempuan.
"oh ya" ucap Mou tertawa "jangan sampai jatuh cinta padaku tapi" canda Mou.
"percaya diri sekali" ucap Gemilang jengkel.
"terserah, yang penting aku sudah memperingatkan mu Gem" ucap Mou, tidak mungkin ia mengkhianati kepercayaan sahabat nya sendiri.
"menyebalkan!" ucap Mou mencubit lengan Gemilang.
"aw!"
"rasain" ucap Mou berlalu menuju sebuah ruangan meninggalkan Gemilang.
"ini" ucap Mou melemparkan handuk pada Gemilang.
"apaan"
"kamu mandi dulu disana" ucap Mou menunjuk sebuah ruangan disana "kamu pakai jaket kamu yang kapan hari aku bawa aja" ucapnya meninggalkan Gemilang menuju dapur.
Akhirnya Gemilang beranjak untuk mandi, kenapa wanita ini begitu santai menyuruh laki-laki untuk mandi di tempatnya.
entahlah. .
Selagi Gemilang mandi, Mou memasakkan mie instan untuk mereka berdua yang praktis, simple dan mudah.
Sepertinya Gemilang baru pulang dari kantor, ia masih mengenakannya jas yang membuatnya tambah gagah. Jadi sudah dipastikan laki-laki itu pasti lapar.
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan pemandangan yang indah luar biasa, namun Mou malah malu dibuatnya.
"mana jaketnya?" tanya Gemilang yang masih bertelanjang dada dan mengusap rambut nya dengan handuk kecil.
Sial, ototnya sungguh menggoda.
Mou mengalihkan pandangannya ke sembarang arah "sebentar" ucapnya lalu mengambilkan jaket milik Gemilang.
"ini cepat pakai" ucap Mou gugup dan menjadi salah tingkah.
"Jangan jatuh cinta padaku" ucap Gemilang tersenyum, ia membalikkan perkataan Mou tadi.
"Eng-enggak" ucap Mou berlalu meninggalkan Gemilang yang sedang memakai jaketnya.
"kenapa salah tingkah jika tidak?" tanya Gemilang yang senang sekali menggoda Mou.
"bu-bukan salah tingkah" ucapnya menatap tajam pada Gemilang "ayo cepat makan dan pulanglah" tegas Mou.
"hahahahah, kenapa cepat-cepat pulang?" tanya Gemilang mendekati Mou yang sudah duduk di meja makannya.
"Gemmmm!"
"iya-iya" ucap Gemilang kemudian duduk di hadapan Mou.
"kamu mau yang kuah apa goreng?" tanya nya pada Gemilang yang masih menatap dua mie dengan penyajian berbeda itu.
"kok beda sih?" tanya Gemilang.
"aku kan nggak tahu kamu sukanya yang kuah atau goreng jadi buat jaga-jaga aja , kalo aku mah doyan semuanya" ucap Mou.
"aku mau goreng tapi nanti kalo pengen kuahnya gimana?" tanya Gemilang yang membuat Mou ingin sekali melemparkan sendoknya pada wajah tampan itu.
"setengah-setengah aja kalo gitu" ucap Mou jengkel dan segera mengambil satu mangkuk lagi.
Setelah memakan mie kuah separuh, berganti dengan mie goreng separuh, dasar ada-ada saja.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE LIKE YA , KOMENTAR JUGA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA , DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA 💋
__ADS_1