Gemilang Ku

Gemilang Ku
87 ~ Mimpi yang harus diraih


__ADS_3

Apa kamu tidak memiliki mimpi untuk diwujudkan?


Apakah seperti ini saja cukup untukmu?


Apapun pilihan dan mimpi kamu, Abang akan tetap selalu mendukungmu.


Sudah satu minggu ini kata-kata Roman terngiang-ngiang pada kepala Mou. Benar, selama ini ia bahkan tidak memikirkan apa yang ingin ia capai. Terlalu sibuk dengan urusan cinta yang membuatnya selalu sakit.


Mou merenung dibawah langit malam yang bertaburan bintang, mencoba berkomunikasi dengan hati dan pikirannya sendiri.


Tok. . . tok. .


Mou menoleh saat mendengar ketukan pintu, segera beranjak dari balkon dan membuka pintu itu.


"Sayang, ayo makan dulu." Toro mengusap lembut pipi Mou.


Mou segera menggandeng Toro menuju meja makan, bergelayut manja pada cinta pertamanya itu.


Di sana sudah ada Roman dan Jen, Roman mengambil cuti nya cukup lama kali ini. Mengingat dirinya tak pernah berlibur, jadi lebih baik mengambil cuti di waktu yang panjang agar bisa menikmatinya keindahan Bali bersama keluarga kecilnya.


"Jangan belajar terus Mou, kamu juga harus ingat waktu." Peringat Jen karena hari-hari Mou selalu disibukkan dengan tumpukan kertas, sampai-sampai jarang menyentuh makanan.


Mou membalasnya dengan senyuman dan segera duduk disana. Jen mengambilkan nasi dan juga beberapa lauk untuk Mou. "Makan yang banyak."


"Makasih kak."


"Papa juga mau diambilkan?" tawar Jen.


"Iya dong, Papa juga mau." Toro begitu bersemangat akhir-akhir ini, dulu dirinya hidup seorang diri dan jarang makan dirumah. Tapi sekarang begitu ramai karena semuanya berada di rumah kecuali Sam yang katanya baru akan pulang minggu ini.


Makan malam hari ini diakhiri dengan Mou dan Jen yang membersihkan piring-piring kotor. Itulah kebiasaan keluarga mereka sedari dulu, meskipun memiliki ART namun tetap berusaha mengerjakan semuanya sendiri selama masih bisa.


"Papa, Mou mau ngomong sebentar." Mou segera mengusap tangannya yang basah, dan kembali mendekati meja makan.


"Ada apa?" tanya Toro mengurungkan niatnya untuk berdiri.

__ADS_1


Semua mata tampak menoleh pada Mou, menunggu Mou yang tampak begitu ragu untuk berbicara.


Mou meraih lipatan kertas yang sebelumnya ia taruh pada saku celananya.


Membuka lipatan kertas itu, lalu menyodorkan nya pada Toro dan Roman.


"Mou mau melanjutkan S2 di London." Semua orang tampak bingung dan saling berpandangan.


"Mou sudah memilih jurusan dan universitas nya. Abang kan janji mau dukung Mou untuk apapun." Mou menatap Roman yang tengah membaca selebaran tentang universitas itu.


"Masalah biaya--" ucap Mou begitu ragu, karena memang disana sangat mahal untuk kuliah juga kebutuhan hidupnya nanti.


"Biaya bukan menjadi masalah berapapun Papa sanggup, tapi kenapa harus sejauh itu Mou. Mendadak sekali." Toro mengatakannya dengan ketidakpercayaan, masih tidak menyangka Mou akan memilih langkah sejauh itu.


"Mou ingin mencari jati diri Mou, Pa. Mou ingin membuktikan sama Papa kalau Mou juga bisa dibanggakan seperti bang Roman dan bang Sam." Toro menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Lebih baik kamu menikah saja, tidak perlu melakukan apapun untuk menjadi menantu keluarga Kusuma. Jangan membuat Papa mengkhawatirkan mu Mou." Toro beranjak dari duduknya, dan Mou segera berdiri mencekal lengan Toro.


"Pa, Mou mohon." Mata Mou sudah berkaca-kaca detik ini.


"Pa, Roman tau papa takut jika Mou jauh dari kita. Tapi Pa, Roman juga tidak mau masa depan Mou akan sulit, karena menikah dengan sikap Mou yang masih belum dewasa. Mou masih egois."


Roman paham betul, penyebab batalnya pernikahan Bara dan Mou. Bukan hanya Bara saja yang berselingkuh, tapi sikap Mou yang selalu mengekang dan begitu kekanak-kanakan membuat Bara seperti itu.


Toro berkali-kali menghela nafasnya. Tidak pernah berpikir akan jauh dari Mou, selama ini ia sendiri yang mengawasi Mou. Dan pikir Toro dengan menikahkan Mou bisa membuat Mou tidak memikirkan hal-hal itu, Mou sudah punya segalanya uang ataupun warisan. Jauh-jauh hari Toro sudah menyiapkan itu untuk anak-anaknya.


"Kepuasan bukan soal uang, kepuasan itu adalah tentang berhasilnya kita dalam meraih sesuatu yang kita inginkan, meskipun harus berlumur darah sekalipun." Tutur Roman lagi, ia paham betul isi kepala sang Papa.


Toro segera mengusap pipi Mou yang sudah basah. "Jangan nangis, kalau mau ke London harus janji nggak boleh nangis meskipun harus jatuh bangun disana."


Mou segera memeluk Toro. "Makasih, Pa."


"Sama-sama sayang."


.

__ADS_1


.


.


"Gemilang lagi?" tebak Roman saat ponsel Jen bergetar. Gemilang selalu menanyakan kabar Mou, juga apa yang dilakukan Mou setiap saat. Karena janjinya untuk tidak menghubungi Mou meskipun rindu.


Jen yang tengah bersandar di ranjang mengangguk, "Sepertinya Mou belum bilang tentang itu ke Gemilang."


"Soal Gemilang biar aku yang mengurus," Roman segera ikut bergabung dengan Jen. "Jujur saja aku juga takut melepaskan Mou sendirian disana. Tapi aku lebih takut jika Mou menikah sekarang, karena Gemilang yang akan dirugikan dengan hal ini."


"Dengan sikap Mou yang masih kekanak-kanakan, dan selalu memikirkan orang lain. Bahkan terkadang kita harus menjadi duri untuk melindungi diri sendiri. Biar Mou paham masalah hidup dulu."


"Aku kasihan sama Gemilang," ucap Jen.


"Aku yakin hal yang berat untuk mereka akan berbuah manis jika dihadapi dengan kesabaran. Tapi aku juga tidak akan memaksa apapun untuk hubungan mereka. Terserah mereka berdua saja."


Jen segera memeluk tubuh Roman, bahagia sekali memiliki suami yang selalu berpikir panjang dan begitu dewasa.


"Aku sangat tidak rela jika Mou diinjak-injak orang nantinya, biarkan dia belajar menjadi duri dulu, untuk kuat dan melindungi diri sendiri."


"Aku harap Mou akan menjadi wanita yang hebat untuk mendampingi Gemilang nantinya." Imbuh Jen.


"Benar sayang, Gemilang terlalu luar biasa untuk disandingkan dengan Mou yang masih biasa saja. Aku tidak ingin Mou direndahkan nantinya, biar dia membuktikan pada dunia jika dia mampu menjadi yang terbaik. Bukan mengandalkan kecantikannya saja."


.


.


.


KANGEN UP JAM SEGINI.


GAES, TERSERAH KALIAN MAU NGGAK SUKA SAMA KONFLIK YANG AKU BUAT ATAU APA. INI SUDAH AKU PERCEPAT KARENA ADA YANG BILANG KONFLIKNYA GANTUNGLAH APALAH.


DAN TERIMAKASIH YANG SUDAH SELALU SUPPORT ❤️

__ADS_1


__ADS_2