
Bahkan gaji Mou satu tahun tidak akan cukup untuk membayar nya hahaha. . .
Gemilang tidak menggunakan uangnya kecuali untuk hobi koleksi mobilnya, dan untuk mentraktir teman-teman yang tak seberapa.
Jadi saat ini tabungannya benar-benar lumayan hahahah.
Nggak boleh sombong.
"ngomong apa sih" ucap Gemilang dengan santai "itu semua udah milik kamu".
"tapi tetep aja nggak enak akunya".
"kamu mau menerimanya saja sudah membuatku senang, karena aku tidak pernah membelikan apa-apa untuk wanita lain kecuali Mamii ku" ucap Gemilang.
"beneran?" tanya Mou masih tak percaya, karena ia adalah yang pertama untuk Gemilang.
Gemilang mengangguk "seneng" ucapnya menyindir Mou yang senyum-senyum.
"hehe" Mou nyengir kuda.
.
.
.
Mou terus tersenyum sembari membuka kotak makan yang telah ia bawa. Karena Gemilang telah memberinya hadiah yang bukan kaleng-kaleng tadi pagi, jadi ia memasak untuk makan siang Gemilang, dan sebelumnya ia sudah berpesan pada Raisa agar Mou saja yang menyiapkan makan siang Gemilang, siang ini.
Mou menghela nafasnya ketika ia sampai didepan pintu Gemilang, dengan hati yang berdebar-debar tangannya terulur untuk mengetuk pintu ruangan itu.
Tok. .tok. .
Mou membuka pintu itu perlahan, namun ingin sekali ia balik lagi ketika melihat Yohan kebetulan juga berada disana.
"Raisa kemana Mou, kok kamu yang nyiapin makan siang pak Gemilang" tanya Yohan yang sudah berdiri.
"Eh itu--"
"keluar han, kita selesaikan nanti, kamu makan siang saja dulu" ucap Gemilang yang membuat Yohan segera keluar dari ruangan itu.
Jarang-jarang Yohan bisa makan siang tepat waktu.
Mou meletakkan kotak makanan itu pada meja, Gemilang yang masih ada dimeja kerja segera menghampirinya dengan senyuman.
"makan dulu pak" ucap Mou menyiapkan makanan itu.
"kok beda?" tanya Gemilang melepaskan jas nya, lalu menaruhnya pada sofa dan segera duduk disamping Mou.
"beda apanya?" tanya Mou.
"biasanya pakai piring" ucap Gemilang.
"sebenarnya ini masakan aku, tadi pagi aku sengaja masak makan siang buat kamu" ucap Mou yang membuat Gemilang mengusap lembut rambut nya.
"makasih" ucap Gemilang kemudian.
"ini nggak seberapa dengan apa yang kamu kasih ke aku tadi pagi" ucap Mou menyerahkan makanan itu pada Gemilang.
"jangan bahas itu lagi, itu nggak seberapa buat aku".
__ADS_1
Kamu lebih berharga, dibandingkan dengan semua barang branded itu.
Mou mengangguk "cobain" ucapnya menyodorkan sesendok ayam balado.
"ini nggak pedes kan?" tanya Gemilang karena warnanya begitu merah.
"enggak kok, pedesnya pas buat kamu" ucap Mou lalu menyuapkan itu pada Gemilang.
"makan sendiri nih" lanjutnya menyerahkan sendok itu.
"Aku kira kamu mau suapin sampai habis" ucap Gemilang tersenyum kecil.
"enggak, aku mau nyusul mbak Raisa ke kantin tadi udah janji" ucap Mou berdiri.
Gemilang menahan tangan Mou "apa?" ucap Mou lalu menoleh.
"nanti malem aku mau ajakin kamu kencan" ucap Gemilang yang membuat Mou tersipu, pipinya sudah semerah tomat saat ini.
"ke-kencan?".
"iya, aku jemput kamu, dandan yang cantik" ucap Gemilang mengedipkan sebelah matanya.
Mou mengalihkan pandangannya, jantungnya sungguh tidak sehat jika menatap Gemilang lama-lama.
"aku tunggu" ucap Mou lalu berjalan meninggalkan Gemilang tergesa-gesa karena malu.
Namun ketika Mou hendak membuka pintu ruangan Gemilang, ia sedikit terkejut ketika melihat Exel juga hendak masuk.
"Mou" ucap Exel tersenyum manis.
"Eh, Exel" ucap Mou tersenyum kecut.
"biarin dia pergi!" ucap Gemilang tak santai diseberang sana.
Exel mengernyitkan keningnya, memang manusia satu itu sangat galak.
"a-aku pergi dulu" ucap Mou lalu melangkahkan kakinya pergi.
"iya hati-hati Mou" ucap Exel tersenyum manis.
Exel segera menghampiri Gemilang yang sepertinya sedang menikmati makanannya "makan apa, enak banget" ucap Exel melirik.
Gemilang sudah paham "pesen sama Yohan sana, jangan minta".
Exel berdecak malas "pelit banget nih orang" ucapnya lalu duduk didepan Gemilang.
"ngapain kesini" ucap Gemilang sinis.
"kangen lah, lama nggak kencan kita" ucap Exel tersenyum jahil.
"dih, males banget".
"Minggu touring yuk, jengukin Erina di perkemahan" ucap Exel mengambil rokok dari kantong celananya.
Erina adalah adik Exel yang saat ini baru memasuki perkuliahan.
"Minggu" ucap Gemilang tampak menimang-nimang "oke deh, ajak anak-anak sekalian aja gimana biar rame".
"boleh" ucap Exel lalu menghisap rokok nya.
__ADS_1
Gemilang tersenyum kecil, memang Exel sangat perduli dan posesif pada adik perempuannya itu.
.
.
.
"beneran kamu mau naik motor?" tanya Gemilang yang entah sudah keberapa kalinya. ia sungguh tidak enak hati pada Mou karena tadi ada urusan mendadak dan takut terjebak macet jadi ia mengenakan motor Harley nya malam ini.
"nggak papa Gem, apa sih" ucap gadis yang sudah berdandan cantik itu mengenakan helm nya.
"Tadi aku beneran ada urusan mendadak banget di kantor, dan nggak sempat kalo mau ambil mobil lagi dirumah" jelasnya.
Mou tidak memperdulikan perkataan Gemilang, ia langsung naik pada jok belakang motor itu "ayo jalan".
"semoga nggak hujan ya" ucap Gemilang menatap gelapnya langit diatas sana.
"udah aku nggak papa beneran, malah seneng kalo bisa menghirup udara malam" ucap Mou yang membuat Gemilang tersenyum, ia benar-benar tidak salah jatuh cinta pada gadis ini, selain cantik ia juga sangat sederhana apa adanya.
"yaudah, pegangan ya".
"iya".
.
.
.
Mereka kini telah sampai di kafe bernuansa klasik itu, memilih meja yang paling pojok dekat dengan jendela.
Mou memainkan ponselnya untuk menunggu Gemilang yang masih ke kamar mandi.
"lama ya?" tanya Gemilang lalu duduk dihadapan Mou.
"Enggak kok" jawab Mou tersenyum manis.
"aku cari ini buat kamu" ucap Gemilang menyerahkan satu tangkai bunga mawar merah muda yang begitu cantik.
Senyum Mou merekah sembari menerimanya "terimakasih" ucapnya tersipu malu menghirup aroma wangi bunga itu.
"kamu repot banget" ucap Mou menatap Gemilang dengan malu-malu.
"nggak kok, cuma mau beri kesan terbaik untuk kencan pertama kita" ucapnya tersenyum sembari menggaruk tengkuknya.
Ini seperti bukan dirinya, mengapa ia selalu semanis ini ketika bersama Mou. . .
Ia selalu takut tidak bisa memperlakukan Mou dengan baik, karena ia sendiri tidak pernah berpacaran.
.
.
.
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋
__ADS_1