
Melangkahkan kakinya dengan lesu Gemilang menghempaskan tubuhnya pada sofa. Membuang jas nya, sampai lupa jika sepatu dan kaos kakinya masih melekat sempurna disana.
Gemilang memijit pelipisnya dan memejamkan matanya sejenak, bohong jika ia tak khawatir dengan restu papa Mou. Jika boleh jujur nyalinya menciut ketika melihat betapa tidak sukanya Toro dan Sam pada dirinya. Namun ia berusaha untuk tetap santai agar wanita itu juga tenang.
Ah, masa bodoh!
Yang terpenting sekarang Mou adalah tujuannya, dan ia sangat beruntung Mou dijodohkan dengannya.
"Gem" satu panggilan yang membuat Gemilang membuka matanya dan menoleh.
"Papii" ucap Gemilang segera beranjak bangun dan mencoba untuk tersenyum pada sosok ayahnya itu, ia menatap Elang yang tengah duduk dihadapannya.
"Apalagi yang kamu pikirkan, bukankah semuanya sudah cukup" ucap Elang sambil bersedekap dada.
"Nggak ada Pap, Gemilang cuma seneng aja" bohong nya menutupi semuanya dengan senyuman, karena Gemilang tahu jika Papii nya tahu akan hal itu malah akan mempersulit dirinya, Elang paling tidak suka anaknya direndahkan ataupun ditolak seperti ini.
"Tuh kan, rencana Mamii memang paling sip" ucap seorang wanita yang baru saja datang dengan nampan ditangan nya. Mila meletakkan dua cangkir teh hangat itu dihadapan mereka.
Gemilang segera memeluk Mila yang duduk disebelahnya "makasih ya Mam" ucap Gemilang mencari kehangatan yang menenangkan dalam sosok Mamii nya.
"iya sayang" ucap Mila tersenyum sembari mengusap rambut Gemilang.
"Gimana caranya Mamii punya ide sebagus ini" ucap Gemilang terkekeh dan melonggarkan pelukannya untuk menatap Mila.
Flashback on
Mila yang sedang menimang Ara berkeliling di rumah Roman sore itu.
"Ara bobok ya" ucap Mila ketika melihat anak itu sudah pulas didalam dekapannya.
Karena ruangan yang terdekat dengannya saat itu adalah sebuah kamar yang belum pernah ia masuki, Mila mencoba untuk memasuki ruangan itu untuk menidurkan Ara.
Namun mata Mila terkesiap ketika melihat foto yang terletak diatas nakas, sosok wanita cantik yang tengah menimang Ara.
Mila raih foto itu untuk melihatnya lebih dekat.
"Mamii, Ara tidur ya" ucap Roman yang membuat Mila hampir saja menjatuhkan foto itu.
"Roman" ucap Mila yang terus menatap bingkai foto itu "i-ini siapa kamu?" tanya nya begitu kaget.
Roman tampak tersenyum dan mendekat "oh ini" ucap Roman menunjuk foto itu "dia adik Roman Mam, yang sering Roman ceritakan".
Mila menutup mulutnya karena tak percaya "yang mau kamu kenalin sama Gem?".
"iya Mam, kenapa?" tanya Roman tak paham.
"Dia wanita yang Mamii ceritakan, yang Gemilang taksir, sepertinya mereka memang berjodoh" ucap Mila tersenyum melihat foto itu.
"Apa!?".
Flashback off.
__ADS_1
"Terus Mamii punya ide ini deh, rencananya Mamii memang baru mencaritahu tentang latar belakang Mou, tapi karena udah tahu duluan Mamii semakin yakin" ucap Mila tak hentinya tersenyum.
"kenapa nggak kasih tahu Gemilang dari dulu sih Mam" ucap Gemilang yang sudah tahu Mamii nya pasti sudah tahu ini sejak lama.
"nggak surprise dong" ucap Mila terkekeh.
"Jika dilihat Mou seperti nya wanita yang kalem, baik dan juga sopan" timpal Elang mengingat kembali waktu Mou berlari mengejarnya dirumah sakit hanya untuk menyerahkan dompetnya.
"iya itu Pap yang buat Gemilang suka sama Mou, semakin aku mengenalnya semakin aku jatuh cinta padanya" ucap Gemilang tersenyum mengingat sosok cantik itu.
"Ajak Mou main ke rumah" ucap Mila yang membuat Gemilang kenaikan satu alisnya.
"mau ngapain?" tanya Gemilang.
"biar kita semua semakin dekat, soalnya pak Toro mau kalian saling mengenal dulu, kalo Mamii sama Papii mah siap aja kalo langsung mau ke pelaminan" ucap Mila terkekeh disusul oleh Elang.
Gemilang tersenyum kecut karena itu, belum tahu saja Mamii nya jika Toro tidak menyukainya.
Setelah mengobrol dengan kedua orangtuanya Gemilang memutuskan untuk ke kamarnya.
menghampiri ponselnya ketika terdengar sebuah getaran.
Mouresa : Kita usaha sama-sama ya bang, Mou bakalan yakinin Papa sama bang Sam kalo Abang yang terbaik untuk Mou ♥️
Senyuman di bibir Gemilang tidak bisa lagi ia sembunyikan, kata-kata manis serta emoticon love dibelakangnya membuat dadanya berdebar tak karuan.
.
.
.
Tumben sekali Mou menyuruhnya untuk keruangan nya dan membawakan makan siang untuk dirinya.
Mou yang masih sibuk mengunyah lalu meneguk air mineralnya "rencananya sih mau menjenguk Ibel, katanya belum pulang" ucap Mou menatap kosong ketika mengingat hal itu.
Gemilang sontak menggenggam tangan Mou "Besok aja ya nengokin Ibel nya, kamu kan tahu jam besuk sekarang dibatasi".
"Oh iya"
"iya, besok pagi aja aku temenin lihat Ibel, hari ini Mamii pengen ajak kamu makan malam dirumah".
Mou menelan ludahnya kasar "ma-makan malam" ucap nya gugup.
"iya, kamu nggak usah takut, aku sudah ijin sama bang Roman" ucap Gemilang tersenyum.
"Apa nggak papa bang?" tanya Mou yang sebenarnya gugup dengan pertemuannya dengan keluarga Gemilang, dan merasa berbeda karena kali ini dirumahnya.
"Nggak papa, Mamii sudah wa aku terus dari tadi".
Dengan ragu Mou menganggukkan kepalanya, lalu Gemilang mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
.
.
.
Mobil Gemilang baru saja memasuki halaman rumahnya, beberapa satpam memberikan sambutan padanya.
Mou menganga ketika melihat rumah bak istana ini, halamannya luas jarak gerbang dengan rumahnya bisa dikatakan jauh.
Belum lagi ketika melihat mewahnya tampilan dari depan rumah ini, semuanya seperti dilapisi oleh lapisan emas dan berlian.
Duh, jika seperti ini ia merasa Gemilang dan dirinya terlalu jauh.
"Tenang saja" ucap Gemilang menggenggam tangan Mou dan mengajaknya memasuki rumah.
Tiang-tiang besar dan juga lantai yang begitu mengkilap membuat Mou sangat ragu. Ini memang seperti istana yang berada di negeri dongeng.
"Mamii" teriak Gemilang lalu tersenyum pada Mou.
"Abang" ucap Mou tiba-tiba memberhentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanya Gemilang.
"Mou lupa nggak bawa apa-apa" ucap Mou setelah mengingat hal itu, kesan pertama tidak boleh seperti ini.
"kedatangan kamu saja sudah membuat semuanya cukup Mou" ucap Gemilang tersenyum lembut.
Tapi memang benar, jika melihat keluarga Gemilang sekaya ini apa lagi yang mereka butuhkan.
"Mamii juga nggak butuh apa-apa, yang penting Mou sudah menyempatkan waktu untuk datang" ucap Mila yang tiba-tiba saja datang dari belakang mereka.
"Tante" ucap Mou segera mencium tangan Mila dan memeluknya bergantian dengan Gemilang.
"Maaf ya Tante, Mou bener-bener lupa, abisnya Abang mendadak ajak kesini nya" ucap Mou begitu sungkan.
"Abang?" ulang Mila menatap Gemilang.
Gemilang menggaruk tengkuknya karena merasa malu, memang biasanya Mou memanggil namanya saja dihadapan Mila tapi akhir-akhir ini panggilan Abang begitu merdu terdengar dari mulut wanita itu.
Mila sontak tersenyum "manis banget sih" ucapnya mengusap rambut Mou.
Mou hanya tersenyum malu mendengarnya "nggak sopan kalo panggil nama Tan, kan Abang lebih tua dari Mou".
"iya-iya" ucap Mila yang terus tersenyum dan segera menggandeng Mou lalu melangkah.
.
.
.
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH SETIA MENUNGGU, MAAF UNTUK KETERLAMBATAN UP NYA KARENA SEDANG KURANG SEHAT
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋