Gemilang Ku

Gemilang Ku
06 ~ Siap menikah


__ADS_3

"dia sukanya sama wanita yang dewasa, nggak cengeng, pinter, dan pekerja keras" ucap Ibel menatap kearah Mou.


"kebalikannya lo banget kan Mo, hahaha" Ibel tertawa sembari menepuk-nepuk kepala Mou.


"emang ada apa manusia yang sempurna seperti itu" ucap Mou yang entah mengapa menjadi kesal.


"ada yang hampir mendekati" jawab Ibel.


"serius?"


"iya ada namanya Ilona , kakak kelas dulu. . . ceritanya Gem itu dulu ikut akselerasi kelas, jadi dia satu kelas sama dia".


"terus Gem suka sama dia?".


"Katanya sih dia sering merhatiin Lona, terus pas waktu lulus kuliah Gem sempet mau deketin gitu tapi. . ."


"tapi apa?" tanya Mou begitu penasaran.


"alasan yang utamanya adalah ternyata Lona sukanya sama sepupunya Gemilang".


"kok bisa, bukannya katamu Gemilang itu perfect"


"Ilona suka cowok yang lebih dewasa dari dia, juga sebenarnya orang tua Gemilang kurang setuju katanya".


"kenapa?"


"entahlah" ucap Ibel mengangkat kedua bahunya "kok jadi gosipin Gemilang sih, eh gue belum nanya alasan Lo kesini. . . . main aja?" tanya Ibel mengganti topik.


"aku bakalan tinggal disini tiga bulan" ucap Mou yang membuat Ibel heboh.


"serius?" tanya Ibel sembari memeluk Mou dengan heboh.


"iya, aku mau magang disini selama tiga bulan".


"asik. . . akhirnya gue ada temen cewek" ucap Ibel melepaskan pelukannya.


"tapi aku belum nyari tempat magang bel" ucap Mou kembali lemas mengingat hal itu.


"kenapa nggak suruh nyariin Papa kamu?" tanya Ibel dengan hati-hati mengingat bagaimana hubungan Mou dengan Papanya yang memang kurang baik.


Mou menggeleng "aku nggak mau berurusan dengan Papa" terlihat raut wajahnya menjadi sendu.


"memangnya om Toro dimana sekarang?" tanya Ibel.


"menetapnya sih di Bali juga tapi dia bolak-balik luar kota, setahu ku"

__ADS_1


"beneran udah nggak saling hubungan lagi Lo".


"aku pulang ke rumah cuma kalo bang Sam pulang dari luar negeri aja".


"jadi Lo tinggal dimana selama ini Mo" tanya Ibel begitu khawatir.


"aku tinggal di hotel" ucap Mou yang mulai sedih.


"oh, udah-udah nggak usah sedih-sedih lagi, nanti gue bantuin deh cari tempat magang".


"makasih bel".


.


.


.


Gemilang baru saja memarkirkan mobilnya di garasi yang begitu luas itu, beberapa mobil sport mewah berjejer di sana. . . dan memang semua itu adalah koleksi nya.


Menjadi seorang anak tunggal di keluarga kelas atas membuatnya mudah mendapatkan apa saja yang ia mau, jika orang tuanya tidak memberikan, tugas nya adalah meminta pada Oma dan opa nya.


Tapi Gemilang masih tahu batas dalam menggunakan uangnya.


Tujuannya adalah ruang tengah yang nampak begitu riuh.


"baru pulang Gem?" tanya Jen wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu, sebenarnya Jen adalah anak dari mantan kekasih Mamii nya. tapi entah kejadian nya seperti apa, Jen sudah dianggap sebagai anak oleh kedua orang tuanya.


"iya kak" lalu pandangannya beralih pada gadis mungil yang baru belajar duduk itu.


"Ara!" panggil nya pada anak Jen.


"iya uncle" jawab Roman suami Jen, yang sedang duduk dibelakang Ara.


"Gem!" panggil Papii nya dengan raut wajah tak santai, Papii dan Mamii nya juga sedang duduk disofa.


"iya paduka raja" jawabnya sedikit mencairkan suasana.


"Papii pengen cucu" ucap Papii nya yang membuat Gemilang mendengus kesal.


"kenapa nggak Mamii sama Papii yang bikinin Gem adik aja" ucapnya malas.


"Gem!" sentak Mamii nya.


"canda Mam, lagian umur Gem baru dua puluh empat tahun Papii " ucapnya yang kemudian duduk disebelah Mamii nya.

__ADS_1


"yang kemaren bilang mau nikah muda siapa?" tanya Papii nya jengkel.


"ya abis nya belum ada yang cocok, emangnya kalo sama Ilona Papii ijinin" ucapnya pada sang Papii.


"uhuk-uhuk" mendengar perkataan anaknya membuat Elang tersedak kopinya. dan Mamii nya pun menjadi salah tingkah.


"sebenarnya kenapa sih nggak boleh?" tanya Gemilang padahal ia sebenarnya juga tidak terlalu suka pada Ilona, meskipun mendekati kriterianya. namun ia masih penasaran alasan orang tuanya tidak mengijinkannya.


"kayak nggak ada cewek lain aja" sahut Papii nya.


"mau sama adeknya Abang?" tanya Roman angkat suara.


"nah itu sama adiknya Abang kamu aja Gem" ucap Mamii nya.


"cantik loh Gem, dia juga mandiri kok" sahut Jen.


"nggak bang, aku maunya nyari sendiri aja pelan-pelan" sahut Gemilang.


"Papii jamin nggak akan dapet" ucap Elang.


"kok Papii nyumpahin Gem sih" ucapnya kesal.


"loh Papii nggak nyumpahin , lihat kamu aja nggak pernah dekat sama cewe".


Lagi-lagi Gemilang mendengus kesal saat dipojokkan seperti ini, sebenarnya ia memang sudah sangat siap untuk menikah , tapi mau bagaimana lagi belum ada yang pas dihati.


"Gemilang maunya cari yang seperti Mamii" ucapnya yang membuat Mamii nya memutar bola matanya jengah, selalu itu kata yang diucapkan oleh anaknya.


"Kalo nggak dapet-dapet kita jodohin aja Pap" tambah Mamii nya mengompori.


"terserah aja deh, tapi kalo Gem nggak cocok jangan salahkan Gem kalo buat Mamii sama Papii malu nantinya" ucap Gemilang kemudian mengecup singkat rambut Ara yang menggemaskan itu.


"oke Mamii mau mulai seleksi buat calon mantu Mamii" ucap Mila bersemangat.


"terserah-terserah" ucap Gemilang malas lalu pergi dari sana.


Malas sekali harus jodoh-jodohan segala, memangnya ini jaman batu apa. karena sebenarnya ia hanya ingin melihat bagaimana cara Tuhan mempertemukan dan menyatukan dirinya dan tulang rusuknya.


.


.


.


TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR GAESSS. 💋

__ADS_1


__ADS_2