Gemilang Ku

Gemilang Ku
17 ~ Kamu terluka


__ADS_3

"Bara lepasin!" teriak Mou memukuli Bara.


"aku nggak bisa Mou, aku nggak bisa" ucap Bara yang sudah menumpahkan semuanya.


Akhirnya Mou membiarkan Bara memeluknya dan menumpahkan semua, biarlah semua hilang bersama dengan derai air mata yang mengalir . .


"bisakah aku memulainya lagi dengan cara yang benar?" tanya Bara akhirnya berhenti menangis.


"tiga kali Bar, tiga kali aku kasih kesempatan untuk kamu memperbaiki semuanya, kini sudah benar-benar tidak ada kesempatan untuk mu lagi, maaf" ucap Mou lalu berdiri, namun lengannya ditahan oleh Bara.


"satu kali lagi aja, pleaseee".


"untuk apa ?, untuk apa jika kamu terus mengkhianati ku" Mou benar-benar tidak habis pikir dengan Bara, selalu memohon seperti ini dan pada akhirnya berujung pada perselingkuhan.


Mou menghempaskan tangan Bara begitu saja "cukup Bar, jangan membuat ku lebih sakit lagi" ucap Mou kemudian melangkah meninggalkan Bara.


"kamu hanya milikku Mou, dan harus disisi ku" ucap Bara merengkuh tubuh Mou dari belakang, ia memeluknya begitu erat.


"aku sudah ada yang punya Bar" ucap Mou yang membuat Bara kembali mengingat sosok yang kapan hari berada di kafe.


Bara membalikkan tubuh Mou dan mencengkeram kuat bahunya "siapa sebenarnya dia" ucap nya dengan mata yang terus berkobar.


"dia kekasihku" ucap Mou mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.


"tidak ada yang boleh memiliki mu Mou!" teriak Bara sembari mencengkeram erat dagu Mou untuk menatap wajah nya.


"aku bukan milikmu!" teriak Mou berusaha melepaskan tangan Bara.


Namun Bara yang emosinya menggebu-gebu malah berganti mencengkeram erat leher Mou hingga ia kesulitan untuk bernafas.


"Ba-bara le-le-pas"


"tidak ada yang bisa menggantikan aku dihatimu Mou" ucap Bara dengan percaya dirinya.


"lepasin bangsatttd!" ucap Gemilang yang baru saja datang dan langsung menendang Bara hingga tersungkur, lalu Bara memegangi perutnya terlihat kesakitan.


"kamu nggak papa?" tanya Gemilang begitu khawatir pada Mou yang terlihat pucat.


Mou menggeleng sembari memegangi lengan Gemilang, karena ia takut sangat takut melihat Bara seperti itu tadi.

__ADS_1


Bara malah tersenyum kecil melihat Gemilang juga berada disana "mau jadi pahlawan kesiangan Lo" ucap Bara mengejek.


Gemilang yang emosi langsung menghajar Bara habis-habisan, mereka berkelahi seperti kesetanan, hingga dikerubungi oleh banyak orang yang berada disana.


Bughh. . .bughh. . .bugghh!


Dan akhirnya mereka dipisahkan oleh petugas keamanan disana, Sedangkan Bara langsung dilarikan ke rumah sakit karena pingsan.


"Gem" ucap Mou langsung mendekati Gemilang.


"muka kamu" lanjutnya memegangi wajah tampan itu terluka.


"nggak papa" ucap Gemilang lalu memegangi tangan Mou yang tengah mengusap wajahnya.


"kamu terluka" ucap Mou bersamaan dengan air mata yang jatuh.


"aku nggak papa Mou cuma gini doang" ucap Gemilang menyombongkan diri, padahal sebenarnya sangat perih sekali, tapi tak apalah ia sudah puas bisa menghajar si brengsekz sialan itu sampai masuk rumah sakit.


Berani-beraninya dia kasar terhadap perempuan, apalagi itu adalah Mou..


"kita kerumah sakit juga ya" ucap Mou yang terus menangis.


"ngapain?" tanya Gemilang mengerutkan keningnya.


Gemilang malah tertawa mendengarnya, ia kira Mou mengajak untuk menyusul Bara tapi ternyata hanya untuk luka kecil di wajah tampannya ini.


Cuma satu kali pukulan diperut dan berkali-kali diwajahnya yang tampan sungguh hal yang kecil bagi seorang Gemilang Galaxio Kusuma.


Hanya membiru dan sedikit lebam saja, juga luka diujung bibirnya, sedangkan Bara entahlah Gemilang hanya bersiap-siap dituntut ke pengadilan setelah ini.


"kok malah ketawa sih" ucap Mou mengerucutkan bibirnya.


"aw!" rintih Gemilang karena tertawa terlalu lebar , sehingga menyakiti bibirnya yang berdarah.


"tuh kan, tuh kan" ucap Mou yang terlihat begitu menggemaskan di mata Gemilang, jadi bagaimana bisa Gemilang tidak tertawa melihat itu.


"orang sehat gini kok mau dibawa kerumah sakit" ucap Gemilang tersenyum kecil.


"yaudah ayo aku obatin dulu pokoknya" kekeh Mou menarik Gemilang untuk masuk ke hotel. ia sangat merasa bersalah hanya karena membelanya Gemilang jadi terluka seperti ini.

__ADS_1


"kamu tunggu disini sebentar" ucap Mou setelah sampai di loby, lalu ia meninggalkan Gemilang begitu saja.


Mou menghampiri kepala satpam yang sedang berdiri di resepsionis "pak" panggilnya.


"iya nona" ucap satpam itu kemudian membungkuk kan badan, karena ia tahu betul Mou adalah putri dari Bastoro Munaj, juga adik dari Romanio Salendra Munaj yang memegang kendali atas hotel ini.


"jangan beritahu apapun pada Abang saya ataupun papah" ucapnya begitu serius.


"ba-baik nona" ucap kepala satpam itu.


"dan mbak juga" ucap Mou menatap dua resepsionis yang tampak menundukkan kepalanya.


"baik".


"saya permisi dulu" ucap Mou begitu sopan, tapi entah mengapa mereka malah terlihat takut.


Gemilang terus mengikuti langkah kaki Mou menuju ruangannya, lantai paling atas di hotel ini.


Ceklek. . .


"Masuk Gem" ucap Mou membukakan pintu.


Mata Gemilang menelisik seluruh ruangan, ia masih bingung mengapa tidak seperti kamar pada hotel biasanya.


Lebih tepatnya seperti apartemen, apakah ini suite room? . . . entahlah.


Nuansa lembut dan manis semua didekorasi dengan elegan namun manis seperti seseorang yang menempati nya.


"ada dua lantai?" tanya Gemilang karena melihat ada tangga disana.


"iya Gem, duduk dulu biar aku bikinin minum" ucap Mou beranjak ke mini bar nya.


Gemilang lalu duduk disofa berwarna dark grey itu, ia melihat keluar jendela yang langsung menyajikannya pemandangan gemerlap lampu yang mulai menyala.


iya . . . . waktu sudah petang dan tidak seharusnya ia didalam kamar hotel bersama seorang wanita, karena ia laki-laki yang sangat normal.


.


.

__ADS_1


.


JANGAN LUPA LIKE LIKE YA , KOMENTAR JUGA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA , DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA 💋


__ADS_2