
"memangnya kenapa kalau ada Ibel??" tanya Gemilang memegang kedua bahu Mou.
Mou menggeleng "tidak apa-apa, lupakan" ucapnya menghindari kontak mata dengan Gemilang.
Ya, karena Ibel sudah lama menyimpan rasa untukmu!.
"Mou" panggil Gemilang yang tetap meminta penjelasan.
"Gem , bisakah kita bersikap biasa saja" ucap Mou yang membuat Gemilang mengerutkan keningnya.
"aku dan kamu tidak seharusnya terjerat dalam hubungan yang seperti ini" ucap Mou yang merasakan sesak di dadanya.
"seperti ini bagaimana?" tanya Gemilang begitu serius namun Mou malah menggelengkan kepalanya.
"aku harus segera masuk, Ibel sudah menunggu ku" ucap Mou melepaskan tangan Gemilang.
"kamu takut Ibel tahu tentang kedekatan kita?" tebak Gemilang yang membuat Mou menelan ludah nya kasar.
"ti-tidak, bu-bukan seperti itu".
"memangnya kenapa kalau Ibel tahu?" tanya Gemilang menelisik.
"bukankah bagus jika Ibel tahu aku sedang mendekati temannya" ucap Gemilang secara terang-terangan.
"tapi Gem-"
"sudahlah masuklah" ucap Gemilang mengusap rambut Mou dengan lembut "soal Ibel biar aku yang mengurus nya nanti".
Mou seakan terhipnotis dan menuruti kata-kata Gemilang yang begitu lembut di telinga nya.
"hati-hati" ucap Mou menoleh pada Gemilang.
Gemilang tersenyum kecil karena itu , lalu mengangguk sebagai jawaban.
.
.
.
"kedekatan kita?"
"agar Ibel tahu aku sedang mendekati temannya"
kata-kata Gemilang memenuhi isi kepala Mou, apakah benar laki-laki itu tertarik pada Mou?.
Haduh , memikirkannya saja sudah membuat otaknya penuh.
"Bel" panggil Mou ketika melihat Ibel berdiri di depan kamarnya "kenapa enggak langsung masuk aja" ucap Mou karena telah memberi tahu password pintunya.
"ini baru mau masuk terus ada telpon" ucap Ibel masih sibuk dengan ponselnya.
"ayo masuk" ucap Mou membuka pintu.
"Mou mau makan gratis nggak?" tawar Ibel yang membuat dahi Mou mengkerut.
"makan gratis?" ulang Mou.
"iya, makan disalah satu restoran mewah Deket sini" ucap Ibel lagi yang membuat Mou curiga.
"siapa yang ajak?" tanya Mou menelisik.
"eh, i-itu . . . Exel" ucap Ibel nyengir kuda.
Mou mendengus kesal "nggak deh" ucapnya lalu menghempaskan tubuhnya pada sofa.
"plisss, gue udah janji sama dia karena dia udah kasih adek gue kerjaan jadi nggak enak sendiri kan gue kalo nolak dan dia minta gue ajak lo" ucap Ibel memohon.
"ya ampun bel" ucap Mou menggelengkan kepalanya, masih tak percaya Ibel menyetujui nya begitu saja tanpa bertanya padanya.
"ayolah, sama gue kok. . . sekali ini aja".
__ADS_1
"aku ganti baju sebentar" ucap Mou melangkah ke kamar nya, Ibel bertepuk tangan bahagia memang Mou tidak akan tega jika dirinya sudah merengek seperti ini.
"Mou baik deh".
"itung-itung bayar utang yang kemaren" gumam Mou sembari memilih baju yang tergantung di lemarinya.
.
.
.
"Hay" sapa Exel tersenyum manis pada mereka berdua yang baru saja datang.
"Hem" ucap Mou cuek.
"pilih aja, makan apapun terserah kalian. . . aku yang bayar" ucap Exel terus memandangi Mou yang nampak biasa saja, lebih tepatnya ia malas sekali, kenapa Exel selalu menyombongkan uang nya.
"asik nih" ucap Ibel bersemangat.
Mou hanya terdiam sepanjang makan malam ini, dan membiarkan Ibel dan Exel mengobrol. ia sangat risih ketika Exel menatapnya penuh arti.
"nanti aku anter pulang ya" ucap Exel menatap Mou.
"nggak usah terimakasih" ucap Mou ketus.
"foto bentar deh mau kirim ke grup" ucap Ibel tanpa memperdulikan Mou yang tampaknya tidak nyaman.
"boleh" ucap Exel segera berdiri dan ikut duduk bersama mereka, Mou berada ditengah-tengah Ibel dan juga Exel, namun mata Mou membesar ketika Exel merengkuh pundaknya.
"udah gue kirim, biar anak-anak pada ngiri" ucap Ibel tertawa, setelah mengirimkan fotonya pada grup chat mereka.
.
.
.
"iya , abis main golf" jelas Elang, lalu ikut duduk bersama Gemilang.
"Mamii kamu belum pulang?" tanya Elang melihat sekitar.
"haloooo, semuanya" teriak seseorang yang benar-benar menganggu ketenangan rumah ini.
Gemilang menatap malas pada seorang gadis yang baru saja datang bersama Mamii nya.
"Halo za" sapa Elang pada putri sahabatnya itu, Zafra gadis cantik yang bisa dikatakan banyak bicara nya ini memang begitu dekat dengan Mamii nya.
"udah pulang Gem?" tanya Mila tersenyum penuh arti.
"udah Mam".
"kak Gem, makin ganteng aja" goda Zafra mendekati Gemilang.
"biasa aja" ucap Gemilang cuek.
"tuh kan semakin ganteng hahahah" Zafra terus tertawa karena senang sekali menggoda Gemilang, apalagi papa nya Royan , selalu bilang ingin menjodohkan nya dengan Gemilang.
"udah Za , jangan gangguin kak Gem mulu" ucap Mila ikut duduk disana.
"udah dibilangin aku itu nggak suka sama kak Gem ya tan" ucap Zafra centil.
"nggak suka kok mepet-mepet Mulu" ucap Elang yang mendapat pukulan dari istrinya.
"yah abisnya kak Gem wangi sih" ucap Zafra santai.
"bocah, pergi sana jangan deket-deket" ucap Gemilang meraih ponselnya yang terdapat notif disana.
Tangannya terulur untuk membuka ponselnya .
....
__ADS_1
Grup Unfaedah.
Ibel [images ]
....
Rahang Gemilang mengeras ketika melihat foto Mou digandeng oleh Exel, raut wajahnya pun ikut memerah karena itu.
ia remas ponselnya sekuat tenaga.
"kenapa Gem?" tanya Mamii nya yang membuat Gemilang menoleh.
"gapapa Mam" ucap Gemilang lalu berjalan dengan cepat menuju balkon.
"anak kamu kenapa sih mas?" tanya Mila heran.
"lagi emosi kayaknya" ucap Elang santai, ia tahu betul raut wajah Gemilang yang bisa dibilang sangat mirip dengannya ketika sedang emosi.
"perlu aku temenin kak Gem ya" tanya Zafra mengerlingkan matanya.
"tidak usah!" jawab Mila dan Elang serentak kemudian saling berpandangan, karena jika Zafra menghampiri Gemilang akan membuatnya bertambah emosi.
Zafra mengerucutkan bibirnya "Tante sama om ih, jahat" ucapnya dengan manja.
.
.
.
Gemilang pergi ke balkon untuk menelpon, namun panggilannya tidak juga diangkat oleh gadis itu.
Dadanya naik turun menahan amarah.
Rasa apa ini, seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan benar-benar tidak suka , jengkel , khawatir.
semuanya campur aduk menjadi satu.
"Halo" ucap gadis dengan merdu di seberang sana, untungnya Mou sedang berada dikamar mandi.
"kamu ngapain disana dengan Exel!" ucap Gemilang dengan nada tidak suka nya.
Mou mencoba berpikir sejenak, mungkin Gemilang tahu dari Ibel yang mengirimkan foto itu ke grup chat mereka.
"makan malam" jawab Mou begitu polos.
"selama aku mendekati mu , aku tidak mengijinkan mu berdekatan dengan laki-laki manapun termasuk Exel" tegas Gemilang mencengkeram erat pagar besi di balkon itu.
Mou membelalakkan matanya tak percaya, kenapa laki-laki ini begitu percaya dirinya melarangnya ini dan itu.
"kalau aku tidak mau" jawab Mou menantang.
hembusan nafas kasar terdengar dari seberang sana "Mou! , jangan membantah ku!".
"memangnya kenapa jika aku membantah".
"aku akan--"
"akan apa?"
"pulang sekarang atau aku yang kesana!" tegas Gemilang begitu dingin.
"Gemmm".
tut.
.
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE LIKE YA , KOMENTAR JUGA UNTUK MEMBANGUN IDE CERITA , DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 💋