Gemilang Ku

Gemilang Ku
48 ~ Maaf Mou


__ADS_3

Dahi Sam mengernyit ketika melihat laki-laki yang tak asing disana, Sam tersenyum kecil kemudian melangkah mendekati mereka dan disusul Ibel dibelakangnya.


Sam duduk begitu saja dihadapan Gemilang yang sepertinya terlihat jengkel "masih hidup?" tanya nya mengejek.


Mendengus kesal Gemilang mengalihkan pandangannya ke sembarang arah "datang dari planet mana lo!" ucapnya tidak suka.


Ben dan Juna hanya saling berpandangan, memang selalu seperti itu ketika mereka bertemu.


"emangnya anak sultan nggak ada urusan ya, kok sibuk ngurusin rakyat jelata sih" ucap Sam mengangkat sudut bibirnya.


Ibel yang masih berdiri pun bingung pada dua manusia yang beradu mulut ini "kok kalian saling kenal?" tanya Ibel kemudian duduk disebelah Sam.


"sahabat lama bel" ucap Sam yang terus menatap Gemilang, senang sekali melihat laki-laki itu emosi.


Gemilang berdecak mendengarnya "dulunya sahabat" ucap Gemilang tersenyum licik "nggak tau deh kalo sekarang".


"udah lah Gem" sahut Ben menengahi.


"manusia nyebelin kayak gini bakalan ngelunjak kalo dibiarin" ucap Gemilang.


"apa sekarang Lo ngerasa menjadi manusia tak terkalahkan, dasar sombong" sahut Sam.


"gue pernah nyombongin apa ke elo ajg!" teriak Gemilang emosi.


"seandainya saja elo nggak sombong, mungkin kita masih berteman dengan baik". ucap Sam yang begitu menusuk ke relung hati Gemilang.


FLASHBACK ON


Beberapa tahun yang lalu. . .


disalah satu Rumah sakit Amerika.


Laki-laki berbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat nya, alat bantu pernapasan menempel pada tubuhnya yang begitu rengka.


"gimana keadaan nya?" tanya Gemilang yang baru saja datang.


Sam yang sedang menatap Zaky yang begitu lemah itupun menoleh, kemudian menggeleng "tidak ada perubahan" lirihnya begitu sesak ketika melihat sahabatnya terbaring tak berdaya seperti ini.


Gemilang menepuk-nepuk pundak Sam seolah memberi ketenangan "kita berdoa saja".


Tiba-tiba mata sayu Zaky terbuka begitu saja, Gemilang dan Sam sontak mendekat.


"Ky mana yang sakit?" tanya Gemilang khawatir pada sahabatnya itu.


Zaky menggeleng dengan senyuman, kemudian menyuruh Gemilang untuk mendekat dengan isyarat tangannya.


"Ge-em" lirihnya lemah, seolah suaranya benar-benar berat untuk ia keluarkan.


"iya" jawab Gemilang kemudian mendekat.


"ka kamu tahu kan Jasmine menyukaimu" lirih Zaky. Jasmine adalah adiknya yang sudah bertahun-tahun menyukai Gemilang.


"iya" jawab Gemilang yang sebenarnya sudah tahu apa yang hendak diutarakan oleh temannya itu.


"a-aku mau kamu menjaganya untuk ku" ucap Zaky lagi.


Dan Gemilang bukan orang yang bisa berbohong dengan konsekuensi tinggi "maaf ky, aku nggak bisa" jawabnya yang membuat Sam ingin sekali memukuli laki-laki itu.


"aku tidak menyukai Jasmine, dan aku juga akan segera pulang ke Indonesia setelah aku lulus".


Zaky tersenyum kecut karena itu "tidak bisa kah kamu mengatakan iya, untuk membuat ku bahagia dan tenang".

__ADS_1


Gemilang menggeleng, lalu menatap manik mata sayu Zaky "aku tidak bisa berbohong ky".


Sam yang mendengar itu mengepalkan tangannya kuat-kuat.


Setelah itu, alat pendeteksi jantung berbunyi dengan nyaringnya, bahkan garis yang seharusnya naik turun hendak berubah menjadi lurus.


"panggil dokter!" teriak Sam menatap tajam Gemilang.


Entah sudah beberapa lama Gemilang dan Sam menunggu diluar ruangan, bahkan wajah Gemilang terlihat bengkak karena dipukuli oleh Sam yang kesal.


Apa susahnya berbohong!


Aku benar-benar tidak akan berteman denganmu lagi, jika Zaky kenapa-kenapa.


Dan benar, setelah itu Zaky dinyatakan tidak ada dan Sam benar-benar memutuskan hubungan persahabatan nya dengan Gemilang, tanpa mendengar alasan Gemilang sepatah katapun, bahkan kerap kali mereka berkelahi jika bertemu dijalan.


Gemilang tahu Sam dan Zaky sudah bersahabat sejak kecil, namun Gemilang mempunyai alasan sendiri mengatakan hal itu pada Zaky.


Tapi Gemilang memilih bungkam, semakin ia menjelaskan semakin Sam membencinya, jadi semenjak itu mereka menjadi musuh.


FLASHBACK OFF.


"terserah Lo mau ngomong apa" ucap Gemilang acuh.


"Yasudah lah, gue kesini hanya untuk sekedar menyapa sahabat lama, Eh. . musuh lama" ralat Sam tersenyum kecil.


Setelah itu Sam berdiri "duluan ya bel" ucapnya mengusap puncak kepala Ibel.


"i-iya bang".


Ben menepuk-nepuk pundak Gemilang untuk menenangkan, bahkan Gemilang terus mengepalkan tangannya sedari tadi.


"dia abangnya Mou"


Satu kata yang membuat Gemilang benar-benar membeku "a-apa?" tanya Gemilang seolah tidak puas dengan jawaban Ibel.


"iya, dia Abang nya Mou" jawab Ibel lagi.


"Abang kandung?" tanya Ben lagi.


"iyalah" jawab Ibel malas.


"gue harus pergi dulu" ucap Gemilang meraih jaketnya yang terletak di kursi dan berlalu disana dengan buru-buru.


"kenapa sih?" tanya Ibel tak paham dengan sikap Gemilang.


"tau" sahut Juna menaikkan bahunya.


.


.


.


Gemilang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, otaknya terus menerawang kemana-mana.


"Shit!"


Umpatnya ketika panggilannya tak kunjung diangkat oleh Mou.


Astaga!

__ADS_1


Ternyata dia salah paham pada wanita itu. Rasa bersalah menghantam dadanya begitu keras, tapi kenapa? , kenapa abangnya Mou harus Sam, apa tidak ada orang lain apa.


"Mou angkat dong" lirihnya, lalu ia mengingat sesuatu, tadi Ibel mengatakan bahwa Mou sedang mencari buku.


Sepertinya Gemilang tahu, karena kapan hari ia juga pernah mengantarkan wanita itu kesana.


.


.


.


Mata Gemilang menatap dalam pada wanita yang tengah duduk di teras Minimarket dengan segelas kopi ditangannya.


Ia terus sibuk membolak-balik halaman buku tebal itu, entah apa yang sedang wanita itu baca.


Gemilang rindu, sangat!


"Mouresa" panggilnya yang membuat Mou mendongak.


Lalu ia segera beranjak ketika melihat siapa yang datang, mengambil beberapa bukunya dimeja , kemudian meraih tas nya dan melangkahkan kakinya.


"Mou, maafin aku" ucap Gemilang menahan tangan Mou.


"lepasin" ucap Mou mengibaskan tangannya.


Gemilang terus mengikuti langkah kaki wanita itu, tidak perduli apapun, ia memang bersalah.


"Mou maaf" entah sudah berapa kali kalimat itu Gemilang ucapkan, tak kunjung membuat Mou menghentikan langkahnya.


Rintik hujan mulai berjatuhan, Mou tetap melangkah dan tidak perduli, ia sangat kesal pada laki-laki yang seenak jidatnya mengabaikan dirinya kemudian datang dan meminta maaf.


"Mou hujan" ucap Gemilang khawatir.


"Stop Gem!" teriak Mou kemudian berhenti, ia lalu membalikkan badannya "aku udah muak sama sikap kamu" ucap Mou dengan bibir yang bergetar.


Daun yang berterbangan, rintikan hujan yang belum terlalu deras serta dinginnya angin malam, menjadi saksi bisu atas kekecewaan Mou beberapa hari ini


Manik matanya menatap Gemilang penuh kekecewaan.


Gemilang menarik tangan Mou dan segera mendekapnya "maaf" lirihnya.


Tidak perduli pada Mou yang terus meronta-ronta memukuli dadanya, Gemilang semakin mempererat pelukannya.


"kamu jahat Gem" lirih Mou bersama isak tangisnya.


"iya aku jahat, jahat banget, aku minta maaf Mou".


Tangis Mou semakin pecah mendengarnya, ia merindukan pelukan ini, merindukan Gemilang yang biasanya.


Setelah tangis Mou sedikit reda, Gemilang menangkup wajah Mou dengan kedua tangannya, menatap lekat-lekat pada mata indahnya, menatap penuh kelembutan yang mengisyaratkan perasaannya di dalam sana.


"aku benar-benar minta maaf Mou" ucap Gemilang sebelum mendaratkan ciuman lembut pada bibir merah milik Mou.


.


.


.


AKU HARAP KALIAN JUGA BAIK HATI UNTUK LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋

__ADS_1


__ADS_2