
Mou merapikan rambut dan juga bajunya saat sudah berada di depan pintu.
Memasang senyum manisnya sebelum memasuki ruangan seseorang yang sangat ia rindukan. Sudah beberapa hari ini mereka seperti orang yang tak kenal satu sama lain.
"permisi" ucap Mou sopan sembari mengetuk pintu.
"masuk".
"Sayang" ucap Mila begitu heboh saat melihat Mou ternyata magang di Elang Group, bahagia sekali ketika anak laki-laki nya ini bisa berdekatan dengan sosok menantu idaman nya.
"hai Tante" ucap Mou segera mencium tangan Mila.
"kamu ternyata magang disini ya" ucap Mila tersenyum sembari mengusap pipi bulat Mou.
"iya Tante".
"Gemilang tuh nggak ngasih tahu tante" ucap Mila melirik sinis pada Gemilang yang terus menatap Mou.
Eh, ngomong-ngomong kok jadi dirinya yang disalahkan. Gemilang mengerjap-ngerjap kan matanya ketika pandangannya bertemu dengan Mou.
Rindu.
Boleh tidak sih saat ini ia berhambur kepelukan nya yang nyaman, dan bersendau gurau bersama seperti hari-hari sebelumnya.
"Tante ada apa manggil Mou?" tanya Mou mengalihkan pandangannya.
"nggak papa kok, cuma mau ngajak makan siang bareng, ini tante bawa banyak makanan" ucap Mila menunjuk meja yang memang sudah seperti prasmanan.
Mou menggigit bibirnya ketika melihat sosok cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mou udah bawa makan Tante" tolak Mou dengan lembut.
"yah, padahal Tante ingin makan rame-rame, kan ada Ilona juga" ucap Mila tersenyum pada Ilona yang baru saja menghempaskan tubuhnya pada sofa.
Dan Mou tidak tega jika melihat raut wajah kecewa Mila "iya deh Tante" ucapnya dengan sangat terpaksa.
"nah gitu dong sayang" ucap Mila tersenyum. Ilona sampai melongo melihat kedekatan Mila dan Mou, Mamii nya Gemilang memang ramah tapi tidak pernah seperti itu padanya
"Enak?" tanya Mila saat Mou baru saja mengunyah makanan nya, namun rasanya seperti tidak bisa turun ke tenggorokan ketika melihat dua manusia di hadapannya.
"Enak kok Tan". jawab Mou mengacungkan jempolnya.
Namun Ilona merasa sangat canggung ketika melihat Mamii nya Gemilang seperti tidak memperdulikan keberadaannya.
Setelah makan Ilona langsung pamit pulang pada mereka.
Mila tersenyum kecil ketika melihat Ilona meninggalkan ruangan Gemilang.
"Kamu ada proyek lagi sama perusahaan Ilona?" tanya Mila begitu menohok.
Gemilang menelan ludahnya kasar ketika melihat wajah sang Mamii sudah tidak bersahabat "i-iya Mam".
"Gem, kamu harus bisa ya jaga perasaan Mou" ucap Mila yang membuat Mou tercengang.
"Mou itu hatinya lembut, kamu harus bisa dong jagain perasaan dia. Lah ini malah deket-deket sama wanita lain" ucap Mila kesal.
"Mam, ini cuma sebatas kerja" ucap Gemilang menjelaskan.
__ADS_1
"Mamii nggak mau tahu!".
"Tante" ucap Mou mengusap lengan Mila agar tidak terbawa emosi.
"Udah sayang, anak nggak peka kayak gini emang pantes diberi pelajaran" ucap Mila menatap tajam pada Gemilang.
Mou menggeleng lemah "Tante, Mou nggak papa, lagian kan mau Gemilang dekat dengan siapapun itu bukan urusan Mou" ucap Mou menundukkan kepalanya, sesak sekali dadanya saat berkata seperti itu.
"Mamii denger sendiri kan" ucap Gemilang penuh kekecewaan "wanita yang Mamii banggakan ini tidak lebih dari seorang pengecut yang tidak berani mengatakan perasaannya, dan tidak berani memperjuangkan cintanya" lanjutnya dengan emosi.
Mou berdiri begitu saja, hatinya sakit saat mendengar perkataan Gemilang seperti itu "benar Tante, tidak ada gunanya berurusan dengan pengecut seperti Mou" ucap Mou menundukkan kepalanya, pelupuk matanya sudah tergenang air.
"Mou permisi dulu Tante".
"Gem!" sentak Mila ketika melihat wajah terluka Mou "kamu memang pintar dalam segala bidang, tapi kenapa memahami perasaan wanita nol besar begini".
"Gemilang harus apa Mam, aku harus apa biar dia mengakui perasaannya padaku" ucap Gemilang begitu frustasi.
"Kejar Gem!" ucap Mila menunjuk pintu "dia pasti sedang menangis".
Gemilang menimang nimang sejenak, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya untuk menyusul wanita itu.
.
.
.
Setelah mengecek beberapa cctv perusahaan Gemilang akhirnya menemukan wanita cantik yang sedang duduk di rooftop perusahaan.
Gemilang menghempaskan tubuhnya disamping Mou, masih memperhatikan tubuh wanita itu yang nampaknya bergetar.
"Maaf" ucap Gemilang sembari merengkuh tubuh lemah Mou.
Mou mendongak, matanya yang beruraian air mata menatap penuh kekecewaan pada Gemilang.
Mou terus memukuli dada Gemilang "jahat" isaknya begitu pilu.
Gemilang membiarkan wanita ini puas memukuli nya meskipun tidak terasa sama sekali, ia merengkuh tubuh Mou penuh kerinduan, setelah wanita itu kalah dan pasrah di pelukannya.
"Kenapa kita harus saling menyakiti seperti ini?" ucap Gemilang mengecup rambut wangi milik Mou
"Asalkan kamu tahu Mou, hatiku sangat sakit ketika kamu mengatakan bahwa aku bukan urusanmu, hatiku sakit ketika kita seperti orang asing begini".
"tidakkah sekali saja kamu memikirkan perasaanku?" tanya Gemilang begitu menghunus.
Mou mendongak menatap wajah tampan yang terus terpaku pada matanya itu "Apakah kamu juga pernah memikirkan perasaanku?" tanya Mou menepuk-nepuk dadanya begitu pilu.
"Aku selalu memikirkan mu, Mouresa!" ucap Gemilang mengusap lembut pipi Mou.
Mou menggeleng "pikirkan saja Ilona mu itu" ucap Mou berdiri begitu saja "jangan pikirkan pengecut seperti ku" lanjutnya lalu membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Apakah kamu sedang cemburu?" tanya Gemilang hendak memegang lengan Mou namun ditepisnya.
"Tidak Gem, aku sedang bahagia melihat mu bersama wanita lain" ucap Mou menatap dalam-dalam mata teduh Gemilang "tidak kah kamu melihat betapa bahagianya aku" ucap Mou berbanding terbalik dengan perasaannya, bahkan air matanya kembali tumpah.
Laki-laki bodoh, sudah jelas ia menangis!
__ADS_1
Gemilang tersenyum sekilas dan segera memeluk tubuh Mou "aku tahu kamu tidak sedang bahagia, kamu tidak sedang baik-baik saja".
"Maafkan aku telah membuat kamu cemburu" ucap Gemilang semakin mempererat pelukannya.
"kamu sengaja menyakiti aku" Isak Mou kembali memukuli dada Gemilang "kamu jahat Gem".
Gemilang mengusap air mata Mou dengan jari-jarinya "udah, jangan nangis ya, jika cemburu membuat mu berderai air mata seperti ini, aku tidak akan pernah lagi mengulangi kesengajaan ku ini".
"kesengajaan?" tanya Mou sedikit menjauhkan tubuhnya.
"iya, aku sengaja membuat mu cemburu agar kamu mengakui perasaanmu padaku" ucap Gemilang yang tak henti-hentinya menatap bulan sabitnya.
Cubitan kecil melayang begitu saja pada perut berotot Gemilang "awh!" rintih Gemilang kesakitan "galak banget sih" ucap nya memegangi perutnya.
"biarin" ucap Mou mengerucutkan bibirnya, ingin sekali Gemilang menggigitnya dengan gemas.
"mau cium" goda Gemilang yang membuat Mou segera menutup bibirnya dengan tangannya.
"mesum" teriak Mou kesal.
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan untuk kita?" ucap Gemilang berubah menjadi serius, tangannya menggenggam tangan mulus Mou.
Mou menghela nafasnya, kemudian mendekati laki-laki itu mengusap rahangnya dengan lembut.
Darah Gemilang berdesir tatkala Mou menyentuh dirinya seperti ini.
"Kita?" ulang Mou semakin mendekatkan wajahnya "Apakah kata kita mungkin untuk aku dan kamu?" tanya Mou tersenyum kecut.
"Mou aku akan--".
"ssssttttt" Mou menempelkan jari telunjuknya pada bibir Gemilang yang begitu menggoda untuk dikecup.
"besok malam, pukul setengah delapan, di SA Resto lantai tiga" ucap Mou lalu berbalik.
Gemilang mencekal lengan Mou "maksudnya?" ucapnya tak paham.
"Kamu tidak ingin melihat seperti apa laki-laki yang akan menjadi saingan mu nantinya" ucap Mou tersenyum lalu melepaskan tangan Gemilang dengan senyuman.
Gemilang masih tercengang mencerna kata-kata Mou barusan.
Apakah ini berarti Mou ingin dia memperjuangkan dirinya.
Senyuman dibibir Gemilang terus merekah sembari meloncat kesana-kemari dengan riang.
"yes, yes, yes!".
Aku akan berjuang untuk kata kita, Mouresa!
.
.
.
MAAF YA TELAT, LAGI SIBUK NGURUSIN BARANG OLSHOP HEHEHE
LIKE KOMEN AND VOTE GAESSS 💋💋💋
__ADS_1