Hargai Aku

Hargai Aku
Kau dekat tapi tidak bisa di jangkau


__ADS_3

**Like, coment, bintang lima, dan votte, Terimakasih...!!!


😘😘😘😘**


Hari ini Nauvall, sudah mulai bekerja menjadi Bodyguard. Graciella pagi pagi sekali diri nya sudah datang ke mansion keluarga Sanjaya.


Nauvall terlihat sedang mundar mandir di depan pintu kamar Graciella, diri nya sudah memakai baju seragam nya yang berwarna hitam dan kaca mata hitam bertengger di hidung mancung nya membuat diri nya semakin tampan, dan mempesona.


Ceklek...


Graciella, membuka pintu yang membuat Nauvall langsung berdiri di tegap dan memberi hormat. Graciella jengkel diri nya tidak meladeni melainkan langsung berjalan ke arah meja makan.


Nauvall, mengikuti nya terlihat Tyara, dan Alfin sudah berada di sana Graciella langsung mengambil duduk di sebelah Papah nya. sedangkan Nauvall berdiri di depan nya.


"Irwan kau sudah makan?" tanya Tyara sambil mengambilkan piring untuk Graciella anak nya.


"Dia sudah makan Ma" baru saja Nauvall ingin menjawab Graciella sudah lebih dulu menjawab nya.


"Iya saya memang nya sudah makan koq" ujar Nauvall dengan tersenyum.

__ADS_1


"Graciella, Papa dan Mama akan pergi ke Singapura untuk seminggu kau jaga diri baik baik di sini" ucap Alfin sambil memasukkan suapan nasi beserta lauk ke dalam mulut nya.


"Untuk apa?" tanya Graciella sambil melakukan hal yang sama dengan Papa nya.


"Ada urusan penting di sana. Irwan akan menemani mu di sini kalau kau mau, kau bisa mengajak Sisil untuk menginap di sini" ucap Alfin menghentikan makan nya dan menatap anak nya.


"Kenapa harus Irwan, kenapa tidak Aldi saja yang menemani Grac" ujar Graciella merajuk.


"Kau masih ingat dengan laki laki itu? Papa kira sudah lupa apa dia masih hidup tidak pernah muncul batang hidung nya. Ouwh, Iya sibuk mencari duit" sindir Alfin yang memang tak suka kepada Aldi.


"Dia mencari uang untuk masa depan Graciella dengan nya" ujar Graciella kesal.


"Itu karna kau yang selalu memanjakan nya" ucap Alfin sambil menunjuk ke arah Tyara.


"Enak saja sudah jelas jelas kamu yang salah!" ujar Tyara tidak mau di salahkan.


"Tante, Om saya permisi ingin berbicara kepada Graciella" ucap Nauvall sambil pergi ke arah kamar Graciella.


"Nona apa saya boleh masuk?" ujar Nauvall yang sudah berdiri di depan kamar Graciella.

__ADS_1


"Masuklah" setelah mendapatkan ijin dari Graciella akhir nya Nauvall pun masuk ke dalam dan berjalan ke arah Graciella yang sedang menangis di bawah bantal ingin rasa nya Nauvall, menjadi bantal dan guling yang selalu bisa membuat Graciella tertidur nyaman dan bisa di sentuh dan di peluk setiap malam.


"Ini hapus dulu sisa air mata nya" ujar Nauvall memberikan Graciella sapu tangan nya.


"Terimakasih" ucap Graciella mendudukkan diri nya di tepi ranjang.


"Jangan menangis Wanita ku dunia ku hancur nanti." batin Nauvall dalam hati. ingin sekali rasa nya memeluk tubuh Graciella tapi takut Graciella marah dan menuduhnya yang tidak tidak dia hanya bisa terdiam, dan berdiri di sisi Graciella sampai Graciella sudah tidak menangis lagi.


"Terimakasih ini sapu tangan mu, dan karna kau sudah baik kepada ku. Aku menganggap mu teman" ucap Graciella mengembalikan sapu tangan itu kepada Nauvall, Nauvall tidak peduli dengan air mata yang bercampur lendir berwarna hijau di sana diri nya tidak merasa geli atau semacam nya. Nauvall sangat senang karna sudah dia anggap teman oleh Graciella.


"Baik teman!"


*Mau, Hiatus selama satu tahun.


Tapi takut kalian rindu dan lupa akan cerita novell ini jadi ga jadi deh mau Hiatus nya.


Owuh, iya Doain yha semoga Aku, dan bayi yang ada di perut ku ini sehat selalu. karna tadi saat di periksa dokter aku positif hamil dan usia kandungan nya ini baru dua Minggu🤭😁*.


Jangan lupa untuk Votte yha hehehhe

__ADS_1


__ADS_2