Hargai Aku

Hargai Aku
" SIAPA DIA"


__ADS_3

" Nak setidaknya kamu mengadakan pendekatan dulu, mama nggak nyuruh kamu langsung nikah kok". kata Bu Tika agak kesal dengan perlakuan anak satu satunya.


" iya ma kalau pendekatan aku mau". kata Dayu sambil tersenyum manis kearah ibunya.


Akhirnya Dayu dan Bu Tika menghampiri tamu yang ada di ruang tamu dari tadi menunggu mereka.


" Nah ini loh Yub, anak ku yang pernah aku ceritakan". Kat bapak setelah melihat kedatangan kami.


" Maaf ya kalian pasti sudah lama menunggu, biasa anak gadis lama kalau dandannya". kata ibu menimpali perkataan bapak.


' Nak kenalin ini teman bapak sengaja jauh kemari hanya ingin bertemu sama kamu". kata bapak Kali ini kesannya berlebihan.


" Ayo kenalan dulu". kata ibu tersenyum ramah membimbing aku berkenalan kepada mereka.


" Aku Dayu om, Tante". kata Dayu seraya mengulurkan tangan ke Bu Saras dan pak Ayub.


" wah cantik juga anak kamu mas, mbak". maaf nggak bermaksud, Tante dan Om senang bertemu kamu, terimakasih". jawab Bu Saras mengembangkan senyum termanisnya di hadapan Dayu.


" kenalin ini anak Tanta namanya Luki" . kata Tante Saras.


" Dayu " kata daya. seraya mengulurkan tangannya ke arah Luki.


" Aku Luki". jawab Luki seraya menyambut uluran tangan Dayu.


" Wah pasangan yang serasi". kata pak Ayub membuat Luki dan Dayu bersemu malu.


Mereka pun Duduk kembali ngobrol tentang masa masa dulu masih merintis bisnis bersama.


" Sudah puluhan tahun tidak bertemu kamu makin sukses aja Nu". Kata pak Ayub ngobrol dengan akrabnya..


" Alhamdulilah, ini juga kan berkat kamu yang ngajarin aku ilmu marketing dulu.


" Ah kamu bisa aja,selalu saja merendah di hadapan aku". kata pak Wisnu kepada pak Ayub.


makanan di meja makan telah terhidang dengan rapi. Bu Tika sudah menyiapkan segalanya.


" Sudah waktunya makan siang, yuk kita makan dulu, nanti keburu dingin lho kata Bu Tika ramah sekali dalam menyambut tamu - Tamunya. makan siang pun di terjadi dengan begitu nikmat. semua makan dengan lahap kecuali Dayu. sesekali Luki melirik ke arah Dayu. Dia sudah seperti pernah melihat Dayu, tapi di mana...". batin nya.


" Tante setelah ini aku mau ngajak Dayu jalan- jalan, bolehkan?" tanya Luki sekalian minta ijin untuk membawa Dayu jalan - jalan.


" Kalau Tante nggak masalah sih". kata Bu Tika seraya menoleh ku.

__ADS_1


" Pergi saja Nak, ajak anak Om kemanapun kamu mau". kata ayah sambil bersenda gurau .


" HM iya om, terimakasih ". kata Luki masih malu - malu.


akhirnya mereka pun pergi ke salah satu tempat yang ramai di kunjungi orang, apakah sedang bersantai sekedar menikmati pemandangan, ada pula yang kencan, bahkan ada yang sekedar lewat melepas lelah setelah seharian beraktifitas.


Mereka pun akhirnya sampai di sebuah kursi yang banyak yang terdapat di taman tersebut.


"Kamu Sering kesini? " tanya Luki kepada Dayu.


" Kadang". jawab Dayu singkat sambil melihat pemandangan di sekitarnya, banyak sekali yang lalu lalang.


" Tunggu ya, aku tidak lama". kata Luki sembari beranjak menuju ke penjual Es krim. yang parkir tak jauh dari tempat duduknya.


Ditempat lain:


" Eh Jen tunggu aku ke toilet dulu ya". kita Selfi kepada Jeni.


" MMM jangan lama - lama nntar aku tinggalin baru kapok lho". kata Jeni yang selalu kesal dengan Selfi kalau ke toilet kadang nggak pulang - pulang di cariin ditelpon tetap nggak ada info, itu yang bikin dia kapok dengan urusan Selfia alasan ke toilet.


benar saja selfia bukannya ke toilet namun pergi ke suatu tempat.


" Itukan mantan istrinya kakaknya Laras, ngapain dia disini". batinnya bertanya tanya pada diri sendiri.


" Oh nggak pa apa, santai lah jawab Dayu sambil tersenyum walau sedikit di paksakan.


" terus itu laki - laki siapa lagi?" batin Selfia lagi. Dia celingukan setelah dianggap aman dia pura pura main hp padahal mengambil gambar orang yang lagi asyik makan ice cream.


" Duarrrrr..... !"


" ketauan kan sekarang". kata Anjas tiba tiba ngagetin Selfia yang lagi asyik memainkan kameranya .


Selfia langsung menarik tangan Anjas untuk menjauh agar tidak ketahuan.


" Lho kenapa sih Sel, aneh banget". tanya Anjas kesal tangannya terasa perih di tarik kasar oleh Selfia.


Selfia memberi isyarat dengan menutup mulut dengan telunjuknya.


Namun kali ini Anjas yang menarik tangan Selfia setelah sadar apa maksud dari Selfia.


" Lho kenapa tidak bilang bahwa di sini ada siapa lagi tuh namanya". tanya Anjas sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Dayu". " Nah itu maksud gue kata Anjas tidak mau kalah.


"Terus tuh laki- laki siapa kan....


" Mereka udah cerai boooo". kata Selfia sambil memonyongkan mulutnya.


" Hah!" yang benar saja? tanya Anjas tidak percaya karena memang Anjas kurang peduli dengan urusan orang lain,bapa lagi tentang rumah tangga menurut Dia tuh ribet banget


" mana aku tau, tuh tanya aja sendiri sama orangnya". jawab Selfia. yang membuat Anjas kesal dengan jawabannya .


Tiba tiba


" Astaga!" kata Selfia sembari pergi meninggalkan Anjas sendiri. Dia pun mengikuti langkah Kemana Selfia pergi.


Selfia mengambil handphone nya dan mendial nomor seseorang namun sebelum itu dia merasa bersalah dilihatnya hpnya terdapat berapa puluh panggilan, giliran dia mau memanggil namun handphone nya sudah mati karena lobet.


" Jas tolongin Gue". kata Selfia seraya mencari cari sesuatu di tasnya Anjas.


" Ih lho apaan sih". kata Anjas kesal.


" mana handphone lho gue pinjam". kata Selfia memohon.


" sama handphone gue juga mati ". kata Anjas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" lho mau nelpon Siapa sih, kok kayaknya penting banget". kata Anjas sedikit bingung dengan sikap Selfia.


" Jeni....". kata Selfia kegalapan


" Ngomong yang jelas dong ah!" Anjas makin kesal. bingung tidak tau apa maksud Selfia.


" Aku tadi ninggalin JENI di sini sendiri, aku tadi kebelet pipis tapi karena lihat tuh si manusia purba nggak jadi deh pipisnya". kata Selfia sambil nyengir biar nggak ketahuan bohong nya karena ngikutin seseorang.


" Jangan jangan JENI susul lho ke toilet". kata Anjas.


" Mungkin, yuk". JENI dan Anjas pergi ke toilet.


Namun yang di cari dari tadi memperhatikan dua sejoli yang lagi kencan dan asyik menyantap ice cream.


" Aku tidak salah lihat, itu bang Luki, namun siapa perempuan yang di sampingnya? apa bang Luki selingkuh ya?" batinnya bertanya pada diri sendiri.


ternyata Jeni mengenali Luki, Kuki adalah istri dari sepupu Jeni, mereka sudah tiga tahun menikah namun belum juga di karuniai seorang anak.

__ADS_1


" kasian mbak tari siapa sih perempuan itu bisanya di tipu sama bang Luki, atau itu perempuan murahan yang suka godain bang Luki.


" wah mbak Tari harus tau nih. doa pun mengambil handphone nya namun .....


__ADS_2